PERSATUAN JARINGAN DOA...
Bagian 1...
HAVA
Sebuah kehidupan yang tidak dapat terlihat sedang menanti dunia di depan mata. Sulit di jelaskan hanya memakai bahasa umum dan memang akan terjadi. Alur cerita menakutkan sedang menanti dunia untuk memainkan perannya di tiap sudut di luar sana.
“Hava, apa yang sedang kau lakukan?” seperti biasa Hope berteriak di depan pintu kamarku.
“Saya tidak sedang melakukan sesuatu” menjawab pertanyaannya.
Kenalkan nama saya Hava. Seorang dengan kepribadian sedikit berbeda dari orang di sekitarnya. Saya memiliki hobi yang sulit untuk ditinggalkan. Lantas, hobi seperti apa? Saya menyukai dunia tulisan. Ada banyak objek di luar sana selalu saja menjadi bahan pelampiasan emosional seorang Hava melalui sebuah tulisan.
Saya ingin bercerita tentang sebuah masa yang akan terjadi di depan mata. Saya seorang dengan kepribadian keras bagi orang di sekitarku hingga banyak yang tidak menyukai diriku. Seandainya, antara alur tulisan dan kepribadianku terlihat berlawanan, harap dimaklumi saja. Manusia tidak ada yang sempurna begitupun sebaliknya dengan kehidupanku sendiri.
Hal lebih kacau lagi adalah tulisanku kali ini memiliki perbedaan cukup besar dari tulisan sebelumnya. Akan membahas tentang sebuah pemerintahan tidak terlihat yang sebenarnya harus dijabarkan oleh beberapa golongan hamba Tuhan. Saya bukan seorang pendeta atau pelayan sama seperti kebanyakan orang pada umumnya. Kehidupanku juga tidak berada pada golongan manusia suci, jadi, saya harap kalian jangan menjadi hakim atas apa pun yang kulakukan saat ini melalui tulisanku sekarang.
Menjadi dilema tersendiri atas apa yang ingin kutulis, karena hidupku juga terkadang membuat Tuhan sedikit kesal. Entah kenapa, saya terus saja dihantui suatu perasaan yang sulit dijelaskan. Jenis pekerjaanku pun juga tidak berasal dari dunia perpendataan, pelayan, ataukah guru spritual keagamaan.
FLASHBACK...
“Hava” teriakan mama seperti biasanya.
“Jangan lupa bersihkan rumah!” nada memerintah mama.
Saya memiliki mama paling tergalak di dunia, bahkan sepertinya belum memiliki saingan sama sekali. Di balik kata galak mama, ternyata memiliki iman yang cukup besar untuk seorang anak sepertiku. Perjalanan hidup anak yang baru memasuki dunia pra remaja memiliki kisahnya sendiri.
“Hava bangun berdoa!” mama menepuk salah satu kakiku di tempat tidur.
Namanya juga seorang anak kecil mengalami kesulitan untuk bangun dari ranjang. Mataku masih terpejam, akan tetap sebuah suara menakutkan berbisik ke telingaku. Tubuhku merinding seketika...
“Hava, bangun berdoa!” suara seorang pria terdengar menakutkan sedang berbisik di telingaku.
Apa yang terjadi selanjutnya? Saya berusaha tenang, tetapi sangat ketakutan. Bangun dari tempat tidur, kemudian menjalani kosakata mesbah doa seperti biasanya dengan mama. Saya tidak pernah bercerita terhadap siapapun termasuk dengan mama tentang apa yang sedang kualami. Singkatnya, mama tidak pernah tahu bagaimana sebuah suara bergema di sekitar telingaku.
“Suara Tuhan itukan lembut?” bertanya-tanya dalam hati.
“Kenapa suaranya menakutkan begini?” kembali berpikir.
“Jenis suaranya sejenis mahluk jahat seperti di film-film yang siap sedia ingin memakan hidup-hidup diriku” bergumam pelan.
Saya selalu bertanya-tanya suara Tuhan itu seperti apa? Kenapa Tuhan memperdengarkan suara menakutkan di sekitar gendang telingaku. “Tuhan, ngertikan kalau saya ini manusia penakut tingkat tujuh?” berkata-kata dalam hati.
“Lantas, kenapa memperdengarkan saya suara menakutkan?” ruang hati seorang Hava cukup kesal sekaligus ketakutan.
“Setidaknya, saya ingin mendengar suara paling lembut sedunia” bergumam kembali.
Kehidupan masa kecilku hanya bercerita tentang cinta mula-mula mencari Tuhan. Di dunia karismatik memiliki beragam hadirat Tuhan yang sulit dijelaskan hanya melalui kata-kata. Seorang anak rumahan, memiliki kerinduan terbesar tentang sebuah pergerakan ketika mencari hadirat Sang Pencipta. Mereka yang tidak mengerti golongan karismatik seperti ini akan berkata sesat, orang gila, aliran hitam, dan segala jenis objek kosakata lainnya.
“Tuhan, apa boleh saya merasakan hadirat seperti yang dirasakan temanku itu?” melempar sebuah pertanyaan terhadap Tuhan. Salah satu temanku selalu saja tangannya bergetar begitu saja ketika sebuah lagu dinyanyikan.
“Tuhan, saya juga mau seperti dirinya” berkata-kata dalam hati.
Lantas, apa yang terjadi selanjutnya? Di sebuah ibadah malam, tanganku tiba-tiba bergoyang dan bergetar begitu saja tanpa dibuat-buat. Tuhan, apa ini yang dikatakan kehadiranMU? “Kupikir Kau tidak sedang ingin melihatku” berbicara dalam hati.
“Ternyata doaku didengar juga olehMU” isi hati seorang Hava.
Saya memiliki kumpulan teman dengan cinta mula-mula yang sama seperti diriku dan mama. Usia kami bervariasi satu sama lain. Saya baru memasuki bangku SMP saat ini. “Hati-hati terhadap permainan setan!” kotbah bapak rohani kami di ibadah kecil.
Ibadah persekutuan kecil bertempat di sebuah rumah meniadi hal paling bersejarah buatku. Kenapa bisa? Melalui ibadah ini hingga membentuk banyak hal dalam diriku sejak usiaku masih terbilang sangat kecil.
“Tuhan” isi doaku ketika berada dalam ibadah tersebut.
“Saya ingin menjadi seperti dirinya” berkata-kata dalam hati.
Menjadi seperti siapa? Orang tua rohani yang selalu berdiri mengajarkan kami tentang pengajaran dan permainan iblis. Diam-diam, saya menyukai cara beliau berpikir sekaligus menyerang sesuatu yang tidak disukai.
“Salah ya salah, benar ya benar” berujar dalam hati.
“Saya ingin menjalani kehidupan tegas tanpa memandang apa pun di depan”...
“Terserah, orang mau marah sekaligus kesal. Bodoh amat” ...
“Intinya keras, tegas, berprinsip” bahasa seorang anak kecil di dalam doanya.
Hal terkacau yang biasa kulakukan ketika berjabat tangan dengan beliau adalah membuat sebuah pernyataan dalam hati. Tidak seorangpun pernah tahu apa yang sedang kuimpikan. “Tuhan, transferkan urapannya terhadapku” bahasa seorang anak kecil ketika berjabat tangan dengan orang tua rohaninya.
Memori masa kecilku hanya bercerita tentang cinta mula-mula mencari Tuhan. Hal terbaik dari hidupku adalah tidak perduli hujan ataukah larut malam, tubuh tetap berjalan ke tempat ibadah. Terkadang, kami harus berjalan kaki beberapa kilo sekitaran jam sebelas ataukah dua belasan ke atas untuk mencari angkutan umum. Rumah tempat kami beribadah di hari Sabtu memang sangat jauh, bahkan kendaraan sudah sangat sepi di jam-jam tengah malam. Berlari di bawah hujan merupakan petualangan sepulang ibadah.
Hal seperti inilah yang membuat beberapa orang tua dari kami sedikit marah, termasuk papa. Kemungkinan besar, papa sangat sadar kalau anaknya memiliki tingkat kepintaran cukuplah alias sedikit di atas rata-rata, jadi ruang hatinya sedikit berkecamuk di dalam. Bagaimanapun, saya tidak lagi tertarik ingin terlihat memiliki tingkat kepintaran ketika memasuki usia pra remaja. Sebenarnya sih, papa tidak pernah menuntut saya harus masuk lima besar di sekolah. Entah kenapa, sisi introvert dalam diriku semakin menjadi-jadi di usiaku yang memasuki belasan. Sekalipun papa marah, dirinya tetap mengurus pendaftaran sekolahku ketika akan terjadi pergantian seragam.
Di tempat lain, mama selalu mendoakan anaknya biar menjadi hamba Tuhan yang dipakai secara dasyat. Hal seperti inilah membuat mama menuntut kehidupan seorang Hava untuk selalu berada di tempat ibadah apa pun yang terjadi.
Kehidupanku berada di sudut persimpangan bersama cerita berbeda di dalamnya. “Mama, apa saya boleh nginap di rumah Deslin?” pertanyaan terhadap mama.
Kenapa meminta izin, pada hal menginap di rumah salah teman komunitasku? Mama tidak akan pernah membiarkan anaknya nginap di rumah orang apa pun alasannya. Hal terkacau lagi adalah papa kalau sampai tahu keinginan bermalam di rumah orang, lebih mengamuk. Papa dan mama tidak pernah ingin anaknya menginap di rumah orang seperti apa pun karakter mareka. “Seperti kerbau saja tidak mengerti pulang rumah” sindiran papa tentunya kalau sadar.
Entah kemasukan angin apa, sampai mama memberi izin, hanya semalam. Lantas, apa yang kulakukan di rumah temanku? Hanya tidur saja, besoknya pulang. Saya Cuma sedikit penasaran saja, gimana sih rasanya nginap di rumah orang. Menjadi pendengar kalau mereka bercerita.
Saya hanya mendengar cerita tentang pergerakan ke Sion ataukah mencari hadirat Tuhan dengan sesuatu yang berbeda saja. Pasti banyak yang bertanya, apa sih pergerakan ke Sion? Beberapa di antara teman-temanku membentuk sebuah kelompok doa dengan sebutan pergerakan ke Sion. Mencari hadirat Tuhan di alam Roh seolah menciptakan sesuatu di dalam objek pergerakan Sion. Bahasa Roh, tertawa kudus, penglihatan, hadirat yang tidak bisa di jelaskan ketika merasakan hadirat Tuhan di dalam diam, dan beberapa objek lain.
Saya tidak masuk berperan sebagai anggota di dalam. Kenapa bisa? Saya membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan teman-temanku. Lagian, kehidupanku sendiri selalu menjadi paling di belakang di antara mereka semua. Hanya saja, saya senang dengan kegiatan berkumpul untuk sebuah mesbah sehingga tubuhku terus saja mengekor seperti manusia bodoh.
“Jangan lupa jam siang!” ucapan salah satu dari mereka.
Terkadang, rumahku dijadikan tempat berdoa bersama dengan mereka. Ada banyak orang menentang bahasa roh, tetapi mereka di luar sana hanya belum mengerti saja tentang objek kata tadi. “Apa kau mau ikut kegiatan ret-ret pemuda?” Visa melempar pertanyaan ke arahku.
“Mama tidak punya uang” jawabanku.
Saya berharap bisa pergi ibadah ret-ret pemuda di salah satu gereja besar. Kegiatan gereja seperti ini juga berbayar, sedang keluargaku terlalu miskin. Saya tidak tahu harus jawab apa.
“Kau bisa ikut dengan menjelaskan kondisi keuangan” ujar temanku.
“Hanya membayar sedikit saja” kalimatnya kembali.
Lantas? Langkah selanjutnya? Mama menyuruhku ikut mendaftar. Saya beejalan ke gereja tersebut sendirian dan menjelaskan kalau uangku tidak sampai. Pada akhirnya, saya mengikuti kegiatan tersebut.
Memory dimana dunia generasi muda sedang mencari Tuhan menjadi sesuatu yang sulit dilupakan. Saya berada di tengah-tengah generasi muda lainnya berkumpul dan berdoa.
Seorang hamba Tuhan dengan urapan dan karunia kuat berdiri di depan kami. “Terima hadirat Tuhan!” ucapan mister Jef.
Apa yang terjadi setelahnya? Sebuah pengalaman baru yang memang sulit dilukis dengan kata-kata sedang bermain sekitar area dalam diriku. “Tuhan, suatu hari nanti saya ingin di tanganku ini memiliki kuasa untuk menumpangkan tangan dengan karunia lebih besar dari hambaMU di depan” isi doaku.
Apa salah meminta hal seperti ini di hadapan Tuhan? Entahlah. Dunia seorang anak yang baru akan memasuki masa remaja terdengar kacau dengan pernyataan tadi. Kegiatan ibadah ret-ret di sini membuatku memiliki pengalaman terbaik dengan Tuhan. Namun, kegiatan tersebut mulai membuka dunia seorang Hava tentang sisi gelap pelayan Tuhan di belakang.
“Apa yang kau baca?” pertanyaan salah satu kakak pelayan terhadapku yang kebetulan sekamar.
“Di larang membawa buku-buku aneh kesini!” ujarnya terdengar sedikit jeles.
Saya seorang yang paling suka membaca buku-buku rohani berisi kesaksian hidup pertobatan orang-orang yang terikat dengan organisasi satanisme. Kebetulan, saya membawa diam-diam buku milik mama. Saya tidak tahu cara beradaptasi atau berbicara terhadap orang di sekitarku, terlebih sisi minder dalam diriku jauh lebih kuat bermain. Saya hanya membaca buku tersebut di kamar, yang pada akhirnya berujung menjadi sebuah masalah.
“Bagi teman-teman, dilarang membawa benda-benda aneh, buku, atau apalah ke tempat ini!” pengumuman ketika kami masuk sesi ibadah berikutnya.
“Dilarang membaca buku-buku...!” penejelasan kalau kakak pelayan itu sudah memberitahu semua pelayan lainnya.
“Saya Cuma membaca buku rohani saja” bernada kesal dalam hati.
“Memang apa salahnya baca buku setan begini?” gumamku.
“Kan saya penasaran” berkata-kata kembali dalam hati.
“Sejak hari pertama, memang wajah judes kakak pelayan terus saja terpampang seolah sangat tidak suka terhadapku, padahal saya sendiri tidak kenal namanya” mengingat sesuatu...
“Tiap menyanyi di depan sebagai singers selalu bersungguh-sungguh ma Tuhan, bahkan raut wajahnya menjelaskan sisi rohaninya sangat malaikat pakai banget” bahasa dalam hatiku bergema.
Dua bola mataku seolah dikejutkan untuk belajar melihat situasi sekaligus sisi gelap antara gereja, pelayan Tuhan, hamba Tuhan, dan semua orang yang berteriak memanggil nama Tuhan. Selama ini, saya pikir menjadi pelayan di dalam gereja artinya hidupnya sudah sangat-sangat suci. “Ternyata, banyak topeng permainan” suara hati bergema.
Kakak pelayan ini memang terkesan memilih-milih orang untuk bergaul. Sepertinya golongan miskin dan kaya memang cukup meroket yang tidak mungkin bisa lepas dari topeng sekaligus sisi gelap hamba Tuhan dan seluruh pelayan.
Seiring berjalannya waktu, dua bola mataku semakin dikejutkan oleh banyak deretan peristiwa. Selembar doa pergumulan mama buat papa agar bisa bertobat di robek oleh salah satu pendeta besar di gereja tersebut. Apa yang salah? Permasalahannya, hanya karena mama seorang manusia miskin.
“Selain masalah miskin, sepertinya karena mama ngotot anaknya bernama Hava harus dibaptis selam walaupun belum mengalami mentruasi” membayangkan sebuah peristiwa di belakang.
Salah seorang pelayan dari gereja besar tersebut memberitahu mama, kalau kertas berisi pergumulan doanya dirobek. Sementara kertas pergumulan doa orang-orang kaya didoakan habis-habisan. Memang ada perbedaan perlakuan sekaligus benteng cukup besar antara si’kaya dan miskin di gereja tersebut.
“Terkadang saya salut melihat mama” memikirkan sesuatu objek.
“Walaupun mama cerewet dan manusia tergalak, tetapi dua kakinya tetap berjalan mencari Tuhan meskipun dunia hamba Tuhan sering menjadi batu sandungan dalam hidupnya” berkata-kata dalam hati sambil berjalan pulang dari tempat ibadah.
Bayangkan saja, suaminya sendiri menentang agar mama tidak selalu berjalan ke tempat ibadah. Maksud papa, tidak menjadi masalah beribadah, tetapi jangan hampir tiap hari ke gereja. “Namanya juga cinta mama buat Tuhan menggebu-gebu” bergumam pelan.
Lutut mama memang selalu digunakan hanya untuk mencari wajah Tuhan. Sekalipun gereja memiliki sisi gelap, bahkan dirinya selalu menjadi korban, tetapi hati dan hidupnya tetap saja ingin di tempat ibadah. “Mayatku biar di lempar ke selokan, intinya rohku sudah bersama Tuhan” bahasa mama tiap berbicara tentang luapan cintanya terhadap Tuhan.
“Mamaku galak, cerewet, kampungan” penjabaran buatnya.
“Tetapi, mama selalu berjalan mencari rumah Tuhan tanpa lelah” suara hati berbisik di dalam sana.
Hal yang tidak pernah lelah dilakukan olehnya adalah mimiliki iman habis-habisan tentang dunia dan kehidupan anaknya bernama Hava. Mama berharap besar tentangku suatu hari nanti. Menjadi seorang hamba Tuhan yang dipakai secara luar biasa merupakan mimpi terbesar mama buatku.
Tanpa rasa bosan selalu menumpangkan tangan di kepalaku tiap kami berdoa atau berada di tempat ibadah. Memegang dengan iman dan meyakini kalau itu pasti terjadi di dasar hatinya, ketika seorang hamba Tuhan menegang kepalaku dan berdoa kalau saya akan dipakai heran suatu hari kelak. Makanya mama tidak pernah ingin saya meninggalkan temapat ibadah apa pun keadaan di depan mata. “Kalau dipikir-pikir lagi, semua orang yang ditumpang tangan dikatakan akan dipakai heran dan bukan hanya saya?” berpikir sejenak tiap saat.
“Apa cita-citaku ingin menjadi pendeta?” pertanyaan terhadap diri sendiri.
“Entahlah” menarik nafas panjang.
“Mama memiliki kerinduan, anaknya bernama Hava di bawah ke surga dan neraka untuk melihat isinya sama seperti salah satu hamba Tuhan terbesar di luar negeri” berkata-kata dalam hati.
“Apa ini keinginanku juga?”
“Tuhan, permasalahan surga dan neraka, di hati kecil tetap percaya tentang semua itu” ujarku.
“Lantas?”
“Saya mau petualangan berbeda, bahkan belum pernah ada” nada mendengus di dalam sana.
“Kalaupun saya menginjak surga nanti, setelah berpulang dan tidak akan kembali ke bumi, tetapi saya tidak mau mati muda hanya untuk melihat surga dan neraka” celoteh seorang anak di dalam pikirannya.
“Saya percaya neraka itu ada, tetapi saya tidak pernah ingin mau menginjak kaki sedetikpun di tempat tersebut”...
“Jadi, Tuhan, jangan bawah saya ke neraka sekalipun hanya sedetik saja”...
Mama Cuma ingin melihat anaknya dipakai Tuhan secara dasyat, tetapi ruang hatiku berkecamuk tentang permasalahan tadi. Saya menyukai perkumpulan doa bersama teman-temanku, hanya saja dua kakiku sepertinya tidak ditakdirkan berjalan ke dunia perpendetaan. Kehidupanku ingin petualangan lain dari pada yang lain.
“Kalau memang saya diharuskan menjadi pendeta, artinya berikan saya karunia dan urapan paling tinggi suatu hari nanti, Tuhan” nada bahasa terkacau dari Hava yang seorangpun pernah tahu keinginanku.
Bagian 2...
Inilah pemikiran konyol seorang anak Remaja. Gambaran karunia dan urapan tinggi seperti apa? Jarak 10 km, semua orang sudah jatuh tergelatak ke tanah ketika pelayanan di mimbar dengan kehadiran ribuan hingga ratusan ribu orang.
Saya seolah tergiur tentang karunia tinggi. Menginginkan pelayanan besar suatu hari kelak. “Hanya berkata, Haleluya” membayangkan menjadi pendeta.
“Semua orang, bahkan ratusan ribu orang jatuh mengalami lawatan Tuhan 7 keliling dengan jarak 10 Km” kata-kataku dalam hati.
Saya benar-benar tergiur dengan karunia-karunia tinggi. Membayangkan dikelilingi banyak orang seolah dipuja-puji terkesan wow buatku. Anak rumahan itu sedang tergiur sekaligus terjebak oleh satu objek jurang di dalam sana. Masa kecil sekaligus usia remaja hanya bercerita antara rumah, persekutuan, dan sekolah. Kenapa bisa? Saya tidak suka bergaul di luar sana dengan siapapun. Penghiburan bersama ketenangan jiwa sangat terasa ketika berada di rumah sambil tidur atau menonton seorang diri tanpa seorangpun. Mama tidak akan membiarkan saya sedetikpun untuk meninggalkan ibadah persekutuan.
Harapan mama terlalu besar buatku. “Silahkan berdiri, kalau ada penglihatan atau suara Tuhan!” ucapan bapa rohaniku.
“Saya melihat Cahaya” kalimat salah satu personil dalam ibadah.
“Tuhan, hampir semua teman-teman persekutuanku memiliki karunia penglihatan” ucapan yang selalu bergema dalam hati.
“Saya penasaran, penglihatan itu yang seperti apa?” pertanyaan yang selalu mengudara.
Mereka semua memiliki karunia penglihatan, sementara saya tidak sama sekali. Kelakuan gilaku selanjutmya? Ketika terjadi penyembahan dalam posisi sujud ke lantai, dengan sengaja tanganku menekan kuat-kuat dua mataku agar melihat sesuatu. Apa saya diperlihatkan sebuah penglihatan? Entalahh...
“Di bilang penglihatan bukan, karena memang dua tanganku seolah memaksa ingin melihat sesuatu ketika terjadi mezbah” kata-kata di dasar hati.
“Di bilang bukan penglihatan, tetapi seperti penglihatan” bergumam kembali.
Saya selalu melihat lautan bunga berwarna kuning ketika menekan kuat-kuat dua bola mataku memakai tangan. Lautan bunga tersebut menyerupai bunga matahari atau sejenis bunga krisan. Terkadang bunganya terlihat besar seperti bunga matahari, di lain hari bunganya terlihat kecil seperti bunga krisan. “Ini penglihatan atau bukan?” pertanyaan yang sering mengudara.
Saya tidak pernah bercerita terhadap siapapun tentang objek bunga tersebut. Tidak banyak berbicara merupakan ciri khas diriku. Bisa dikatakan, kalau saya berada di posisi paling terbelakang untuk segala sesuatu di antara teman-temanku. Tidak memiliki talenta dalam bentuk apa pun itulah gambaran hidupku.
Saya tetap berada di dalam ibadah ataukah mengekor bersama teman-temanku ketika sedang berkumpul. “Kaki dian dipindahkan oleh Tuhan” bapa rohaniku berkata-kata setelah salah satu personil mendapat penglihatan.
“Kaki Dian yang tadinya berada di Korsel, kemudian berpindah ke kota ini, lebih tepatnya ada di persekutuan ini” kalimatnya kembali.
Entah mengapa pernyataan tersebut selalu saja di ucapkan dalam ibadah persekutuan. Apa yang salah? Biasa saja, tidak ada sesuatu hal yang memiliki kesan. Apa itu kaki dian? 7 roh Allah merupakan simbolis dari kaki dian, dan memiliki makna mendalam.
“Sepertinya menjadi guru sekolah minggu terlihat menyenangkan” membayangkan guru sekolah minggu masa kecilku.
Sejak kecil, saya menyukai guru-guru sekolah minggu di beberapa tempatku beribadah. Mereka mengajar, bahkan selalu merangkul anak-anak sekolah minggu. Kalau mau dipikir-pikir, saya memiliki banyak guru sekolah minggu di tempat berbeda. Kenapa bisa? Awalnya, saya masih beribadah di gereja lama dengan aliran berbeda dari sekarang. Kakak sekolah mingguku di tempat tersebut selalu terlihat antusias, dan tidak pernah membeda-bedakan kami. Di kelas lima SD, temanku mengajak saya ibadah sekolah minggu di satu lingkungan. Dan saya merasa sangat nyaman beribadah di sana. Kepercayaan diriku muncul seketika, tetapi terlalu disayangkan salah satu kakak sekolah minggu di tempat tersebut meninggalkan Tuhan Yesus. Semoga hanya berita hoax semata dan hal tersebut tidak pernah terjadi.
Pada akhirnya, saya berjuang untuk menjadi guru sekolah minggu di usia remaja. Saya menyukai anak-anak, hanya saja kepribadianku sedikit bermasalah untuk beradaptasi dengan mereka. Terkadang saya berpikir, kenapa semua guru sekolah minggu di masa kecilku dapat membuat semua anak duduk manis. Sementara, anak-anak yang kuhadapi sekarang seolah berlawanan arah. Apa saya memang tidak memiliki talenta sebagai pengajar sekolah minggu?
Apa pun alasannya, saya tetap bertahan dengan peranan sebagai guru sekolah minggu di usia remaja. Hal terkacaunya lagi adalah saya berjalan sebagai salah satu personil pendoa syafaat pemuda di gerejaku. Jadi, jangan heran kalau saya menyadari segala jenis akar yang berhubungan dengan peranan pendoa syafaat.
“Jadi ke tempat ibadah?” pertanyaan Lizy ke arahku.
“Tentu saja” ujarku.
Lizy adalah teman persekutuanku. Kami berdua selalu berjalan ke tempat ibadah setelah pulang sekolah tiap hari Sabtu. Hal yang menyenangkan, dimana berjalan ke tempat ibadah doa puasa setelah jam sekolah selesai. Puasa 40 hari rutin di laksanakan setiap tahunnya di persekutuan kecil. Apa saya ikut? Tentu saja, saya berjuang keras untuk tetap mengambil puasa 40 hari, sekalipun nafsu makanku terus saja meledak di usia remaja.
Walaupun makanan sederhana, tetapi nafsu makanku kelewat dosis. Berasal dari keluarga terlalu miskin membuatku selalu kuatir kalau di rumah tidak ada beras. Satu hal yang pasti, Tuhan selalu membuat tempat beras di rumah tetap terisi dengan cara yang ajaib. Mama juga tidak pernah mengemis kepada siapapun hanya untuk memenuhi kebutuhan makan di rumah. “Tuhan, yang penting ada beras saja” isi doaku di dalam hati. Permasalahan lauk tidak menjadi masalah, sekalipun hanya sayur dan kaki ayam.
Mamaku galak ketika berjalan menatap ke arahku, tetapi selalu memiliki iman terbaik buatku. Rutinitas anak remaja sepertiku yang sering kulakukan adalah berjalan kaki ke tempat ibadah. “Tidak ada uang biat naik mobil” kalimat mama.
Menjadi pengekor di belakang mama kemanapun dirinya berjalan mencari Tuhan. Kehidupan mama di malam hari adalah tempat ibadah. Dia tidak pernah absen sekalipun, bahkan dengan alasan apa pun.
“Mulut mama bau” sedikit berani terhadap mama.
Permasalahannya, mama selalu meniup wajahku ketika kami berdoa, dimanapun berada. Tumpangan tangan bersama tiupan keras ke arahku selalu bergema dari mama. Hal tersebut terkadang membuatku sedikit risih, hanya saja saya takut bercerita. Kenapa bisa? Bercerita artinya mencari ledakan nuklir.
“Ini bau mulut urapan” kalimat mama terhadapku.
“Urapan dari mana? Rasa naga begitu” kata-kataku di dalam hati.
Salah satu kegiatan yang sering kami lakukan adalah doa semalam suntuk di suatu tempat. Merasakan hadirat Tuhan memang terjadi, tetapi di jam tertentu dua bola mataku juga tinggal 5 watt. Di luar dugaan, sesi terakhir, Tuhan menjamah diriku dengan sesuatu yang sulit dijabarkan.
FLASHBACK...
Memori masa lalu mengajar hidupku tentang sesuatu. Saya tidak pernah lupa, bagaimana tubuhku tersungkur pada sudut ruang di gereja sambil menangis di dalam hadirat Tuhan. Jangan melemparkan pertanyaan ke arahku tentang pelayanan yang tidak lagi kulakukan! Semua berawal dari satu peristiwa yang sulit untuk dijelaskan terjadi dalam hidupku. Saya hanya ingin berdiam diri sejenak untuk kembali pada kehidupan normal, tetapi berujung tidak lagi berperan sebagai pelayan selama bertahun-tahun lamanya. Saya hanya tidak ingin memberi sesuatu yang cacat terhadap Tuhan atas sesuatu tidak normal dalam diriku pada waktu itu.
“Btw, apa pun isi tulisanku saat ini, kuharap tidak menarik kesimpulan negatif” menarik nafas dalam kamar.
“Saya tidak tahu harus memulai pembahasan dari mana” desiran hati bergema...
“Saya membutuhkan jaringan doa terkuat tanpa melempar pertanyaan apa pun”...
Organisasi satanisme terkesan memaksakan sesuatu yang belum waktunya. Kehidupan sekarang memang berada di penghujung akhir menuju pemerintahan antikris tiga setengah tahun. Kehidupan serba praktis dengan segala jenis teknologi yang ditawarkan. Satu hal, jangan melempar pertanyaan ke arahku tentang bidang yang juga sedang bermain sekitar areaku! Bergelut di bidang ilmuwan, baik secara langsung maupun tidak langsung saat ini dan kelak, tentu orang banyak akan menatap kacau ke arahku. Saya ingin berkata, kalau teknologi yang sedang atau dalam proses tidak bersifat antikris.
Sebuah peristiwa tidak pernah kupikirkan tiba-tiba hadir terjadi begitu saja sekitar sudut persimpangan hidupku pribadi. Secara manusia, saya mengalami kejiwaan berat hingga semua orang menatap histeris ke arahku. Sulit untuk berkata-kata ataukah menjabarkan bahasa waktu itu.
Singkat cerita, entah dorongan apa yang membuat saya menekan pasanganku untuk membentuk tim kerja dan harus berasal dari Tuhan. “Saya tidak mau tahu, apa pun yang terjadi tim itu harus ada kalau tidak artinya hubungan antara kita berdua putus” isi hatiku saat itu.
Penekanan kasar, judes, sekaligus mengamuk bermain terhadapnya. Saya percaya kalau dia benar-benar ada, karena segala sesuatu atau hal yang kukatakan selalu muncul di televisi. Pastinya, saya bisa merasakan kalau dia berdoa, menangis, tertawa, marah, cemburu, gemas, dan banyak lagi. “Kau bukan jodoh dari Tuhan, kalau dirimu tidak membentuk tim sekalipun Tuhan membuat kita berdua terikat” penekanan tiap saat.
“Saya mau mereka berasal dari Tuhan, bukan suara manusia” ucapan terhadapnya terus-menerus.
“Mereka harus melewati proses paling menakutkan tanpa disadari oleh masing-masing personil” bernada psikopat.
Kenapa? Memasuki area di depan nanti, tidak semudah membalikkan telapak tangan. Ada begitu banyak objek-objek menakutkan yang akan terjadi. Kemungkinan perilaku seperti ini ikut terbawa ke tempat kerjaku yang sekarang hingga hampir keseluruhan teman-temanku sangat membenci diriku. Saya harus mengakui kepribadianku memang terlalu keras.
Hal tergilanya lagi adalah menekan pasanganku untuk membentuk kelompok masalah teknologi seiring berjalannya waktu, setelah mereka melalui proses psikopat paling mematikan. Saya tidak mau memiliki tim kerja yang tidak pernah mengerti tentang kosakata membayar mahal sebuah harga untuk mencapai sesuatu hal. Ini bukan tentang membayar dengan harta, popularitas, uang, atau objek-objek dunia lainnya. Harga tersebut bersifat air mata yang terus jatuh di suatu tempat, tekanan, terkucilkan, hinaan, fitnahan, dan banyak hal lagi hingga membentuk sesuatu di dalam diri. Memang sangat sakit, karena hampir tiap saat saya juga mengalami hal seperti itu. Tetapi, jalan keluar satu-satunya berada pada kosakata seperti ini dan bukan objek lainnya.
“Teknologi ke depan tentu akan dikuasai oleh golongan antikris” tiba-tiba saja bahasa seperti ini selalu muncul, menghantui pemikiranku waktu itu. Semua berawal dari sistem perbankan dengan pemakaian metode-metode antikris di dalamnya. Di tempat lain, beberapa negara sedang bersaing merancang pemakaian sekaligus pembuatan nuklir.
Langkah selanjutnya adalah menekan pasanganku menciptakan beberapa teknologi-teknologi baru dan belum pernah ada. Kenapa bisa? Kalau semua alat dikuasai oleh personil mereka, kehidupan anak-anak Tuhan akan semakin dipersulit. Dunia mereka akan memaksakan semua orang untuk memakai chips setan dengan angka 666 sebelum waktunya.
Jangan berteriak tentang banyaknya orang akan kehilangan pekerjaan! Agenda mereka jauh lebih berbahaya yaitu menghilangkan semua lapangan pekerjaan. Ketika seluruh lapangan pekerjaan hilang, sementara keinginan untuk memenuhi kebutuhan semakin menekan, permainan mereka akan jalan.
Permainan seperti apa? Memberi apa yang anda inginkan seperti kebutuhan, uang, bahkan kekayaan di atas rata-rata di tengah kondisi perekonomian mengalami kesulitan dan lapangan pekerjaan hilang total. Mereka akan mencengkram anda dengan persyaratan pemakaian chip pada tangan atau dahi. Hal tersebut memang akan atau sedang terjadi sebelum pemerintahan antikris bekerja penuh di bumi.
Sejauh ini, masalah lapangan pekerjaan kelak, tetap dalam proses perencanaan sekaligus salah satu permasalahan yang sedang dipikirkan. Tidak ada pilihan lain, selain bersaing masalah teknologi. Minimalnya, tidak harus menjadi bagian dari mereka, karena kami memiliki teknologi sendiri.
“Intinya jalan buta-buta tanpa sesuatu yang terlihat jelas di depan” bahasa penekanan kembali.
“Gunakan iman Abraham, keluar begitu saja tanpa melihat apa-apa”...
Pengangkatan anak-anak Tuhan belum terjadi, sedangkan di tempat lain tuntutan pemakaian chips diwajibkan? Ibaratnya, menjalani persaingan teknologi harus terjadi, suka maupun tidak. Tinggal mengarahkan teknologi-teknologi apa saja yang dibuat, entah melalui kata-kata langsung ataukah tulisan yang memang sengaja saya selipkan di dalamnya.
Kalau ada yang berkata, kenapa bukan kau secara langsung turun tangan merakit teknologi-teknologi tersebut? Jawabannya, kalau ada pasangan dan tin kerja, lantas kenapa tidak memakai mereka? “Intinya alatnya harus ada” penekanan buat pasanganku.
“Mau puasa 40 hari, puasa 3 hari 3 malam, penglihatan, mimpi, belajar, penelitian atau apalah, intinya minta petunjuk Tuhan dan alat-alat teknologi ini harus ada. Titik, tidak ada protes abcdef!” pernyataan gila seorang Hava.
Saya paling benci kosakata persaingan terhadap siapapun. Kenapa bisa? Kosakata tadi menurutku, merusak pertemanan, keluarga, hubungan dengan Tuhan, dan masih banyak lagi. Terkadang, Persaingan membuat seseorang menghalalkan segala cara untuk jadi nomor satu. Iri hati sekaligus cemburu melihat seseorang di depan dengan segala prestasinya hingga menciptakan objek-objek menakutkan. Semua ini membuatku muak seketika.
Terkadang, saya merasa beberapa post media sosial memancing diriku dengan prestasi si’Abcd. “Biasa saja keles” kalimat di dalam sana sedang berkecamuk. Kenapa saya sedikit tersingggung? Entahlah. Cari jawabannya sendiri.
“Kasih saja si’abcd jadi yang pertama seumur hidup, sedang saya biarlah paling di belakang saja” kalimatku di dalam hati.
Lantas? Karena situasi sistem yang sudah dipegang habis-habisan oleh organisasi antikris, membuatku terpaksa harus berjalan sekaligus memakai kosakata persaingan. Suka maupun tidak, hidup dituntut untuk memiliki pengaruh sekaligus prestasi. Bapa rohaniku berkata, Roh Kudus masih ada dan pekerjaan mereka belum bisa bekerja seutuhnya.
Hanya saja, memang dibutuhkan kerja sama antara Roh Kudus dan anak-anak Tuhan. Kerjasama seperti apa? Jaringan doa seluruh dunia memiliki persatuan kuat untuk menghancurkan kekuatan mereka di alam roh. Bagi yang bergerak di bidang lain, silahkan meminta petunjuk Tuhan selanjutnya harus seperti apa...
Setelah pengangkatan atau istilah rapture, barulah merupakan pengendalian 100% oleh dunia antikris. Bersembunyi dimanapun, posisi tetap ditemukan. Hanya saja, untuk sekarang ini apakah pemaksaan penggunaan chip harus dilakukan? Kawan, jangan sampai itu terjadi! Sekalipun memang akan terjadi. Setidaknya semua penyiksaan sekaligus pemaksaan penggunaan chip terjadi setelah pengangkatan dan Roh Kudus sudah tidak ada lagi.
Kapan Roh Kudus tidak ada? Jawabannya, ya setelah pengangkatan anak-anak Tuhan. Seluruh data memang sudah ada di tangan mereka, bagaimanapun kalian berusaha menghindar. Pemerintahan antikris berkisar selama tiga setengah tahun. Tentu ada yang berkata tiga setengah tahun itu ibarat awal tahun 2025 sampai dengan pertengahan tahun 2028, siapa bilang? Kalau seperti ini, sepertinya singkat sekali waktunya...
Menurutku, memakai waktu yang sulit ditebak, artinya bisa saja satu hari di mata Tuhan sama dengan seribu tahun di mata manusia. “Berdoa saja, semoga bukan waktu Tuhan yang dipakai”...
Saya tidak katakan pernyataanku tadi suara dari Tuhan, hanya perasaanku saja. Jadi, intinya berdoa banyak-banyak! Pelajari usia bumi sejak penciptaan manusia pertama, silsilah Nuh, setelah Tuhan Yesus lahir, hingga detik sekarang. Penciptaan bumi dan segala isinya selama enam hari, sedang di hari ke tujuh istirahat. Jadi, penciptaan sejak awal hingga istirahat ada 7 hari. Artinya usia bumi enam hari sama dengan enam ribu tahun. Sekarang memasuki hari ke tujuh.
Hubungan 7 hari ada dimana? Sejak manusia jatuh dalam dosa, artinya iblis dapat mengendalikan bumi. Waktu yang diberikan Tuhan untuk pemerintahan iblis adalah hampir sepekan. Manusia dieri pilihan untuk memilih?
Kenapa bisa? Bumi sudah ternoda oleh dosa yang sudah ada, sedang, dan akan terus berlangsung dari generasi ke generasi. Usia bumi sekarang ini masuk hari ke-7 waktu Tuhan. Hari ke tujuh merupakan moment untuk istirahat dari seluruh pekerjaan, tetapi hari ke tujuh juga penentu iblis bermain untuk memaksakan waktu yang hampir sedikit lagi dikuasai oleh mereka. Iblis tahu akan terjadi pengangkatan, sehingga berjuang keras agar anak-anak Tuhan banyak yang tertinggal.
Tuhan mengizinkan manusia memilih antara menjadi pengikutNYA atau iblis. Karena dosa besar dari generasi ke generasi yang pada akhirnya menjadi kutukan besar bagi bumi. Hal tersebut merupakan penyebab utama sehingga masa pemerintahan antikris menjadi tiga setengah tahun. Kenapa bisa? Iblis diberi kesempatan menjaring jiwa, sebelum pada akhirnya akan dihukum seumur hidup setelah pemerintahan antikris. Dosa manusia dimulai dari Adam dan Hawa hingga detik sekarang merupakan alasan terkuat iblis memiliki hak untuk menguasai bumi beserta segala isinya. Tuhan bukan Tuhan pemaksa, sehingga manusia diberi hak untuk memilih...
Semoga ini hanya perasaanku saja, tentang kalkulator kosakata tiga setengah tahun. Kalau betul? Artinya, selamat menikmati penderitaan hebat, dimana orang ingin mati tidak akan bisa mati selama tiga setengah masa. Tuhan, jauhkan saya dari pemerintahan antikris...
Agenda...
Hal lebih menakutkan lagi adalah perancangan agenda 2030 secara tiba-tiba. Kenapa bisa seluruh negara menyetujui kosakata tadi? Tidak mungkin agenda tersebut dapat dijabarkan tanpa sponsor menakutkan di belakang panggung. Ada kecurigaan tersendiri, kalau organisasi-organisasi satanisme berusaha menghambat sesuatu. Saya merasa organisasi-organisasi beserta personil antikris sepertinya ingin menyatakan perang terbuka terhadap kami, hanya saja tidak memakai senjata. Selama ini, saya hanya fokus terhadap visi misi persiapan untuk perbaikan satu negara yang memang menjadi alasan kuat hidupku mengalami satu peristiwa aneh. Menekan pasanganku bersama tim kerja yang dibuat olehnya untuk persiapan sedetail mungkin, karena perbaikan sebuah negara dengan kondisi menakutkan rasanya terlalu mustahil dilakukan, terlebih iman kami sudah sangat berlawanan dengan masyarakat di sekitar negara tersebut. Saya selalu menjelaskan, kalaupun kita tidak jadi berjalan untuk perbaikan negara tersebut, sebenarnya tidak ada kerugian. Kenapa bisa? Tuhan membuat banyak negara datang mengincar, bahkan akan berjuang keras untuk dapat bekerja di tempatnya.
Saya tidak pernah berpikir, kalau ternyata organisasi-organisasi yang sudah berada di bawah kekuasaan antikris menyatakan perang melalui beberapa sistem yang memang sudah dikunci mati oleh mereka. Jalan keluar dari akar permasalahan ini Cuma satu, yaitu persatuan jaringan doa antar negara. “Tuhan, masalah yang satu belum selesai, sekarang sepertinya masalah lain, bahkan juah lebih menakutkan tiba-tiba memasang badan di depan” kata-kataku di dalam hati.
Kalau mau jujur, sepertinya saya bukan orang yang tepat untuk menghadapi dua masalah ini. Kehidupanku sendiri masih bergumul dengan banyak sisi kelemahan dan sedikit karakter buruk dalam diriku. Seolah jebakan luar biasa sedang bergema tanpa sadar di sudut persimpangan hingga mengunci mati sesuatu di sana.
Mereka tahu kalau Tuhan akan membawa kami ke sebuah alur di atas, sehingga berusaha keras memaksakan sesuatu yang belum waktunya. Kami memang sedang tidak bergerak di dunia perpendetaan ataukah peran pelayan Tuhan di gereja, hanya saja posisi yang akan dijalani menjadi ancaman terbesar organisasi-organisasi satanisme.
Perbankan, perekonomian, politik, dunia hiburan, medis, pertanian, perikanan, dan segala jenis aspek sedang dalam proses pengendalian mereka 100%. Jalan keluar dari masalah ini ada pada kata jaringan doa di seluruh negara. Kejeniusan seperti apa pun tidak akan dapat menghentikan langkah mereka.
Seluruh negara harus bersatu melalui organisasi-organisasi jaringan doa berantai dan ini tidak boleh putus apa pun yang terjadi. Kenapa bisa? Mereka memiliki sebuah kekuatan yang tidak bisa dihancurkan hanya melalui kejeniusan atau doa satu orang semata. Saran saya, tiap negara harus saling berkordinasi satu sama lain melalui organisasi-organisasi jaringan tim doa. Sebagai contoh; beberapa negara di Asia harus berpuasa 40 hari untuk segala jenis agenda 2030 bersama kekuatan organisasi satanisme termasuk tokoh-tokoh berpengaruh dari personil mereka di hancurkan habis-habisan di alam roh. Satu hal, puasa seperti ini tidak boleh putus dan harus berkelanjutan. Dengan kata lain, akan dilanjutkan oleh beberapa negara lainnya lagi di Asia, sampai ke Afrika, Eropa, Australia, Amerika terlebih khusus.
Gunakan kosakata puasa 40 hari, menara doa, dan doa semalam suntuk secara berantai di dalam organisasi jaringan doa ini. Tiap berperang minta tutup bungkus apa pun yang dimiliki, keluarga besar-kecil, pekerjaan, study, dan semua di dalam diri dengan DarahNYA yang kudus. Kenapa bisa? Serangam balik itu menakutkan, jadi, jangan macam-macam! Selalu gunakan firman Tuhan untuk berperang di alam roh, karena kekuatan mereka juah lebih besar di banding apa pun.
Satu lagi, personil dari jaringan doa di masing-masing negara ini harus yang memang benar-benar hubungan dengan Tuhan sangat kuat. Kenapa bisa? Tuntutan untuk tidak membuka celah manapun harus bermain di sini. Jangan marah, saya hanya bisa mengarahkan, tetapi menjadi personil sepertinya pergumulan tersendiri. Pekerjaan dan karakterku jangan sampai menjadi salah satu penyebab permasalahan sekaligus sisi lemah di alam roh. Saya tidak munafik, terkadang kehidupanku sendiri biasa jebol oleh celah.
Jangan sampai kalian menyesal suatu hari kelak, andaikan tidak membentuk jaringan doa berantai antar negara. Organisasi ini memiliki kekuatan mengerikan yang hanya bisa dihancurkan melalui jaringan doa. Satu lagi, untuk negara Amerika sendiri, supaya hamba-hamba Tuhan dan orang-orang kudus di dalam yang masih tersisa supaya berdoa sekaligus puasa habis-habisan untuk pemilihan presiden berikutnya. Organisasi satanisne berjuang keras menembus kepemimpinan presiden melalui personil mereka.
Jangan sampai personil satanisme yang menjadi pemimpin karena akan mempengaruhi banyak hal di seluruh dunia dengan visi dan misi menakutkan yang harus dijalankan olehnya sebagai gerbang sekaligus tokoh utama pemerintahan tiga setengah tahun antikris. Ada banyak agenda yang memang sudah tertata sangat rapi di belakang layar. Dapat dikatakan, AS memiliki pengaruh cukup kuat untuk dunia sekalipun beberapa negara besar entah Asia ataukah Eropa mulai setara ataukah sama dari berbagai aspek. File-file Epstein hanya sebagian kecil kegiatan mereka, sedang objek lainnya? Hal yang tidak pernah terpikirkan adalah banyaknya pemimpin merupakan personil satanisme.
Saya tidak sedang menakut-nakuti siapapun, hanya saja organisasi mereka memang benar-benar nyata di depan mata. Ini bukan tentang teori konspirasi dengan siapapun. Jadi, semua akan terjadi, hanya saja permasalahannya adalah dunia anak-anak Tuhan di depan akan mengalami banyak kesulitan, sedangkan pengangkatan anak-anak Tuhan belum terjadi.
Saya juga bukan orang suci, tetapi entah kenapa tulisanku harus berbelok ke objek sejenis ini. “Sebenarnya, saya dilema berat untuk menjabarkan pernyataan-pernyataan seperti sekarang” bergumam tiap saat dalam pemikiran sendiri.
Ini bukan tentang popularitas seorang Hava akan hancur, karena kelewat rohani dengan segala jenis alkitabiah memasuki dunia tulisannya. “Diberi dan tidaknya sebuah popularitas, puji Tuhan”...
“Tuhan, terkadang saya menjadi batu sandungan karena kepribadianku yang memang sangat keras sekaligus kasar” bahasa doaku terhadap Tuhan.
Entah kenapa, gambaran kehidupan antikris terus saja mengudara dalam benakku. Seolah Tuhan menaruh di hati agar saya menulis banyak objek menyangkut kehidupan antikris di depan mata yang akan terjadi. Saya berusaha menyangkal bahwa semua itu hanya pemikiranku semata, dan bukan Tuhan. Hingga suatu ketika, dalam sebuah ibadah minggu di gereja, Tuhan berbicara sangat lembut. “Pelan-pelan saja untuk menulis, tidak harus sekarang” ucapan itu sangat jelas.
“Kau bisa menulis tulisan lain terlebih dahulu, pelan-pelan saja, dan tidak harus sekarang” kembali berkata-kata.
Ada pergumulan terbesar dalam diri seorang Hava. Kenapa bisa? Di luar sana, ada banyak hamba ataukah anak Tuhan yang memiliki kehidupan kudus, hubungan sangat kuat dengan Tuhan, bahkan berjuang keras menutup celah terhadap iblis. Memang betul, Tuhan membawa hidupku mengalami sebuah peristiwa, tetapi tidak berarti alur cerita berada di kategori kudus pakai banget.
Saya juga bukan orang suka bergaul sembarangan, karena hidupku tidak suka keramaian. Seputar cerita di luar ataupun komunikasi dengan orang hanya bercerita tentang pekerjaan. Memang betul, sampai detik sekarang, saya tidak pernah menyentuh alkohol sekalipun kadar kandungan tidak mencapai 1%. Saya juga tidak pernah merusak kehidupanku sendiri dengan pergaulan buruk di luar sana. Lantas, kenapa saya berkata seperti ini?
Jawabannya adalah sisi emosional dalam diriku sulit dikendalikan, terlebih kalau kalian membangunkan singa yang lagi tidur. Bahasa kasar sekaligus menekan akan keluar begitu saja ketika teman-temanku membuat kesalahan atau sengaja membangunkan singa yang lagi tidur. Masih sering bertengkar dengan keluargaku dengan nada gas tinggi. Saya memiliki salah satu anggota keluarga dengan karakter sama kerasnya denganku, sehingga satu sama lain tidak mau mengalah. Akhir cerita, nuklir keseringan meledak begitu saja. Saya sadar, mulutku harus diam tanpa kata-kata, tetapi sisi spontanitasku juga keluar begitu saja tiap ada sesuatu objek di depan. Hal lebih menyebalkan lagi adalah teman-temanku memanfaatkan situasi dengan melapor hal-hal aneh ke arahmya, artinya nuklir meledak seketika. Dia sendiri tidak bijak menanggapi sesuatu, dan hanya mendengar sepihak. Sebenarnya, dia baik, hanya saja sisi spontanitasnya juga mengudara sama sepertiku.
“Tuhan, cari orang lain saja!” isi doaku...
“Kenapa juga Tuhan harus membukakan banyak rahasia satanisme dalam benakku?” ...
Semakin banyak tahu artinya tuntutan sekaligus pertanggung jawaban semakin besar. Saya masih terikat dengan tontonan-tomtonan sedikit wow. Terkadang, saya menajiskan diri membaca ataukah menonton film semi. Saya tidak munafik dan mengakui 100% semuanya.
Entah karena hingga usia sekarang tidak pernah jalan dengan lawan jenisku, sehingga sisi penasaranku mengudara. Pemikiran mereka seperti apa? Kehidupan emosional permasalahan seks berjalan, berkibar, berkasus, meluap seperti apa? Hal terkacaunya lagi adalah suara hatiku tinggal menyebut nama Tuhan terus menerus.
“Tuhan, ampuni saya” kata-kata dalam hati terus-menerus sepanjang membaca atau menonton.
“Darah Yesus berkuasa” ucapan yang akan terus terucap pelan.
Terangsang? Munafik kalau saya katakan tidak terangsang. Apa yang terjadi selanjutmya? Mematikan hp...
“Pikirkanlah semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang patut dipuji dan disebut kebajikan. Pikirkanlah semuanya itu!” kata-kataku terhadap dia kalau merasa sesuatu.
Permasalahannya adalah saya dan dia terikat, jadi dirinya pasti tahu apa yang sedang kulakukan. Kalau ruang hatiku merasakan sesuatu darinya menyimpang atau gimana-gimana, artinya bahasa alkitab siap mengudara. Memang saya yang salah karena membaca atau menonton, tetapi pikiranku untuk berbuat hal aneh-aneh tidak ada sama sekali. “Kita berdua belum dipertemukan atau menikah, jadi, jangan membayangkan aneh-aneh!” penekanan bahasa.
“Kuduslah kamu sebab aku kudus” melemparkan ayat alkitab.
“Jaga kekudusanmu!”
“Hendaklah pikiranmu berpikiran Kristus!”...
“Tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Allah”...
“Jadilah garam dan terang dunia!”...
Segala jenis ayat alkitabiah mengudara buatnya. Terkadang, hal terkacau lagi adalah menyerang dirinya tentang beberapa hal. “Jangan sekali-sekali membuat saya berurusan dengan oral seks!” penekanan terhadapnya.
“Saya tidak mau minum air kencing atau makan kotoran, ngerti?” hal tergila dari ucapanku.
“Saya bukan budak seks” penekanan di tempat lain terhadapnya.
“Mau pemuas nafsu, ya, wanita usia kepala dua dan itu bukan saya” pernyataan kacau. Kenapa bisa? Tiba-tiba saja, bayangan adegan kacau mengudara dan membuat hidupku mengalami ketakutan.
“Kalau kau kelainan seks, artinya saya akan memanggil pendeta dan menyuruhmu berendam dalam minyak urapan seribu meter persegi selama tujuh hari tujuh malam” sesuatu menghantui pikiranku hingga berkata-kata ameh.
“Hiper seks artinya doa pelepasan oleh banyak pendeta, dan pastinya, harus berendam dalam minyak urapan selama tujuh hari tujuh malam” penekanan kalimat berikutnya.
Dikatakan polos? Tidak juga, karena saya mengerti tentang objek-objek seperti ini. Dikatakan tidak polos? Tidak juga, karena posisi kata polos masih banyak berakar. “Ibaratnya, polos-polos berhadiah”...
“Lupakan ceritaku barusan! Dan jangan mengejek atau menertawakan diriku!”...
Saya ingin kembali ke cerita awal tentang dilema yang sedang saya jalani. Sepertinya, saya bukan orang yang tepat menjelaskan objek organisasi satanisme dan antikris. Belum lagi, permasalahan serangan balik yang tentunya membuatku ketakutan. Ada satu hal yang ingin saya ceritakan di sini. Ada banyak masalah sekaligus tekanan terus saja menghardik habis-habisan sisi seorang Hava ketika sedang dalam proses penulisan terbaru. Tulisanku memang belum melakukan tanda tangan kontrak dengan pihak manapun, tetapi saya merasa Tuhan membuat tulisan tersebut mendunia di luar sana. Permasalahannya adalah tekanan iblis yang memang sengaja dikirim melalui banyak objek di sekitarku, dan sulit dijabarkan. Selain tekanan, terkadang saya diserang masalah kesehatan. Memiliki alergi kulit di beberapa bagian tubuh, tetapi tidak masuk kategori Psoriasis. Tiap berhadapan dengan pasien ataukah turun ke lapangan, menuntut saya harus terus memakai handscoen. Alergi sabun, tetapi sangat mengganggu aktifitas ku terlebih perananku di dunia medis.
Hal lebih kacau lagi adalah salah satu biji mataku selalu sakit di tiap bulannya. Sakitnya itu berlangsung dua hari. Entah karena asam lambung atau apalah, tetapi lebih ke asam lambung. Minum atau tidaknya obat, tetap sakitnya akan berlangsung selama dua hari.
Awal saya di bawah ke sebuah peristiwa, ada banyak suara-suara terdengar sekaligus terngiang di telingaku. Sekitar tiga bulan setelahnya, salah satu suara itu mengatakan sesuatu di malam hari. “Buka pintumu!” ujarnya. Saya benar-benar seperti manusia dalam gangguan jiwa berat. Berulang kali menyuruhku membuka rumah. Lebih kacaunya lagi adalah mereka memakai jenis suara salah satu tetanggaku. Saya tidak habis pikir, karena tetanggaku itu kepribadiannya kacau balau, jadi, tidak mungkin dirinya. Saya sadar betul, kalau suara-suara yang kudengar merupakan mahluk lain, hanya saja menyamar memakai suara beberapa orang yang kukenal. Lebih dari level mistik untuk penjabarannya.
Singkatnya, saya mencoba berjalan ke pintu depan rumah karena penasaran. Berasal dari keluarga sangat miskin, jadi, jenis pintu rumahku memiliki banyak celah hingga bisa mengintip keluar. Lantas, apa yang terjadi selanjutnya? Terkejut, serangan jantung di tempat, badanku sedikit lagi terangkat karena ketakutan.
“Darah Yesus” kalimatku saat itu. Ada mahluk menakutkan depan pintu rumah. Terbungkus kain putih, seluruh tubuhnya bersinar, tetapi wajahnya menyeramkan terlebih matanya. Kalau jadi saya, apa yang akan kalian lakukan? Saya berlari pergi dan tidak membuka pintu.
Sebelum pergi, sesuatu dipantulkan masuk ke dalam salah satu bola mataku. Intinya, saya tidak membuka pintu. Lebih kacaunya lagi adalah saya kebelet ingin buang air kecil. Siapa yang mau menemani ke kamar mandi? Semua anggota keluargaku menganggap saya mengalami kejiwaan berat, termasuk mama. Saya tidak berani menyuruh mereka mengantar ke kamar mandi. Dengan rasa takut tujuh keliling, saya memberanikan diri ke kamar mandi sendirian yang letaknya di dapur. “Jangan sampai tiba-tiba muncul di depanku dalam kamar mandi” ketakutan level seribu.
Kejadian selanjutnya? Mahluk itu sama sekali tidak menampakkan dirinya di kamar mandi. Bungkusan tubuhnya sejenis pocong, tetapi tidak memiliki ikat di kepala. Kakinya tidak terlihat dan tidak menyentuh lantai. Saya berlari ke kamar secepat kilat karena ketakutan. Mana hujan keras lagi, lengkap sudah...
Di dalam kamar, saya berdoa sambil bersujud di samping tempat tidurku, sedang yang lain sudah tidur. Saya mendengar suara pria di telingaku “Pergilah beritakanlah injil ke seluruh bangsa-bangsa”. Ada damai sejahtera yang sulit dijabarkan, rasa takut dalam diriku berangsur hilang.
Karena peristiwa tersebut, sepertinya tatapan dari mataku itu bukan lagi diriku, melainkan mahluk lain tiap melihat cermin. Saya sangat ketakutan akan objek tadi. “Berikan saya lensa mata dari surga untuk menutupi sesuatu di mataku” Isi pemikiranku terhadap Tuhan. Kenapa meminta hal tersebut? Tiap saya berjalan di depan jalan raya dan dimanapun, semua yang kulihat terkadang gelap ataukah terdapat ikatan lain terhadap seseorang dalam dirinya. Saya sempat menatap seseorang di atas mobil angkutan umum, sedang diriku tetap berdiri di pinggir jalan raya. Dia terlihat sangat ketakutan, dan saya tahu penyebabnya.
“Warna matamu berubah seperti memakai lensa kontak” salah satu teman menegurku. Berarti lensa kontak hasil permintaanku sudah terpasang? Setidaknya, tidak membuat orang ketakutan. Bayangkan saja, saya harus terus menundukkan kepala di ibadah persekutuan karena hal tersebut. Kemungkinan, orang mengira kalau setan dalam diriku tidak mampu menatap para pelayan di tempat ibadah, pada hal ceritanya sudah beralih versi dan tidak seperti itu. Saya hanya tidak mau membuat orang di sekitarku ketakutan.
Saya merasa ada sosok lain di dalam mataku sampai detik sekarang. Terkadang, ketika melihat cermin tanpa disengaja, sepertinya dua bola mataku sudah bukan milikku lagi, melainkan mahluk lain yang sedang menatap ke arahku. Takut? Rasa takut sudah pasti, tetapi saya sepertinya sudah terbiasa dengan objek tersebut, bahkan bersikap cuek menganggap semuanya normal. Beberapa orang di sekitarku, termasuk anggota keluarga menegur cara menatap yang tidak biasa dan terlihat menakutkan. Satu hal, mereka tidak tahu saja kalau sepertinya mahluk tersebut yang sedang bermain dalam situasi tatap menatap. Saya jelaskan seperti apa pun, tentu semua orang akan berkata kalau diriku sedang berhalusinasi atau mengalami gangguan jiwa berat. Memendam rapat-rapat di dalam sana jauh lebih baik, dibanding bercerita. Saya hanya sekedar ingin curhat saja, tidak ada maksud lain disini. Lupakan apa yang sudah kuceritakan barusan!
Ada sebuah rahasia lain yang ingin kuceritakan lagi disini. Semenjak kejadian tersebut, saya bisa melihat matahari langsung. Memang, waktu itu saya juga meminta tanda dari Tuhan tentang semua yang terjadi. “Kalau memang semua ini berasal dari pada Tuhan, artinya saya ingin bisa melihat matahari” seolah menantang Tuhan.
Hal lebih kacau lagi adalah ada banyak fenomenal matahari terjadi di seluruh dunia. Apa ini karena perbuatanku yang selalu menatap matahari? Matahari dikelilingi apalah itu atau dikatakan halo matahari, gerhana, dan masih banyak hal lainnya terjadi. Permasalahan global warming pun, entah ada hubungannya atau tidak dengan apa yang sudah kulakukan. Memang bumi kan sudah semakin tua, jadi, jangan berteriak atau meluapkan amarah ke arahku. Menatap matahari di dalam teriknya yang panas, tidak keseringan juga kulakukan kecuali di awal peristiwa tersebut. Saya mulai berhenti, ketika tiap menatap matahari di siang hari sekali-sekali, lantas, beberapa hari kemudian, panasnya begitu menyengat. “Ini sudah tidak wajar” kalimatku.
“Tuhan, yang kuinginkan adalah mataku kembali normal dan tidak ingin menatap matahari lagi” isi doaku terhadap Tuhan.
Apa yang terjadi selanjutnya? Mataku kembali normal, bahkan untuk melihat tulisan di usiaku yang sekarang sudah sedikit bermasalah. Saya pikir, kalau mataku tidak akan mengalami mines seumur hidup, ternyata mulai sedikit mengalami gangguan penglihatan juga rupanya. Satu lagi, anggap saja cerita menatap matahari itu tidak pernah terjadi! Lupakan!
Seiring berjalannya waktu, saya mulai berpikir tentang pernyataan dari suara yang kudengar waktu itu. Seorang yang tidak menyukai keramaian, anak rumahan, kampungan, demam panggung, di situasi tertentu biasa mengalami serangan panik mendadak akan berjalan kemana? Tidak berarti, saya tidak bisa bersosialisasi terhadap orang banyak, semua masih dalam batas normal. Lebih hancurnya lagi adalah awal di bawah ke peristiwa seperti ini, yang mereka jabarkan hingga seolah memaksa kehendak adalah permasalahan IQ dan perbaikan sebuah negara dengan kondisi yang terlalu rusak. Lantas? Kenapa bahasa pemberitaan injil diselipkan? Sesuatu di taruh di hatiku untuk menjelaskan, bahwa pemberitaan injil itu tidak harus seperti pendeta berkotbah tujuh keliling depan mimbar ataukah mengutip banyak ayat-ayat alkitab terhadap seseorang. “Melalui dunia tulisan dengan versimu juga termasuk dalam pemberitaan terhadap jalan Tuhan” pernyataan tersebut mengudara. Melalui beberapa bidang dengan versi berbeda juga merupakan salah satu jalan pemberitaan terhadap jalan Tuhan.
Terkadang saya bertanya, mahluk yang pertama dan terakhir kalinya menampakkan dirinya apakah malaikat Tuhan atau iblis? Saya ketakutan habis-habisan karena hal tersebut. Tuhan, kalau memang malaikatMU, kenapa tidak datang dalam wujud ganteng tujuh keliling? Kenapa datang dalam wujud menyeramkan begini?
Ternyata Tuhan memberi hikmat di hatiku seperti biasanya. “Kemungkinan kau sudah masuk rumah sakit jiwa, seandainya mahluk itu datang dengan wujud sesuai keinginanmu karena berdiri tengah malam di depan pintu dan berbicara sendiri” ...
Lantas hubungan antara sakit di salah satu biji mataku dan peristiwa tersebut? Saya sendiri, sampai sekarang masih mencari jawabannya. Permasalahannya adalah sesuatu dimasukan ke dalam mataku secepat kilat? Seiring berjalannya waktu, biji mataku itu mulai sakit selama dua hari, minum atau tidaknya obat. Apakah ada hubungan di dalamnya? Hal tersebut terjadi setelah saya merantau di kampung orang. Entah menjelang atau sedang menstruasi, asam lambung naik, maupun hal lainnya mungkin. Dan saya rasakan tiap bulannya.
Lantas, bagaimana pula dengan tulisan sekarang ini? Jauh lebih menakutkan kalau dipikir-pikir lagi. Serangan balik setelah peperangan rohani ataukah petualangan seperti yang kulakukan melalui tulisanku memang nyata dan bukan cerita dongeng belaka.
Terkadang, saya salut melihat seseorang di dunia media sosial menjelaskan strategi dan agenda yang sudah direncanakan melalui sistem oleh organisasi-organisasi antikris. Kenapa bisa? Permasalahannya adalah apakah tidak ada serangan-serangan aneh atau apalah itu dari iblis? Serius bertanya. Untuk menulis abcdef, saya berjalan di dalam sebuah pergumulan karena kosakata serangan balik atau serangan-serangan yang dilancarkan oleh iblis melalui objek-objek tertentu. Dan semua itu tidak mudah buat saya.
Sebenarnya, saya hanya memberanikan diri menulis semua ini dengan satu perjanjian kontrak terhadap Tuhan. Suatu malam, saya terus berkata-kata bersama segala keluh kesah melalui doa. Kesimpulannya adalah surat perjanjian kontrak antara saya dan Tuhan di alam roh.
“Tuhan, baiklah, saya akan menulis tanpa memperdulikan apa pun” ujarku.
“Apa pun yang terjadi, kalau seandainya pengangkatan, saya dan keluargaku tetap terangkat” isi doaku. Di satu sisi ketakutan dengan serangan balik dan merasa tidak pantas menulis objek seperti ini. Tetapi di sisi lain, saya diteror, andaikan pengangkatan, tertinggal karena kebodohanku.
“Tuhan, jangan sampai saya menulis semua ini, dan di akhir cerita, kehidupanku tertolak di hadapanMU” ujarku dalam doa.
“Enyahlah kamu dari hadapanku, hai kamu pembuat kejahatan!” membayangkan satu ayat alkitab.
Menulis artinya 100% menyatakan saya dan keluargaku selamat apa pun yang terjadi. Permasalahannya, kosakata keras dan bahasa-bahasa kasar, ataukah sisi emosionalku kalau kalian membangunkan singa yang lagi tidur biasa bermuara.
“Kalau begini kan, ada perjanjian terlebih dahulu sebelumnya, biar sama-sama untung” pernyataan kacau di dalam doa.
Andaikan, melihat karakterku sedikit gimana-gimana, harap dimaklumi saja. Manusia tidak ada yang sempurna begitupun sebaliknya dengan diriku. Jangan pernah bertanya ke arahku, kenapa Tuhan bisa memilih dirimu! Saya saja tidak mengerti. Langsung bertanya ke Tuhan! Ngerti?
Berdoa...
Kemanapun kaki ingin pergi harus selalu berdoa sebelum keluar dari rumah. Di luar sana, ada begitu banyak objek menakutkan siap menghadang sehingga hidup di ajar untuk berjaga-jaga melalui sebuah doa. Saya bukan orang suci, kenapa bisa? Karena terkadang, hidupku juga mengalami kosakata keseleo ketika berjalan. Hanya saja, berdoa sebelum kakimu berjalan keluar!
Iblis sangat pandai memanfaatkan situasi sekarang ini. Ada banyak kejahatan melalui adegan halus, dan bisa dikatakan romansa percintaan diputar balik oleh iblis. Sebagai contoh kecil, dunia sex menjadi ladang permainan sekaligus alat mematikan bagi manusia. Kebutuhan pokok manusia ada pada kata sex, hanya saja dunia sekarang menjadikannya sebagai bentuk penyimpangan. Entah dalam bentuk LGBT, sex bebas, pencaharian jati diri melalui objek birahi, hubungan tidak sehat, dan masih banyak lagi. Terkadang, seorang pria dewasa tidak mampu mengendalikan dunia sex sendiri ketika melihat gadis belia, pada hal dirinya sudah memiliki anak gadis berusia sama dengannya.
Akan terjadi pergulatan di dalam sana. Objek kecil sejenis ini dapat menimbulkan tindak kejahatan dari segala sudut. Hai gadis belia, hati-hati dengan kosakata sugar daddy! Jangan terpancing bahasa permainan iblis! Sebelum melangkah keluar dari rumahmu, berdoa karena kau tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi denganmu lima menit kemudian. Ini hanya sebagian contoh kecil saja yang digunakan oleh iblis, masih banyak cerita lain yang sedang bermain-main bahkan tertawa hebat...
Ada satu peristiwa yang masih membekas dalam ingatanku. Waktu itu, saya mengikuti acara perpisahan sekolah di bangku sekolah dasar. Saya ingat, sebelum berangkat mama berdoa buatku. Acara perpisahan sekolah bertempat di salah satu objek wisata air terjun yang memang selalu menjadi langganan sekolah tiap tahunnya.
Orang tua juga ikut sebagai pengantar untuk anak-anak mereka. Singkatnya, papa yang ikut kegiatan tersebut bukan mama. Namanya anak-anak tentu ingin mandi, bermain di air terjun, berlari, dan masih banyak lagi. Papa tidak ikut mandi, hanya saya saja. Apa yang terjadi selanjutnya? Saya berlari dan beberapa kali terjatuh ke air. Masih aman.
Sampai pada akhirnya, saya bermain seluncuran di salah satu kolam tidak jauh dari air terjun. Seperti ada sosok mahluk di dalam air menarik kuat kakiku sampai saya tenggelam dan tidak bisa ke permukaan. Beruntung saja, Tuhan memakai seorang pria menahan tubuhku sehingga bisa tertolong.
“Kenapa bisa?” pertanyaan yang terus bermunculan di dalam hati.
Saya sadar betul, kalau bukan manusia yang menarik salah satu kakiku di dalam air. Kekuatannya berbeda, bahkan auranya pun jauh dari bahasa manusia. Saya masih terlalu kecil untuk mengerti sesuatu dunia mistik yang tidak terlihat.
Semua orang sibuk bermain air di kolam, bahkan tidak ada seorangpun yang bisa berpikir aneh. Kejadian ini di dalam air dengan kekuatan seolah menggambarkan mahluk lain. Memang tempat wisata tersebut sering memakan korban tiap tahunnya.
Anak tetangga juga meninggal di tempat kejadian. Semua orang berpikir kalau dia begadang menonton bola dan kurang tidur. Singkatnya, dia ke tempat wisata air terjun, lantas berenang di kolam dan tenggelam berujung kematian. Pada hal, tetanggaku ini ganteng habis, harus meninggal dengan usia masih bangku SMP?
Saya jadi mengerti tentang penguasa teritorial alias penguasa setempat yang tidak terlihat kasat mata Seiring berjalannya waktu. Bapa rohaniku selalu menjelaskan hingga ke akar-akarnya permasalahan sekaligus strategi permainan setan di luar sana. Jadi, Di ibadah kecil ada banyak pembelajaran yang saya dapat. Kesimpulannya, kehidupanku banyak tahu tentang dunia satanisme hingga ke akar-akarnya. Banyak orang bercerita abcd, Tuhan membuat saya mengerti akarnya ada dimana, hanya saja tersimpan manis di dalam sana.
Peristiwa lain lagi yang pernah terjadi, bahkan masih sangat membekas adalah ketika saya berada di bangku kelas 1 SMP. Zaman dimana kami masih memakai angkutan umum atau berjalan kaki ke sekolah. Mobil atau motor masih sangat minim saat itu. Hal lebih parahnya lagi adalah saya hidup di zaman ketika terjadi krisis moneter besar-besaran. Kerusuhan, demonstrasi, penindasan terhadap salah satu agama di negara ini yang mengharuskan orang memilih kepercayaan. Sekali lagi, saya masih terlalu kecil untuk mengerti sesuatu hal. Saya seorang paling penakut, bahkan untuk menyeberang jalan saja sangat ketakutan. Saya berusaha menyeberang jalan sendiri dengan melihat kendaraan kiri kanan. Dua teman sekolahku juga menyeberang tetapi berjarak sekitar dua meter di sebelahku. Lantas, apa yang terjadi? Saya terjatuh seketika di lantai aspal jalan. Anehnya, orang di sekitarku tidak ada dan kebetulan jalanan sepi. Kendaraan banyak dihadang pendemo sehingga membuat jalanan sangat sepi. Hubungannya denganku? Saya merasa sebuah kaki seolah sengaja menghadang dua kakiku hingga terjatuh habis. Tidak mungkin juga dua temanku tadi melakukan hal bodoh terlebih jarak kami dua meter. Saya juga tidak mengerti kenapa sampai terjadi hal seperti ini. Pada hal, sebelum ke sekolah saya selalu berdoa meminta perlindungan dari Tuhan. Sempat mencoba bercerita, tetapi, salah satu hamba Tuhan bilang kalau saya keluar pasti tidak berdoa. Kenyataan yang ada adalah saya berdoa. Diam jauh lebih baik dibanding menjelaskan. Bisa saja, kalau bercerita lagi artinya dikatakan doamu Cuma sampai di atap seng rumah. Lebih kacau lagi jawabannya...
Memang dalam persekutuan ibadah ini, kami ditekankan tentang cara berdoa. Hati-hati kalau berdoa, jangan sampai Cuma di atap seng semata. Saya tahu kalau kaki yang menyenggol dua kakiku adalah mahluk halus alias penguasa teritorial.
Seiring berjalannya waktu, saya jadi sadar kalau Tuhan memang sengaja mengizinkan hal tersebut terjadi untuk membuatku mengerti sesuatu hal. Terlebih, ketika Tuhan membuatku mengalami sebuah peristiwa yang tidak pernah kupikirkan sama sekali menjadikan hidup tersadar sesuatu hal. Ternyata, iblis memang sudah curiga sekaligus sadar sesuatu tentangku hingga terjun langsung untuk bermain atas seizin Tuhan.
Kesimpulan dari ceritaku ini adalah sebelum keluar dari rumah atau melakukan aktifitas di luar, jangan lupa berdoa! Tidak perlu memanjatkan doa panjang kali lebar kali tinggi kali dalamnya samudera pasifik di hadapan Tuhan. Ini bukan doa syafaat, jadi, lakukan dengan bahasa singkat, padat, dan jelas. Tidak ada yang tahu keadaan di depan mata, jadi, jangan lupa dahulukan Tuhan untuk hal apa pun dalam hidup termasuk objek paling terkecil sekalipun.
Hal paling sulit dilakukan di zaman modern sekarang adalah berdiam dalam doa. Kata keinginan daging memang lebih kuat bermain, dibanding keinginan roh itu sendiri. Saya tidak munafik dan ingin berkata jujur, kalau hidupku selalu kalah ketika ingin mencari hadirat Tuhan. Jebol menjadi gambaran paling tepat. Media sosial, pekerjaan, rasa lelah, tontonan drama menjebak diri sendiri di dalam. Saya memang tetap menjalani mezbah doa dua kali sehari, hanya saja jam-jam yang tidak menentu. Melatih diri memang tidak semudah yang dibayangkan. Mezbah doa setelah bangun dari tidur, tetap kujalani. Membaca alkitab dua kali sehari tetap terjadi. Lantas, akar permasalahannya dimana? Terkadang, saya merasa kalau mezbah doa yang naik sejenis rutinitas, bahkan terkesan cacat di hadapan Tuhan. Merenung, saya bisa menonton film atau membaca tulisan-tulisan kacau selama beberapa jam, sementara untuk Tuhan hanya berlangsung 15 atau 30 menit saja? Itupun terkesan cacat...
Sejak kecil, saya selalu merindukan bergaul karib dengan Tuhan sama seperti Henok, tetapi kenyataannya semua itu tidak pernah terwujud. Terlebih zaman modern sekarang, selalu menawarkan hiburan di dunia media sosial. Hal terkacau lagi adalah ketika Tuhan membawa hidupku mengalami sebuah peristiwa, banyak orang mendiagnosa hidupku dalam Ä·ategori gangguan jiwa berat.
“Dia gila karena terlalu pintar” kalimat beberapa orang, pada hal prestasiku di sekolah biasa saja.
“Dia gila karena tidak memiliki uang untuk lanjut kuliah”. Kenyataannya adalah mentalku sudah siap tentang ekonomi keluargaku. Saya memang tidak mungkin lanjut kuliah, dan hidupku sama sekali tidak pernah mempermasalahkan objek tersebut.
“Dia gila karena suka terhadap mahasiswa kedokteran atau apalah” kalimat terkacau yang pernah saya dengar. Jujur, permasalahan menyukai lawan jenis bukan sesuatu yang mudah buatku. Saya masuk tipekal yang tidak akan mungkin sembarang menyukai seseorang, sekalipun status pendidikannya tinggi.
Ada banyak cerita di belakang tentangku akibat peristiwa tersebut. Perasaanku berkata, kalau objek yang sering merasuki hidupku adalah selalu gagal memiliki hubungan dekat dengan Tuhan. Kenapa saya selalu gagal hidup seperti Henok? Inilah menjadi akar masalahku pada saat itu. Singkatnya, saya menjalani puasa empat puluh hari. Di dalam puasaku pun, saya masih berpikir, apa puasaku berkenan atau tidak? Seolah hubungan dan kegiatan ibadah yang kulakukan hanya rutinitas belaka.
“Tuhan, kenapa saya selalu gagal hidup bergaul karib denganMU dan tidak bisa seperti Henokh?” pertanyaan yang selalu bergema.
“Saya masuk surga tidak yah?” pertanyaan tersebut terus saja menghantui hidup.
Jangan sampai hidupku hanya bercerita ibadah terus-menerus, tetapi pada dasarnya semua itu hanya kepalsuan belaka tanpa sadar. Kenapa bisa? Membaca Alkitab saja, sedikit membuatku mengalami kesulitan. “Kalaupun baca Alkitab, paling beberapa ayat semata, langsung tidur karena ngantuk”...
Saya pernah memiliki perasaan iri terhadap salah satu teman persekutuanku. Kenapa bisa? Cinta terhadap Tuhan sangat menggebu-gebu. Di luar dugaan, mengambil cuti kuliah hanya untuk terus berada di rumah Tuhan. Apa yang tidak dilakukan olehnya? Bahkan, dia berani mengambil puasa Ester, sesuatu yang sulit untuk kami lakukan. Puasa Ester berarti puasa tiga hari tiga malam.
Wajahnya bersinar seketika karena kemuliaan Tuhan. Hubungan antara dia dan Tuhan benar-benar kuat hingga membuatku iri. Hal tergila yang pernah kulakukan adalah ingin dia jatuh. Dosa terbesarku di dalam hati karena menginginkan temanku sedikit jatuh. Lantas, apa yang terjadi selanjutnya? Dia benar-benar jatuh, bahkan menghilang dari persekutuan.
“Ampuni atas apa yang sudah kulakukan, Tuhan” suara hati bergema.
Hal terkacaunya lagi adalah dia terus saja jatah bangun. Dia sempat digosipkan dengan salah satu ibu di persekutuan. Entah, kebenaran tersebut benar atau tidak. Sepertinya, pemberitaan tersebut hanya gosip belaka.
Kasus sebenarnya adalah dia hanya ingin bertukar pikiran atau mencari hadirat Tuhan melalui sang ibu tersebut. Kebetulan, suami dari si’ibu ini bekerja di luar kota sehingga menimbulkan gosip tidak beralasan. Pernah suatu ketika, ada kesalahpahaman yang sedang terjadi awal-awal Tuhan membawa saya ke satu deretan peristiwa.
Kalau mau jujur, saya menyukai juga si’ibu tadi untuk masalah komunikasi atau bersama-sama dalam doa. Saya pikir, si’ibu tersebut dapat membantu hidupku tentang apa yang sedang kualami. Semua orang mengejek saya dengan sebutan gangguan kejiwaan berat. Memutuskan ke rumah si’ibu tadi seorang diri menjadi sebuah keputusan buatku pada saat itu.
Saya hanya ingin menjalani kehidupan normal, hanya saja bibir mulutku sulit menjelaskan apa sedang kualami. Hasilnya, tetap sama, bahkan si’ibu tersebut juga menganggapku mengalami kejiwaan berat. “Dia menyakiti saya” kata-kata yang terus kuucapkan berulang kali sambil menangis.
Secara kebetulan, temanku tadi juga keseringan di rumahnya. Apa yang terjadi selanjutnya? Banyak kosakata salah paham disini. Mereka mengira kalau saya menyukai diam-diam teman persekutuanku yang satu ini. “Kenapa jadi begini?” suara hati bergema seketika.
Tidak lama kemudian, dia berpacaran dengan salah satu teman persekutuan kami. Hubungan mereka Cuma seumur jagung, setelahnya putus. Yang tidak pernah kulupa adalah dia datang mendekap tubuhku seolah ingin berkata sesuatu. Apa dia merasa bersalah? Saya terikat sesuatu yang sulit kujelaskan. Bayangkan saja, ada rasa sakit sekitar dadaku, namun entah dari mana. Saya bingung dan sangat ketakutan, sementara semua orang menyerang saya dengan kosakata gangguan jiwa berat. Rasa sakit tadi tidak berasal dari dalam diriku. Pedis dan sangat sakit untuk gambaran waktu itu...
Inilah alasan mengapa saya menangis sambil mengucapkan kalimat yang sama. Saya pikir si’ibu di dalam persekutuan dapat membantu saya keluar dari kehidupan seperti ini, ternyata tidak sama sekali. Ke rumah bapa rohaniku juga sama sekali tidak menyelesaikan masalah. Saya sering mendengar dengan telinga jasmaniku langsung dengan jenis suara bapa rohaniku, sehingga ingin mencari tahu tentang sesuatu yang kualami.
Saya seketika sadar, kalau ternyata yang terus berbicara bukan bapa rohaniku, melainkan mahluk lain menyerupai jenis suara beliau. Permasalahan di tempat lain lagi adalah kepribadianku. Diam, tidak banyak bicara, tidak tahu beradaptasi, dan beberapa karakter lain menjadi akar permasalahan sehingga membuatku sulit menjelaskan.
Bagi pemikiran orang lain, kalau saya sedang berhalusinasi. Apa betul berhalusinasi? Sementara ada banyak tanda yang saya minta, dan semua berkata ini nyata bukan halusinasi. Kembali ke cerita awal tentang temanku tadi. Saya selalu merasa bersalah tiap mendengar dia jatuh bangun. Berita terakhir yang kudengar adalah dia menikahi janda. Saya tidak mengerti alasannya dimana, hingga di belakang beberapa teman persekutuanku mengejek dirinya.
Menikahi janda merupakan masalah pribadi, dan bukan urusanku. Saya hanya ingin dia kembali melihat Tuhan, dan jangan pernah jatuh lagi seperti yang sudah-sudah terjadi. Kalau diperhatikan, dia tidak melihat wanita dari fisik atau apalah. Mantannya yang di persekutuan memang selalu terlihat manja, jadi, wajar kalau hubungannya Cuma seumur jagung.
Apa saya berteman baik dengan mantannya? Jangan ditanya lagi, sama sekali tidak pernah. Saya selalu bertanya dalam hati tentang sesuatu hal. Salahku apa? Kenapa wajahnya selalu terlihat judes atau kesal melihat ke arahku? Apa saya kepahitan? Tidak juga sih, Cuma bercerita seperti ini mengembalikan memoriku kemarin.
Saya berusaha untuk berteman, tetapi raut wajahnya seolah tidak menyukai kehadiranku. Hal terkacaunya lagi adalah hidupku butuh hiburan tentang semua yang sudah terjadi, saya berusaha ingin bercanda atau sekedar berbicara sepatah dua kata, di ending cerita raut wajahnya terlihat kesal dan menjauh. Jauh sebelum dia berpacaran dengan temanku yang selalu jatuh bangun mencari Tuhan, memang hubungan kami tidak pernah akrab. Dia seorang gadis pemilih untuk berteman, saya tidak masuk kriteria menjadi temannya.
Siapa juga yang mau jadi teman penghibur terlebih alur cerita berkata tentang kosakata gangguan jiwa berat? Saya berhenti agar disukai olehnya setelah nomorku di blokir. Tuhan, kenapa tidak seorangpun ingin berteman denganku?
Kalau sekarang sih, bodoh amat tidak memiliki teman. Hidupku masih terus berjalan tanpa teman. Masalah menjadi penyendiri bukan karena kondisi masa lalu juga. Memang sejak kecil, saya lebih menyukai tempat sepi, anak rumahan, dan masih banyak lagi.
Kejadian 1...
Adam melakukan beberapa kesalahan ketika berada di taman eden. Kesalahan apa saja yang dilakukan oleh Adam? Kelihatannya hawa menjadi penyebab terbesar manusia jatuh dalam dosa akan tetapi ketika diselidiki lebih dalam, ternyata pembuka celah terbesar ada pada Adam. Apakah kehidupan Adam akan baik-baik saja andai Hawa tidak diciptakan? Jawabannya adalah Adam akan jatuh ke dalam dosa jauh lebih dari itu.
Tuhan melihat Adam dan kelemahannya sehingga diciptakanlah seorang Hawa sebagai pendamping sepadan. Kesalahan apa saja ynag dilakukan sehingga menjadi penyebab manusia jatuh dalam dosa? Adam seolah cuek terhadap Hawa. Kenapa bisa? Kitab Kejadian menjelaskan bahwa, Hawa terjebak aworang diri sehingga sang ular datang berperan sebagai penggoda. Seandainya, Adam pekah dan tidak bersikap cuek tentu kisah manusia jatuh dalam dosa tidak akan terjadi. Seharusnya seorang Adam terus menjaga istrinya sendiri dan harus pekah terhadap pemain dari luar.
Kesalahan kedua dari Adam adalah tidak bersikap tegas terhadap Hawa ketika memakan buah pengetahuan tadi. Sebagai kepala keluarga, Adam sebaiknya bersikap tegas, bahkan memarahi istrinya karena telah memakan buah teraebut. Hal yang terjadi adalah Adam ikut memakan buah yang Tuhan larang.
Kesalahan ketiga seorang Adam adalah menyalahkan Tuhan karena menciptakan Hawa yang membuat dirinya jatuh dalam dosa. Seolah-olah Hawa pembuat masalah terbesar tanpa pernah mengoreksi dirinya sendiri seperti apa. Dia hanya ingin menyelamatkan diri sendiri ketika tubuh manusia pada akhirnya telanjang karena sudah memakan buah yang Tuhan larang.
Seandainya, Adam bersikap bijak dan menyadari kesalahannya kemungkinan Tuhan tidak akan mengusir manusia dari taman eden, bahkan memberi kesempatan kedua buat mereka. Yang Tuhan inginkan adalah Adam mengakui kesalahannya dengan bijak dan meminta pengampunan dosa. Justru sebaliknya, mempersalahkan Tuhan dan Hawa, bahkan hanya ingin menyelamatkan diri sendiri.
“Tuhan, kesalahan terbesarku adalah saya tidak berada di samping Hawa, bahkan lebih buruknya lagi saya ikut terjebak di dalam. Ampuni saya, kehendakMU yang jadi atas kami” kalimat seperti ini yang ingin Tuhan dengar. Adam dalam ucapan dan perilakunya tidak pernah bersikap bijak setelah suara Tuhan bergema.
Kejadian 6:1-8..
Kejadian 6:1-3 berkata; Ketika manusia itu mulai bertambah banyak jumlahnya di muka bumi, dan bagi mereka lahir anak-anak perempuan, maka anak-anak Allah melihat, bahwa anak-anak perempuan manusia itu cantik-cantik, lalu mereka mengambil isteri dari antara perempuan-perempuan itu, siapa saja yang disukai mereka. Berfirmanlah TUHAN: "Roh-Ku tidak akan selama-lamanya tinggal di dalam manusia, karena manusia itu adalah daging, tetapi umurnya akan seratus dua puluh tahun saja."
Dalam ayat ini menjelaskan bahwa sedang terjadi populasi besar di dunia manusia. Dari hanya sepasang suami isteri yaitu Adam dan Hawa, kemudian berubah menjadi lautan manusia. Tidak ada yang salah terhadap perkembang biakan manusia, karena Tuhan memang berfirman jauh-jauh hari sebelumnya. “Beranak cuculah dan penuhi bumi” bahasa kasih dari Tuhan untuk manusia. Permasalahannya adalah bagaimana dosa turunan itu mengikat kuat dunia manusia, namun di sisi lain, menyatakan kalau manusia telah menjadi sama seperti Allah. Memiliki pemikiran-pemikiran tentang banyak hal di segala bidang.
Kenapa Tuhan menciptakan manusia? Tuhan ingin membuktikan terhadap seluruh malaikat, kalau diriNYA dapat menciptakan mahluk jauh lebih baik dibanding mereka setelah kejatuhan Lucifer bersama sepertiga pengikutnya. Hubungan antara Tuhan, manusia, dan iblis berada dimana? Bukan tanpa alasan manusia masuk rencana terbaik Tuhan. Setidaknya, seluruh malaikat yang masih tersisa di dalam kerajaan Tuhan menyadari tentang kedaulatan dan kekuasaan terkuat dalam diriNYA, sehingga peristiwa pemberontakan tidak lagi terulang untuk kedua kalinya dalam kerajaan surga. Sepertiga malaikat yang jatuh memiliki kisaran jumlah jauh lebih banyak dibanding bumi dan segala isinya. Pemberontakan terbesar ini menjadi sebuah objek paling menakutkan sekaligus mengguncangkan dalam kerajaan Surga. Iblis berjuang keras menciptakan ribuan cara agar manusia selamanya terpisah dari Tuhan.
Manusia diberi pilihan, antara tetap berada di samping Tuhan atau iblis? Tuhan tahu jauh-jauh hari sebelumnya tentang permainan iblis untuk membuat mahluk ciptaan paling mulia menjadi terlihat menjijikkan di hadapan penciptaNYA sendiri.
Ruang hati Tuhan pada saat itu mengalami pergulatan cukup histeris. Memang perjuangan iblis mewujudkan visi dan misinya terlaksana dengan sangat baik dimulai dari tokoh bernama Adam yang sampai kepada Nuh. Di satu sisi, Tuhan begitu mencintai manusia, tetapi di sisi lain ada dosa sebagai jembatan sekaligus benteng paling mematikan. Salah satu cara untuk menyelamatkan manusia adalah membuat usia hidup mereka hanya berkisar di seputaran seratus dua puluh tahun saja. Kejadian 6:3 menjadi kunci jawaban tentang usia manusia yang hanya mencapai seratus dua puluh tahun.
Kejadian 6:4-8 berkata; Pada waktu itu orang-orang raksasa ada di bumi, dan juga pada waktu sesudahnya, ketika anak-anak Allah menghampiri anak-anak perempuan manusia, dan perempuan-perempuan itu melahirkan anak bagi mereka; inilah orang-orang yang gagah perkasa di zaman purbakala, orang-orang yang kenamaan. Ketika dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata,
maka menyesallah TUHAN, bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal itu memilukan hati-Nya. Berfirmanlah TUHAN: "Aku akan menghapuskan manusia yang telah Kuciptakan itu dari muka bumi, baik manusia maupun hewan dan binatang-binatang melata dan burung-burung di udara, sebab Aku menyesal, bahwa Aku telah menjadikan mereka." Tetapi Nuh mendapat kasih karunia di mata TUHAN.
Ungkapan perasaan Tuhan berkecamuk luar biasa dalam kitab kejadian 6:4-8. Marah, kecewa, penyesalan terbesar, ingin menangis, geram, histeris menyatu menjadi satu sehingga Tuhan melemparkan pernyataan “Aku menyesal, bahwa Aku telah menjadikan mereka”. Lautan manusia memenuhi bumi menyatakan segala jenis akar dosa bersama ribuan objek menakutkan di dalam sedang bermain. Manusia lebih memilih berada di samping iblis dibanding mengerti ruang hati Tuhan seperti apa di dalam sana...
Beruntung saja, ada seorang tokoh di antara lautan manusia tadi berperan sebagai penyelamat sehingga manusia tidak benar-benar dihilangkan dari muka bumi. Andaikan Nuh menjalani kehidupan penyimpangan yang sama seperti mereka, artinya manusia hingga detik sekarang tidak akan lagi memenuhi bumi. Bisa dipastikan, akan ada ciptaan Tuhan yang jauh lebih baik dan mulia dibanding manusia.
Nuh merupakan tokoh paling berperan besar sehingga Tuhan berpikir bijak tentang kehidupan manusia ke depan. Secara logika, siapa yang dapat bertahan di antara rasa geram dan kemarahan Tuhan? Tetapi Nuh tercatat sebagai tokoh terbaik dengan peran pembalut luka di ruang hati Tuhan terhadap rasa kecewaNYA karena kehidupan dosa paling mematikan dalam diri manusia.
Kejadian 6:9-22
Tokoh manusia pertama yang memiliki iman terbaik adalah Nuh, bukan Abraham. Tidak berarti Abraham di bawah Nuh. Masing-masing memiliki versi hidup untuk menjabarkan alur cerita tentang imannya terhadap Tuhan. Nuh merupakan tokoh manusia pertama yang berjalan buta-buta tanpa melihat sesuatu, namun percaya. Secara logika, mana ada orang ingin membuat bahtera tanpa sebab akibat. Lebih kacauanya lagi adalah pembuatan bahter bukan di pinggir pantai, melainkan di atas bukit gunung.
Nuh menjadi tokoh terbaik untuk menyatakan iman tanpa harus melempar ribuan pertanyaan terhadap Tuhan. Nuh juga dicatat sebagai arsitek pertama di antara lautan manusia dengan desain yang bahkan hingga detik sekarang tidak seorangpun dapat menyamai desain miliknya, sekalipun sistem teknologi bermain cukup kuat di zaman modern.
Inilah riwayat Nuh: Nuh adalah seorang yang benar dan tidak bercela di antara orang-orang sezamannya; dan Nuh itu hidup bergaul dengan Allah. Nuh memperanakkan tiga orang laki-laki: Sem, Ham dan Yafet.
Adapun bumi itu telah rusak di hadapan Allah dan penuh dengan kekerasan. Allah menilik bumi itu dan sungguhlah rusak benar, sebab semua manusia menjalankan hidup yang rusak di bumi. Berfirmanlah Allah kepada Nuh: "Aku telah memutuskan untuk mengakhiri hidup segala makhluk, sebab bumi telah penuh dengan kekerasan oleh mereka, jadi Aku akan memusnahkan mereka bersama-sama dengan bumi.
Buatlah bagimu sebuah bahtera dari kayu gofir; bahtera itu harus kaubuat berpetak-petak dan harus kaututup dengan pakal dari luar dan dari dalam. Beginilah engkau harus membuat bahtera itu: tiga ratus hasta panjangnya, lima puluh hasta lebarnya dan tiga puluh hasta tingginya.
Buatlah atap pada bahtera itu dan selesaikanlah bahtera itu sampai sehasta dari atas, dan pasanglah pintunya pada lambungnya; buatlah bahtera itu bertingkat bawah, tengah dan atas. Sebab sesungguhnya Aku akan mendatangkan air bah meliputi bumi untuk memusnahkan segala yang hidup dan bernyawa di kolong langit; segala yang ada di bumi akan mati binasa.
Tetapi dengan engkau Aku akan mengadakan perjanjian-Ku, dan engkau akan masuk ke dalam bahtera itu: engkau bersama-sama dengan anak-anakmu dan isterimu dan isteri anak-anakmu. Dan dari segala yang hidup, dari segala makhluk, dari semuanya haruslah engkau bawa satu pasang ke dalam bahtera itu, supaya terpelihara hidupnya bersama-sama dengan engkau; jantan dan betina harus kaubawa. Dari segala jenis burung dan dari segala jenis hewan, dari segala jenis binatang melata di muka bumi, dari semuanya itu harus datang satu pasang kepadamu, supaya terpelihara hidupnya.
Dan engkau, bawalah bagimu segala apa yang dapat dimakan; kumpulkanlah itu padamu untuk menjadi makanan bagimu dan bagi mereka." Lalu Nuh melakukan semuanya itu; tepat seperti yang diperintahkan Allah kepadanya, demikianlah dilakukannya.
Nuh merupakan tokoh pencetus pertama tentang iman tanpa harus melihat sesuatu di depan. Nuh dengan versi imannya berjalan buta-buta menjadi seorang arsitek bersama desain bahtera untuk memberi kehidupan manusia ke depannya. Tidak ada pertanyaan terhadap Tuhan tentang kenapa harus membuat bahtera...
Kepribadian Nuh dapat disimpulkan kalau dirinya seorang penyabar 7 keliling. Kenapa bisa? Bayangkan saja perjalanan pembuatan bahtera seperti apa bentuknya, jenis-jenis bahan yang harus digunakan dan semuanya itu tidak mudah. Tidak pernah melemparkan pertanyaan jenis apa pun terhadap Tuhan, hanya berjalan saja.
Andaikan iman Nuh tidak berjalan artinya manusia akan hilang lenyap selamanya dari muka bumi. Tidak ada lagi cerita manusia ke depannya, yang tersisa hanya rasa sakit dan luka di hati Tuhan. Nuh merupakan tokoh pertama pula dengan peran sebagai pembalut luka Tuhan setelah banyaknya deretan peristiwa di belakang. Bahasa Tuhan tentang penyesalan menciptakan manusia artinya menyatakan rasa sakit, kecewa, marah, geram, terluka, dan masih banyak lagi objek lain menyatu dalam pernyataan tersebut.
Nuh hadir menjadi tokoh terbaik tanpa banyak cerita ataukah kosakata validasi di dunia modern seperti sekarang untuk mulai menciptakan senyum terbaik dari Tuhan di dalam lukaNYA. Banyak orang hanya membaca sepenggal cerita tentang Nuh, tetapi tidak benar-benar mengerti peristiwa air bah waktu itu. Cerita Nuh hanyalah sesuatu hal yang biasa saja di telinga banyak pendengar, bahkan terkesan membosankan untuk didengar berulang kali. Tokoh sejarah terbaik yang pernah ada, baik dari segi pengharapan, iman, kasih, kesabaran, dunia arsitek, matematika karena pembuatan bahtera memakai rumus angka, dan paling penting peranan sebagai pembalut luka di hati Tuhan.
Kejadian 8:20-22; Lalu Nuh mendirikan mezbah bagi TUHAN; dari segala binatang yang tidak haram dan dari segala burung yang tidak haram diambilnyalah beberapa ekor, lalu ia mempersembahkan korban bakaran di atas mezbah itu. Ketika TUHAN mencium persembahan yang harum itu, berfirmanlah TUHAN dalam hati-Nya: "Aku takkan mengutuk bumi ini lagi karena manusia, sekalipun yang ditimbulkan hatinya adalah jahat dari sejak kecilnya, dan Aku takkan membinasakan lagi segala yang hidup seperti yang telah Kulakukan. Selama bumi masih ada, takkan berhenti-henti musim menabur dan menuai, dingin dan panas, kemarau dan hujan, siang dan malam."
Ada satu peristiwa terbaik yang menjadi alasan terkuat hingga bumi masih bisa bertahan sampai detik sekarang. Setelah air bah surut, diceritakan kalau Nuh mendirikan mezbah bagi Tuhan. Dia memberi korban terbaik tanpa berpikir kalkulator. Coba bayangkan, Tuhan menyuruh Nuh memasukkan hewan-hewan yang datang dengan jumlah yang terbatas. Binatang tidak haram tujuh pasang, sedangkan yang haram hanya sepasang untuk dimasukan ke dalam bahtera. Zaman sebelum air bah turun, dapat dipastikan kalau jenis spesies hewan pada saat itu sangat banyak. Tuhan hanya memilih jenis hewan tertentu saja yang masih bisa dipertahankan setelah air bah surut. Artinya ada banyak jenis spesies yang sudah dimusnahkan dan hanya pilihan Tuhan saja yang bertahan untuk perkembangbiakan ke depan.
Dalam keterbatasan tersebut, Nuh memberi persembahan terbaik untuk Tuhan. Salah satu karakter terbaik Nuh adalah memberi dari kekurangan, bukan karena kelebihan tanpa pernah bertanya. Kenapa bisa? Bayangkan, binatang yang ada dalam bahtera terbatas dan tidak banyak, tetapi mezbah terbaik diberikan. Memang ada banyak jenis spesies dalam bahtera, hanya saja tidak dalam jumlah banyak.
Mezbah terbaik inilah yang menjadi penyebab terjadinya perjanjian antara Tuhan dan Nuh. Bumi masih bertahan sampai detik sekarang, semua karena iman dan mezbah pemberian terbaik yang dilakukan seorang Nuh. Semarah apa pun Tuhan terhadap manusia, tetapi tanganNYA tidak pernah ingin memusnahkan bumi seutuhnya.
Tuhan hanya menyentil saja di beberapa titik bagian, tetapi tidak secara keseluruhan sama seperti yang dilakukan di zaman Nuh. Tsunami, gempa bumi, badai, dan segala jenis bencana alam hanya berada di tempat-tempat tertentu, dan tidak keseluruhan isi bumi.
Tempat tinggal terbaik bagi manusia, hewan, dan tumbuhan adalah planet bumi, bukan planet lainnya. Kenapa bisa? Alkitab sudah menjelaskan melalui firman di dalam kitab kejadian pertama tentang tempat tinggal mahluk hidup. Kalau ada yang ingin tinggal di planet lain selain bumi? Luar biasa sekali.
Secara ilmu pengetahuan, planet bumi berada di urutan ketiga dari matahari. Kenapa urutan ketiga? Kosakata ketiga menjelaskan ketritunggalan Tuhan. Kata Tritunggal tidak berati Tuhan orang kristen ada tiga. Masing-masing memiliki versi kerjanya, tetapi tetap satu Tuhan.
Di lain tempat, letak cahaya matahari paling strategis memang berada pada planet bumi. Planet pertama dan kedua dari matahari artinya manusia dan segala isinya akan hangus terbakar. Sementara di planet keempat terlebih seterusnya di belakang, artinya kegelapan dan tidak ada oksigen kehidupan. Ternyata Tuhan memang sengaja membuat sebuah tempat ataukah negara tertentu hanya mendapat sebagian cahaya matahari, bahkan tidak mendapat sama sekali cahaya tadi. Bukan tanpa alasan peristiwa tersebut terjadi, untuk membuktikan bahwa batas sinar matahari hanya ada di planet bumi. Di planet bumi saja, masih terdapat beberapa bagian yang tidak terkena cahaya matahari, lantas bagaimana pula dengan planet setelah bumi? Apakah ada oksigen dan cahaya matahari? Dari pada buang-buang uang untuk visi misi memindahkan manusia ke planet lain, mending uangnya lempar ke saya...
Jangan melangkahi bahasa Tuhan? Kenapa? Karena itu sangat menakutkan. Satu lagi yang ingin saya jelaskan tentang masalah pemusnahan bumi. Seperti apa pun bentuk bumi sekarang ini, yang pastinya planet ini tidak akan pernah musnah bagaimanapun situasinya. Kenapa bisa? Perjanjian Tuhan dan Nuh terlalu kuat, jadi, semua pemikiran bumi hilang lenyap sama sekali tidak akan pernah terjadi.
Memang betul bencana alam akan terus terjadi dimana-mana dikarenakan dosa, kutuk, perbuatan manusia itu sendiri. Seperti apa pun dosa manusia, tetapi bumi tidak akan pernah dihapus selamanya oleh karena perjanjian Tuhan dan Nuh memang tidak akan pernah bisa dibatalkan apa pun keadaannya. Setelah kerajaan seribu tahun dalam kitab Wahyu, barulah langit dan bumi baru diciptakan. Perjalanan bumi masih terlalu panjang, dan tidak akan ada pemusnahan. Bumi akan melewati pemerintahan antikris selama tiga setengah tahun. Masa kerajaan seribu tahun pun tetap akan digunakan, setelah pemerintahan antikris selesai.
Ibaratnya, Tuhan hanya melakukan renovasi ulang terhadap bumi untuk pemerintahan seribu tahun tersebut. Penyucian dan pentahbisan dilakukan oleh Tuhan setelah renovasi bumi selesai. Jadi, kesimpulannya adalah jangan pernah berpikir kalau bumi akan hilang dari peredaran. Semua itu hanya hoax semata...
Kejadian 12:1-4...
Kejadian 12:1-4; Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: "Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu; Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat. Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat." Lalu pergilah Abram seperti yang difirmankan TUHAN kepadanya, dan Lot pun ikut bersama-sama dengan dia; Abram berumur tujuh puluh lima tahun, ketika ia berangkat dari Haran.
Dalam kitab kejadian 12 menjelaskan bagaimana tentang iman Abraham. Antara Abraham dan Nuh masing-masing memiliki versi iman sesuai dengan porsinya. Sebab akibat iman Nuh sehingga terjadi kontrak perjanjian yang tidak dapat diputus oleh apa pun. Iman Nuh bercerita tentang kumpulan manusia terdiri dari seluruh bangsa di bumi yang tidak dapat dipunahkan oleh apa pun juga. Tanpa iman Nuh, tentu sampai detik sekarang manusia tidak akan dapat dipertahankan sebagai mahluk ciptaan Tuhan yang paling mulia. Pemusnahaan bumi beserta segala isinya, termasuk manusia di dalam sudah pasti terjadi. Iman Nuh mengarah terhadap mahluk ciptaan terbaik Tuhan akan tetap dipertahankan sampai kapanpun, sekalipun manusia melakukan hal yang jahat.
Sementara, iman Abraham mengarah pada satu kumpulan bangsa kelak yang akan mempengaruhi apa pun di dunia ini.
Abraham dengan versi imannya belajar berjalan sama seperti Nuh. Sebagai akibat iman Abraham inilah sehingga Terbentuk kumpulan bangsa Yahudi. Abraham tidak pernah melempar pertanyaan terhadap Tuhan untuk berjalan begitu saja ke tanah perjanjian yang tidak terlihat. Tidak melihat apa pun di depan mata, tetapi tetap berjalan keluar begitu saja. Perjalanan Abraham ini sebagai penyebab terkuat bangsa Yahudi tidak dapat disentuh oleh bangsa manapun.
Tuhan tidak pernah salah memilih orang untuk pertempuran di depan. Perjanjian Tuhan dan Nuh terlalu kuat, sehingga diriNYA ingin menyelamatkan manusia agar tetap bertahan sebagaimana mestinya. Tuhan kembali mencari seseorang yang dapat membuktikan sesuatu iman yang sulit dijelaskan. Kepercayaan Tuhan terhadap manusia mulai kembali hilang setelah rencana untuk mendirikan menara babel dalam kejadian 11.
Perkembangan manusia cukup pesat seiring beejalannya waktu. Dan dosa sekaligus kutuk terus berjalan dari generasi ke generasi. Manusia kembali menjalani kehidupan penyimpangan di hadapan Tuhan. Pada saat itu, hati Tuhan kembali terluka karena rencana yang sedang disusun oleh manusia.
Kejadian 11:1-9; Adapun seluruh bumi, satu bahasanya dan satu logatnya. Maka berangkatlah mereka ke sebelah timur dan menjumpai tanah datar di tanah Sinear, lalu menetaplah mereka di sana. Mereka berkata seorang kepada yang lain: "Marilah kita membuat batu bata dan membakarnya baik-baik." Lalu bata itulah dipakai mereka sebagai batu dan tér gala-gala sebagai tanah liat. Juga kata mereka: "Marilah kita dirikan bagi kita sebuah kota dengan sebuah menara yang puncaknya sampai ke langit, dan marilah kita cari nama, supaya kita jangan terserak ke seluruh bumi."
Lalu turunlah TUHAN untuk melihat kota dan menara yang didirikan oleh anak-anak manusia itu, dan Ia berfirman: "Mereka ini satu bangsa dengan satu bahasa untuk semuanya. Ini barulah permulaan usaha mereka; mulai dari sekarang apa pun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana. Baiklah Kita turun dan mengacaubalaukan di sana bahasa mereka, sehingga mereka tidak mengerti lagi bahasa masing-masing." Demikianlah mereka diserakkan TUHAN dari situ ke seluruh bumi, dan mereka berhenti mendirikan kota itu. Itulah sebabnya sampai sekarang nama kota itu disebut Babel, karena di situlah dikacau balaukan TUHAN bahasa seluruh bumi dan dari situlah mereka diserakkan TUHAN ke seluruh bumi.
Dalam kitab Kejadian 11 menjelaskan satu tindak kejahatan yang tidak biasa. Ingin menyamai Tuhan dengan cara mendirikan menara babel sampai ke langit. Gambaran perasaan Tuhan tentu kembali kecewa, sakit hati, terluka, marah, namun tidak seorangpun manusia ingin mengerti. Tuhan mengakui kalau manusia sudah sama seperti diriNYA. “Mereka ini satu bangsa dengan satu bahasa untuk semuanya. Ini barulah permulaan usaha mereka; mulai dari sekarang apa pun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana”...
Tidak ada yang tidak akan terlaksana merupakan kunci kehidupan manusia ke depan. Di balik rasa kecewa Tuhan terhadap manusia, kosakata bijak masih terselip. Perjanjian Tuhan dan Nuh menjadi alasan terkuat sehingga hanya menara babel saja yang dihancurkan saat itu. Tuhan tidak lagi berkata-kata menyesal menciptakan manusia, sekalipun rasa terluka mengudara di dalam sana.
Lantas? Langkah pertama yang diambil oleh Tuhan adalah Menghancurkan babel. Selanjutnya, memecah bahasa manusia dalam ribuan bahasa. Inilah mengapa, di bumi terdapat lebih dari satu bahasa semata. Inggris, Prancis, Yunani, Jerman, Spanyol, Indonesia, dan ribuan bahasa lainnya menyebar ke seluruh lapisan penjuru bumi. Tujuannya? Agar manusia tidak lagi bersatu merencanakan sesuatu di luar kehendak Tuhan hingga berakibat fatal sama seperti peristiwa air bah kemarin.
Tuhan tidak pernah mengingkari janji, sekalipun hatiNYA terluka terlalu dalam. Seiring berjalannya waktu, Tuhan menemukan seseorang dengan peran sebagai pembalut luka di hatiNYA setelah Nuh. Tokoh yang dimaksud adalah Abraham dan bukan orang lain.
Tuhan memang mencari seseorang yang dapat menjadi sahabat sekaligus pembalut luka. Abraham merupakan tokoh kedua dengan versi iman terkuat yang tidak dimiliki oleh siapapun juga hingga detik sekarang setelah Nuh. Bukan tanpa alasan sehingga Tuhan menguji Abraham bertahun-tahun lamanya. Ujian pertama adalah keluar meninggalkan kampung halaman dan keluarga hanya karena sesuatu yang tidak terlihat. Pada akhir cerita, Tuhan mendapat penghiburan melalui iman Abraham.
Berulang kali Tuhan memperhadapkan sebuah masalah, tetapi Abraham tetap bijak dan tidak melempar pertanyaan. Inilah menjadi kunci terbesar sehingga perjanjian antara Tuhan dan Abraham tidak akan pernah putus sampai kapanpun. Nuh dan Abraham hadir sebagai pembalut luka Tuhan dengan versinya mereka masing-masing. Jadi, jangan kaget kalau bangsa Yahudi sampai detik sekarang tetap akan menjadi bangsa terkuat.
Siapapun tidak dapat mengutuk bangsa Yahudi dengan alasan apa pun. Satu hal, iblis tahu ruang hati Tuhan seperti apa, sehingga berjuang keras bermain di kalangan bangsa Yahudi. Iblis berulang kali menjebak bangsa Yahudi agar terjadi penyimpangan hidup. Apa berhasil? Permainan iblis selalu berhasil menjebak, tetapi karena janji Tuhan terhadap Abraham terlalu kuat sehingga bangsa Yahudi akan tetap kokoh berdiri.
Ada waktunya bangsa Yahudi akan kembali mencari wajah Tuhan. Menjadi pertanyaan sekarang? Kenapa beberapa tokoh-tokoh Yahudi terlibat terlibat langsung sebagai pintu pemerintahan amtikris? Jawabannya, kembali lagi seperti tadi, yaitu iblis tahu bangsa Yahudi memiliki kekuatan dan pengaruh cukup besar bagi dunia, oleh karena perjanjian antara Tuhan dan Abraham.
Iblis sengaja menjebak beberapa kaum Yahudi untuk melakukan penyimpangan, sekaligus akan berperan sebagai pintu pemerintahan antikris. Bangsa Yahudi tidak percaya Yesus adalah Tuhan, sehingga objek seperti ini menjadi alat permainan satanisme dari generasi ke generasi. Bangsa Yahudi memiliki gambaran mesias seperti raja Daud, bahkan lebih dari itu untuk membebaskan mereka. Sementara Tuhan, datang ke bumi dengan versi di luar nalar mereka. Menjadi manusia paling hina, rendah, miskin, tidak memiliki kekuasaan merupakan gambaran hidup Tuhan di bumi. Bukan tanpa alasan menjalani kehidupan seperti ini. Setidaknya, manusia tahu dan mengerti tentang sikap rendah hati yang memang ingin dimulai dari diriNYA sendiri terlebih dahulu. Tuhan ingin menjabarkan kerendahan hati terhadap manusia dengan versi tidak biasa, dan hal tersebut bertentangan dengan pemikiran bangsa Yahudi.
Iblis memang sengaja memutarbalikkan pemikiran bangsa Yahudi tentang Mesias. Bukan orang luar, melainkan bangsa Yahudi sendiri menjadi alat untuk menyalibkan Tuhan pada akhirnya. Apa perjanjian Tuhan dan Abraham putus karena permasalahan tersebut? Jawabannya adalah tidak akan pernah sekalipun putus.
Inilah menjadi penyebab iblis geram sekaligus marah, sehingga target terbaik adalah menjatuhkam bangsa Yahudi di hadapan Tuhan. Jangan heran, kalau beberapa tokoh Yahudi menjadi pintu pembuka pemerintahan antikris ke depan. Perlu diketahui, bangsa Yahudi merupakan bangsa yang diurapi dan memiliki pengaruh sangat kuat terhadap dunia. Iblis bersama organisasi satanisme bermain melalui jebakan terbaik untuk membelokkan beberapa tokoh Yahudi tadi agar bekerja sama dalam visi dan misi pada pemerintahan antikris di depan mata.
Tidak semua bangsa Yahudi dijebak seperti itu, di luar sana juga banyak bangsa yang dijebak. Hanya saja, dapat dikatakan kalau tokoh Yahudi memang memiliki pengaruh cukup kuat di antara mereka. Sekali lagi, waktu Tuhan akan bekerja untuk membawa kembali bangsa Yahudi berjalan di tempat seharusnya. Kenapa bisa? Perjanjian Tuhan dan Abraham terlalu kuat sebagai alasan kembalinya bangsa Yahudi suatu hari kelak...
Hal lebih menakutkan lagi adalah rencana pembangunan bait suci bangsa Yahudi di depan. Dapat dipastikan, perang besar tentu akan terjadi. Kenapa bisa? Tempat pembangunan bait suci berada tepat di atas bangunan mesjid agama sebelah. Inilah permasalahan terbesar yang akan terjadi sekaligus guncangan di semua pihak. Politik, agama, permainan, impian membangun bait suci berbaur menjadi satu.
Pada dasarnya, bangsa Yahudi memimpikan mesias akan datang melalui pembangunan bait suci tersebut. Kenyataan yang ada adalah mesias memang sudah datang dua ribu tahun lalu. Andaikan, ada yang mengaku sebagai mesias di dalam bait suci ini, artinya dia adalah antikris yang sedang menjebak bangsa Yahudi. Pada akhirnya, bangsa Yahudi akan disiksa oleh antikris itu sendiri hingga mereka menyerah, dan kemudian berteriak memanggil nama Tuhan Yesus untuk mencari pertolongan.
Pertanyaan sekarang, kenapa harus ada bangunan mesjid di atas tanah pembangunan bait suci sebelumnya? Tuhan mengizinkan terjadinya perang, hingga membuat Israel kalah total yang pada akhirnya bangunan mesjid terbentuk di atas sana. Tujuannya? Agar Israel tidak lagi memiliki keinginan membangun bait suci. Pembangunan bait suci ini akan menimbulkan masalah besar di depan mata. Tuhan ingin memperlihatkan kalau mesias itu sudah datang, hanya saja mereka menolak kuat karena jebakan iblis.
Antikris akan mempermainkan bangsa Israel melalui pembangunan bait suci. Kenapa Tuhan tetap mempertahankan bangsa Yahudi di hadapanNYA? Sekali lagi, perjanjian antara Tuhan dan Abraham terlalu kuat yang tidak akan pernah bisa diputus oleh pihak manapun menjadi penyebab utama. Apa pun yang dilakukan oleh bangsa Israel, jangan melemparkan kutukan kalau ingin selamat. Biarlah menjadi urusan bangsa itu sendiri di hadapan Tuhan, andaikan melakukan sebuah dosa besar.
Satu lagi, jangan berurusan dengan peperangan antara Israel dan Palestina. Sampai dunia kiamat juga, satu sama lain tidak akan ada yang mengalah. Kemungkinan besar yang akan masuk memperdamaikan mereka sepertinya organisasi antikris sebagai pintu pemerintahan mereka di depan. Jangan karena teori, permainan, jebakan, kebencian, atau karena memiliki iman yang sama dengan salah satu pihak hingga mengutuk Israel. Perjanjian antara Tuhan dan Abraham terlalu kuat, jadi, jangan pernah mencari masalah dengan mengutuk bangsa Israel.
Memurut informasi, kalau rakyat Palestina banyak mati bukan karena ditembak oleh Israel. Justru permainan pihak Hamas sebagai dalang pembunuhan terbesar terhadap rakyat Palestina. Percaya atau tidak, rakyat Palestina merupakan bangsa Yunani kuno, dan bukan penduduk asli tanah Kanaan. Jadi, bijak-bijaklah menyaring informasi di depan mata.
Perselisihan kedua negara ini menyimpan banyak permainan politik, hoax, memanfaatkan situasi, keegoisan, dan masih banyak. Pihak-pihak luar dan beberapa tokoh personil satanisme bermain di belakang layar, hanya tidak terlihat atau tercium. Israel akan menjadi rol model untuk beberapa aspek terkait pemerintahan di depan, sehingga Iblis memang sengaja memanipulasi sekaligus menjebak banyak bangsa.
Suatu hari kelak, hanya ada satu agama yang dipeluk oleh semua orang. Agama Kristen, Islam, Yahudi, Budha, Hindu akan menghilang dari peredaran. Sebuah pemerintahan dengan satu presiden untuk seluruh dunia akan terjadi kelak. Dia akan menganggap dirinya sebagai Tuhan, menginginkan untuk disembah oleh semua orang. Memaksa semua orang untuk memakai tanda sekaligus chip pada dahi atau tangan.
Organisasi PBB di bawah lendali personil-persomil antiKris sedang dan dalam prosen pelaksanaan agemda. Salah satu agentda tersebut adalah memiliki hanya ada satu pemimpin untuk dunia. Selain itu, seluruh kepemilikan aset berada di bawah kekuasaan satu pemimpin saja untuk seluruh dunia. Hanya ada satu organisasi polisi untuk seluruh dunia.
Tidak perlu ikut campur masalah jalur Gaza. Kenapa? Amos 1:7: "Tetapi Aku akan melepas api ke dalam tembok Gaza, sehingga purinya dimakan habis." (Menubuatkan hukuman Tuhan atas kejahatan wilayah Gaza).
Zefanya 2:4: "Sebab Gaza akan ditinggalkan dan Askelon akan menjadi puing..."
Yeremia 47:5: "Gaza sudah menjadi botak, Askelon sudah binasa..."
Alkitab tidak pernah bohong untuk menubuatkan atau menjelaskan sesuatu hal. Gaza di zaman dahulu memiliki kehidupan penyimpangan sehingga menjadi kutuk tanpa jedah iklan di masa sekarang. Tuhan sangat marah terhadap perilaku penduduk Gaza dengan segala jenis penyimpangan di dalam. Sebab akibat seperti inilah menjadi penyebab berulang lali Tuhan mengutuk Gaza. Pertanyaan sekarang, keuntungan apa yang di dapat dengan mengutuk Israel hanya karena jalur Gaza? Mari kita bijak untuk melihat situasi di timur tengah. Lebih baik diam dari pada terkena kutuk...
Kejadian 14:13-16...
Kejadian 14:13-16; Kemudian datanglah seorang pelarian dan menceritakan hal ini kepada Abram, orang Ibrani itu, yang tinggal dekat pohon-pohon tarbantin kepunyaan Mamre, orang Amori itu, saudara Eskol dan Aner, yakni teman-teman sekutu Abram.
Ketika Abram mendengar, bahwa anak saudaranya tertawan, maka dikerahkannyalah orang-orangnya yang terlatih, yakni mereka yang lahir di rumahnya, tiga ratus delapan belas orang banyaknya, lalu mengejar musuh sampai ke Dan. Dan pada waktu malam berbagilah mereka, ia dan hamba-hambanya itu, untuk melawan musuh; mereka mengalahkan dan mengejar musuh sampai ke Hoba di sebelah utara Damsyik. Dibawanyalah kembali segala harta benda itu; juga Lot, anak saudaranya itu, serta harta bendanya dibawanya kembali, demikian juga perempuan-perempuan dan orang-orangnya.
Seorang Abraham berani melawan dalam sebuah medan perang hanya dengan jumlah anggota tiga ratus delapan belas orang. Secara manusia, Abraham pasti kalah. Kenapa bisa? Tokoh-tokoh dalam medan pertempuran memiliki banyak pasukan, sedang Abraham hanya mengandalkan 318 orang? Sekali lagi, yang berjalan dalam medan pertempuran adalah iman seorang Abraham. Demi menyelamatkan Lot sekeluarga, tetap maju ke medan pertempuran memakai sistem strategi. Pada malam itu berbagilah mereka artinya ada kerjasama tim.
Saya tidak sedang ingin bercerita tentang perang di medan pertempuran secara mata jasmani sama seperti yang Abraham lakukan. Perang yang ingin ditekankan melalui kisah Abraham disini adalah peperangan di alam roh melawan penguasa gelap bersama sistem pemerintahannya.
Di alam roh terdapat kuasa gelap, penguasa udara, penguasa teritorial, roh-roh jahat, roh antikris melalui organisasi-organisasi terstruktur bahkan terlalu sempurna, kekuatan Lucifer yang berperan sebagai presiden sekaligus pemimpin, jenderal-jenderal kuasa dari satanisme, dan masih banyak lagi. Peperangan ini membutuhkan kerjasama tim antara hamba Tuhan, pendoa syafaat, dan anak-anak Tuhan lainnya. Seorang Abraham dapat berperang melawan musuh yang pada akhirnya keluar sebagai pemenang. Lantas, menjadi pertanyaan sekarang, apakah kalian ingin keluar sebagai pemenang? Iman, berani melangkah, dan hubungan yang kuat dengan Tuhan menjadi penentu kemenangan.
Tulisanku sekarang ini hanya bercerita tentang pemerintahan kuasa gelap yang tidak terlihat kasat mata. Kenapa? Ada banyak hal yang sudah terjadi sehingga menuntut untuk anak-anak Tuhan berdoa. Permasalahan sekarang, apakah anak-anak Tuhan ingin dipaksa memakai chip aebelum waktunya, padahal Roh Kudus masih ada di dunia?
Salah satu kekacauan terbesar adalah mempermainkan anak-anak dan generasi muda melalui tontonan sejenis kartun romance. Tidak ada yang salah dengan cerita kartun, hanya saja organisasi satanisme bermain cukup keren disini. Permainan seperti apa?
Saya seorang pecinta tontonan romance, baik bersifat drama, novel, film, kartun animasi, dan komik. Tontonan apa yang paling kubenci? Bersifat pembunuhan, psikopat, dan horor. Kenapa bisa? Kelewat menyeramkan.
Aplikasi-aplikasi zaman modern menawarkan tontonan sedikit berbeda. Saya penyuka romance menonton banyak cerita drama pendek bersifat kartun animasi. Apa yang salah? Ada banyak cerita menggambarkan kisah percintaan antara iblis dan manusia terkesan indah.
Percintaan naga dan manusia, serigala dan manusia, ular dan manusia, ikan hiu dan manusia, serta masih banyak lagi. Kesimpulannya adalah manusia itu diratukan oleh naga ataukah bahasa lain dari iblis. Mereka selalu menggambarkan sebuah hubungan sex yang harus dilakukan pada waktu tertentu. Dalam organisasi satanisme kegiatan sex merupakan sebuah ritual yang harus di jalani pada balan tertentu seperti bulan purnama ataukab tanggal lainnya.
Ada banyak simbol-simbol satanisme terbaca cukup jelas. Mata satu, kepala kambing, naga, dan masih banyak lagi. Naga merupakan ular tua yang diceritakan dalam kitab Wahyu 12.
Kenapa memakai serigala? Serigala melambangkan sifat liar, buas, dan predator berbahaya. Serigala merupakan pemburu buas yang ingin memburu jiwa manusia. Itulah sebabnya ada banyak film selalu memakai serigala sebagai kisah romance terbaik terhadap manusia. Kenyataan yang ada, bahwa siapapun tidak akan dapat bertahan di hadapan lucifer. Jangan pernah bermimpi memiliki kisah cinta dengan iblis itu indah. Ada banyak kesaksian mantan personil organisasi satanisne tentang iblis yang akan selalu melempar tubuh sekaligus menciptakan penderitaan menakutkan ketika gagal menjalankan visi misi Lucifer.
Dalam film juga selalu menyelipkan kata luna untuk mencari pasangan sejati. Hati-hati terhadap kosakata tadi, karena akan berakibat fatal. Kosakata luna berhubungan dengan ritual satanisme pada bulan tertentu seperti bulan purnama atau bulan darah. Luna mengarah pada makna dewi bulan yang memiliki hubungan erat pertemuan antara lucifer dan seluruh personil saranisme melalui ritual. Mereka akan membahas tentang beberapa objek terstruktur sekaligus visi misi menghancurkan anak-anak Tuhan. Ritual sex wajib dilakukan setelahnya. Itulah sebabnya kata luna dalam pencaharian pasangan selalu digunakan.
Perlu diketahui kalau setan itu tidak jelek seperti gambaran dalam film. Hanya saja, simbolis satanisme cukup menakutkan, tetapi wajah mereka tidak sejelek itu. Saya ingin menjelaskan beberapa pengalaman selama dibawah Tuhan ke sebuah peristiwa.
Sejak kecil, saya sudah berada di dalam persekutuan kecil. Bapa rohaniku selalu berkata kalau setan itu tidak jelek, melainkan ganteng. Kenyataannya memang betul, kenapa bisa? Sepertinya Tuhan sengaja mempertemukan saya dan lucifer di alam tidur.
Bayangkan, saya seorang penakut untuk berhubungan dengan peemasalahan dunia roh sekaligus hal-hal bersifat setan. Melihat mayat saja, saya sudah ketakutan, terlebih hal seperti ini? Pengalaman saya di awal cerita tentang satu peristiwa.
Tuhan tahu apa yang sedang kupikirkan saat itu. Bagaimana kalau tiba-tiba setan-setan itu menampakkan dirinya ke arahku? Saya selalu ketakutan, permasalahannya adalah mimpi yang selalu berulang jauh-jauh hari sebelum menjalani peristiwa tersebut. Mimpi apa? Seorang nenek sihir selalu berjalan menatap ke arahku ketika saya sedang menonton televisi. Tubuhku seperti lumpuh dan tidak bisa berbicara. Nenek sihir itu tidak pernah berbicara, tetapi selalu melihat ke arahku. “Tuhan, apa doaku sebelum tidur Cuma sampai di atap seng?” pertanyaan yang selalu ingin kulempar.
Saya takut bercerita terhadap siapapun tentang mimpiku tersebut. Kenapa bisa? Yang ada mereka akan menjadi hakim kalau doaku tidak sampai ke Tuhan, makanya selalu di datangi nenek sihir. Sudah jatuh tertimpa tangga lagi...
“Tatap balik, kalau nenek sihir itu menatap” sebuah suara terdengar cukup jelas di telingaku ketika saya sedang menjalani peristiwa cukup menciptakan adrenalin...
Tuhan seolah mengajar saya untuk berperang setelah peristiwa penampakan mahluk menakutkan depan pintu rumah hingga memantulkan sebuah cahaya ke salah satu mataku. Apa yang terjadi selanjutnya? Saya belajar menatap balik nenek sihir tersebut ketika kembali masuk dalam mimpiku. Lantas? Nenek sihir menghilang seketika karena sangat ketakutan.
Dari ceritaku tadi menjelaskan kalau iblis datang menampakkan dirinya dalam mimpiku melalui simbolis mereka yaitu nenek sihir. Pengalaman kedua adalah iblis datang membawa kelompok penguasa lain hingga saya merasakan cekikan di leherku. Sebuah mahluk berada di atas tubuhku, dan saya merasa nafasku sesak. Lantas? “Darah Yesus” kalimat yang berusaha untuk kuucapkan ketika seluruh tubuhku seolah dilumpuhkan.
Mahluk tersebut terlempar seketika hingga nafasku kembali. Ada banyak pengalaman berperang yang Tuhan buat saya untuk mengerti selama menjalani peristiwa tersebut. Hal lebih kacaunya adalah peperangan tersebut terjadi di alam bawah sadarku alias dalam mimpi. Seperti apa rasanya berperang di alam mimpi? Tidak ada konsentrasi sekaligus menjadi titik kelemahan ketika peperangan terjadi.
Seiring berjalannya waktu, Tuhan sepertinya mengizinkan pertemuan antara saya dan lucifer. Pertemuan tersebut terjadi beberapa kali di alam mimpi. Saya berada di salah satu sumur tetangga sambil berbincang. Entah kenapa, seorang pria berwajah bule dengan rambut pirangnya menghampiri kami. “Lucifer” suara di dasar hati seolah langsung mengenali dirinya. Gambaran tentang wajah jelek dari Lucifer tidak pernah ada, yang saya lihat wajahnya tampan. Terjadi peperangan tanpa sadar di sekitar tempat tersebut.
Pertemuanku di mimpi lain adalah tubuhku terlihat seperti anak yang baru memasuki usia remaja. Warna kulitku sangat putih dan cantik dengan setelan celana pendek jeans. Apa yang terjadi selanjutnya? Saya berdiri di luar rumah model lama dekat kamarku. Kebetulan rumahku diapit beberapa rumah tetangga. Hal terkonuyolnya lagi adalah seorang pria memakai pakaian serba hitam berdiri di depanku. “Saya Lucifer” memperkenalkan dirinya di hadapanku seketika.
“Dalam nama Tuhan Yesus” ucapanku berulang kali. Menyebut nama Tuhan berulang kali. Setelahnya? Lucifer terlihat sangat tenang tetap menatap ke arahku. Hal terkacaunya adalah saya berlari masuk ke dalam rumahku dan mengunci pintu. Saya berasal dari keluarga sangat miskin, jadi, jenis kunci pintu rumahku hanya berbentuk kayu pengganjal. Lucifer mengejarku dan masuk ke rumah.
Saya benar-benar ketakutan kalau dia akan melakukan sesuatu yang jahat terhadapku. Pikiranku konyol pada saat itu? Jujur, saya takut diperkosa oleh Lucifer, karena hal tersebut menyatakan kepemilikan total. Hidupku akan terlihat hancur lebur oleh banyaknya ikatan. Lantas? Lucifer mencubit area pahaku sedikit. Pedis sekaligus sakit sangat terasa. Kalau jadi saya rasanya bagaimana? Sepertinya Daging pahaku keluar sedikit sekitar setengah atau satu centimeter.
“Kau sudah kalah, Lucifer” ucapanku terhadapnya sambil menangis seperti anak kecil.
Saya duduk di lantai sambil menangis dan berteriak ke arahnya berulang kali. “Kau sudah kalah” ucapanku terus menangis.
Apa yang terjadi selanjutnya? Lucifer berjalan keluar membuka pintu dan pergi tanpa berkata-kata. Apa dia berjalan dengan wajah jelek? Sama sekali tidak pernah. Hal lebih menakutkan lagi adalah salah satu pahaku terlihat kempes. Saya benar-benar ketakutan karena hal tersebut, tetapi siapa yang dapat mengerti tentang kisahku? Sepertinya pahaku memang benar-benar dagingnya diambil sedikit. Sampai detik sekarang, bekasmya masih ada. Ingin cerita sesuatu? Tetapi, saya takut kalau mereka akan memberi respons negatif terhadapku. Saya berjuang menahan diri di dalam rasa takut sekian tahun lamanya.
Di mimpi lain, Lucifer menghadang tubuhku dengan sebuah motor besar berwarna hitam. Saya merasa ada sesuatu yang tidak beres di sekitar lingkungan tempat tinggalku. Kenapa terlihat sepi? Terasa seram? Dan terasa gelap. Tidak ada penghuni. Lucifer turun dari motor dengan staylish serba hitam. Wajahnya tidak jelek tiap menampakkan dirinya di hadapanku.
Saya langsung mengenali dirinya. “Keluargaku” menyadari sesuatu hal.
“Saya sudah dari sana” berujar terhadapku.
Tubuhku seolah dibuat lumpuh total dan tidak dapat bergerak sama sekali. Saya berjuang habis-habisan menyebut nama Tuhan untuk melawan dirinya. Saya kesulitan berbicara ketika berdiri di depannya. “Dalam nama Tuhan Yesus” berjuang keras menyebut nama Tuhan.
Lantas? Pada akhir cerita, Tuhan membuatku dapat keluar dari bahasa lumpuh. Hal yang membuat saya jengkel adalah dia tiba-tiba menghilang ketika saya berhasil mendorong tubuhnya ke tanah. Lucifer sudah terjatuh dan kehilangan kekuatannya, tetapi tiba-tiba menghilang begitu saja setelah tubuhnya terdorong ke tanah. Saya terbangun dari mimpiku seketika...
Berulang kali, Tuhan membuat saya diserang sekaligus berperang di alam mimpi. Cerita yang sama terjadi, dimana tubuhku dibuat lumpuh, yang pada akhirnya berubah menjadi kemenangan setelahnya. Hal lebih kacau lagi adalah iblis menghilang setelah menyadari kekalahannya. Peperangan di alam bawah sadar jauh lebih menakutkan...
Saya beberapa kali bermimpi, dimana satu tanganku memutar-mutar hingga membanting setan, yang diawal cerita tubuhku dibuat lumpuh. Tuhan membuat saya berhasil melewati peperangan tersebut. Berulang kali juga, iblis langsung menghilang setelah dua tanganku sukses mendorongnya ke tanah. Semua karena kasih karunia Tuhan hingga saya dapat berjalan melewati peperangan tersebut.
Terkadang, peperangan tersebut hanya menuntut untuk menatap secara langsung mata sang penguasa, yang pada akhirnya akan membuatnya ketakutan, kemudian menghilang begitu saja. Di lain tempat peperangan harus dilakukan dengan menyebut nama Tuhan, dan tidak hanya menatap tajam ke arahnya. Terakhir adalah menyebut nama Tuhan, memakai ayat Alkitab, dan menaikkan pujian untuk Tuhan merupakan strategi perang untuk melawan jenis kekuatan tertentu dari iblis. Jadi, golongan penguasa gelap bersama pemerintahannya memiliki tingkat berbeda-beda.
Berulang kali, Tuhan melatih saya dalam perang di alam roh. Jujur, iblis memang sedang berjuang keras menjebol pintu masuk dalam diriku. Harapan saya adalah kalian berdoa yang terbaik buat hidupku pribadi. Saya hanya manusia biasa yang tidak luput dari banyak objek. Doakan saya sehingga tetap berdiri kuat dan menjadi pemenang di hadapan Tuhan. Saya tidak butuh kalian berdoa tentang popularitas, kekayaan, prestasi, tahta buatku pribadi. Doa yang saya butuhkan adalah tetap memandang Tuhan selamanya, tetap takut setakut-takutnya terhadap Tuhan, dan iblis tidak akan pernah bisa menjebol pintu dalam diriku.
Saya pernah bermimpi di sekitar lingkungan tempat tinggalku. Dimana terdapat penguasa tertentu berjuang untuk menguasai area tempat tinggal kami. Tiap salah satu dari mahluk penguasa tersebut menyentuh siapapun, maka akan berubah menjadi tengkorak. Entah mengapa, langkah selanjutnya yang sedang kulakukan adalah bergandengan tangan habis-habisan satu sama lain. Menaikkan pujian dan penyembahan terhadap Tuhan sambil terus berdiri sekaligus bergandengan tangan. Lantas?
Saya melihat seorang wanita bule dengan rambut pendek juga menjadi bagian dari kami. Entah mengapa, saya berjuang keras memberi isyarat terhadapnya agar berhati-hati dan jangan sampai tersentuh oleh mahluk tersebut yang akan berakibat fatal. Tubuh personil salah satu dari kami yang sedang bergandengan tangan, bagian pinggang hingga kakinya berubah menjadi tengkorak setelah bersentuhan dengan mahluk tersebut. Pujian dan penyembahan terus naik yang pada akhirnya membuatku terbangun dari mimpi. Ada banyak cerita mimpi ketika saya sedang tertidur nyenyak. Hal terkacaunya lagi adalah saya lupa sebagian dari mimpiku itu. Terkadang, dalam mimpiku, saya menaikkan pujian yang belum pernah ada di bumi. Hal terkonyolnya, saya lupa lirik dan jenis musiknya setelah terbangun dari tidur.
Jujur, saya tidak ingin lagi berperang terlebih bertemu Lucifer di alam mimpi. Kenapa bisa? Saya hanya tidak mau saja karena terlalu memyeramkan. Satu lagi yang perlu kalian tahu, bahwa iblis berusaha menyatakan kepemilikan terhadap gereja.
Hati-hati terhadap kegiatan pelepasan terhadap seseorang! Jangan berkumpul mengelilingi orang yang sedang dalam ritual pelepasan! Kenapa bisa? Permasalahannya adalah setan mau keluar bagaimana kalau seluruh pelayan mengelilingi dirinya? Beri pintu, sehingga setan dapat berjalan keluar! Jangan asal masuk bermain dalam pelayanan pelepasan kalau hidupmu tidak berkenan di hadapan Tuhan ataukah versi karuniamu tidak berada sekitar area tersebut!
Setan memiliki tingkatan berbeda-beda sehingga tuntutan pekah harus bermain di sekitar hidup. Sebuah pengalaman yang masih membekas ketika Tuhan mengajar saya untuk berperang. Kebetulan, di rumah, kami kedatangan keluarga dari papa yang Cuma singgah beberapa hari. Bapak tersebut membawa cucu perempuannya berusia sekitar 3 tahun.
Tiba-tiba saja, gadis kecil usia 3 tahun itu menangis keras tengah malam. Sebenarnya sih, semua orang menganggapku gila karena semua yang saya alami. Kesulitan bercerita menjadi penyebab utama, tetapi berceritapun tetap akan masuk rumah sakit jiwa. Entah kenapa, saya membawa anak tersebut ke kamar mandi yang membuat semua takut. Kebelet buang air kecil sekaligus ada dorongan kuat untuk mengendong anak tadi.
Apa yang terjadi selanjutmya? Saya selesaikan dulu masalah buang air kecil, setelahmya berurusan dengan anak tersebut. Hal yang tidak terpikirkan sama sekali adalah raut wajah anak tersebut berubah menjadi seperti seekor monyet. Menumpangkan tangan di atas kepalanya dalam kamar mandi, sambil mengusir ikatan dalam diri anak tersebut. Bayangkan, pertama kalinya dalam hidupku melihat langsung wajah manusia berubah menjadi seperti monyet dan itu nyata bukan sugesti...
Sang kakek segera mengambil cucnya setelah kami keluar dari kamar mandi. Pada akhirnya, gadis kecil berhenti menangis. Pengalaman pertama kalinya doa pelepasan dalam kamar mandi. Kalau boleh jujur, saya kaan berusaha menjauh andaikan terjadi doa pelepasan terhadap seseoeang dalam ibadah persekutuan doa. Kenapa bisa? Saya takut tentang banyak hal...
Cerita lain pernah kulalui adalah doa pelepasan terhadap seorang perempuan dalam ibadah persekutuan. Kejadiannya, masih seputar semua orang menganggap saya gila. Permasalahannya adalah karena saya selalu tertawa atau terlihat berbicara sendiri. Ikatan yang terjadi antara saya dan entah siapa di sana membuatku terkesan kacau. Saya butuh waktu untuk beradaptasi dengan semua yang sudah terjadi, sedang hidupku sendiri masih sulit berjalan seperti biasa. Bagaimana saya tidak tertawa, kalau ada hal yang lucu kudengar atau sedang kuceritakan, tentu ya seperti itulah...
Kembali ke ceritaku yang tadi, dimana perempuan tersebut memiliki ikatan kuasa gelap terlalu kuat. Pada saat itu, istri bapa rohani kami melakukan pelayanan pelepasan. Hal yang tidak pernah kusangka adalah melihat secara langsung warna mata perempuan tadi berubah total. Saya tidak pernah bercerita terhadap siapapun tentang pengalamanku dikarenakan alasan tadi kalau mereka semua menganggapku gila.
Inipun, baru saya ceritakan di sini. Bisa dikatakan kalau kehidupan gadis tersebut berbeda dari siapun. Dia harus hidup, hanyq berdua dengan ibunya tanpa sosok ayah. Hal terburukmya lagi adalah orang-orang di sekitar memanfaatkan kebodohannya. Menurut cerita, kalau dia pernah diperkosa. Hidupnya sedikit tidak normal dari gadis lain. Entah karena permasalahan autisme, sedikit gila, atau hal lainnya.
Dia muncul tenggelam dalam ibadah persekutuan. Saat itu, entah bagaimana cerita sehingga terjadi doa pelepasan buatnya. Dua bola matanya berwarna biru bersinar menatap keras ke arah ibu gembala. Saya berdiri satu meter tempat dia berbaring. Dengan mata jasmaniku melihat bola mata dalam diri gadis tersebut berubah bentuk? Lantas, apa yang kulakukan selanjutnya? Menatap tajam ke arah bola mata tersebut tanpa disadari oleh semua orang di sekitarku. Dia tidak berani berbalik ke arahku, tetapi seolah sadar sesuatu hal, bahkan terus saja menatap keras sang ibu gembala. Pada akhirnya, ikatan dalam diri gadis tadi lepas.
Saya hanya mau bercerita kalau ikatan tiap orang berbeda-beda dan memiliki tingkatan tersendiri. Jadi, dibutuhkan kepekaan ketika melakukan pelayanan pelepasan terhadap seseorang.
Satu hal lagi, masing-masing anak Tuhan memiliki versinya untuk melihat ikatan kuasa gelap dalam diri seseorang. Sebagai contoh, seorang hamba Tuhan langsung menyadari si’A terikat oleh puluhan ribu roh yang berasal dari pengusa teriktorial tertentu ataukah dikarenakan ritual keturunan dari orang tuanya terdahulu. Ada yang melalui penglihatan, suara, dan masih banyak lagi versi dari Tuhan untuk menyadari ikatan kuasa gelap dalam diri seseorang.
Saya Cuma mau bercerita sedikit versi yang Tuhan berikan buatku. Versi seperti apa? Tuhan tidak memberiku versi melalui mimpi, penglihatan, suara Tuhan sama seperti lainnya. Hal terkacaunya adalah beberapa bagian tubuhku diserang oleh kuasa gelap dari diri seseorang ketika berjalan di samping atau sekitarku. Dan hal tersebut, terkadang, membuat saya menderita.
Tulang tanganku hingga ke kaki sebelah dibuat ngilu tanpa sebab, ketika seseorang yang memiliki ikatan berjalan di sampingku. Percaya atau tidak, ini merupakan kenyataan hidup yang sedang kujalani. Terkadang, seseorang berjalan di sampingku, dan dalam hitungan detik tangan atau sebagian tubuhku ngilu seketika. Saya langsung sadar, kalau orang tersebut memiliki ikatan kuasa gelap terlalu kuat. Kuasa gelap dalam dirinya seolah dizinkan Tuhan untuk menyerangku di alam roh, sehingga membuat beberapa bagian tubuh ngilu seketika.
Ikatan tersebut tidak dapat dilihat secara kasat mata. Di alam roh akan terbaca cukup jelas, bahkan terkesan menakutkan. Apa mereka sadar tentang ikatan kuasa gelap tersebut? Ada yang sadar, dan ada pula yang sama sekali tidak menyadari masalah ikatan dalam diri mereka. Hal terkacaunya lagi adalah ikatan-ikatan tertentu berakar kuat dalam diri banyak pelayan gereja tanpa sadar.
Saya berdoa agar tidak lagi merasakan hal-hal seperti ini. Apa Tuhan menjawab doaku? Sepertinya terjawab, tetapi, terkadang, untuk beberapa area tertentu tubuhku masih diserang, hanya saja sudah tidak keseringan. Tuhan membuat hidupku belajar banyak tentang permainan kuasa gelap. Saya memiliki bapa rohani yang secara khusus mengajarkan kami permasalahan kuasa gelap. Permasalahannya adalah bapa rohaniku sudah berpulang ke rumah Tuhan. Sepanjang pengajaran beliau masih bersifat teori buatku, karena selalu ketakutan dan tidak pernah mau berurusan dengan doa pelayanan pelepasan terhadap siapapun. Saya juga bukan pelayan pelepasan dalam gereja. Menghindari kegiatan tersebut jauh lebih baik, menurut pemikiranku.
Setelah menjalani sebuah peristiwa, menjadi permulaan Tuhan membuat saya berhadapan dengan peperangan kuasa gelap secara habis-habisan. Semua orang di sekitarku tidak pernah sadar, bahkan mama juga tidak pernah tahu seperti anaknya berjalan saat itu. Salah satu Tanganku tiba-tiba saja kedinginan beberapa bulan setelah mengalami peristiwa tersebut. Saya sedang berdoa, dan lebih kacaunya lagi berperang langsung, pada hal baru bangun tidur. Kejadian yang masih membekas adalah meja dapur dan gelas milikku bergetar begitu saj selama beberapa waktu. Tidak ada orang di rumah, selain saya dikarenakan posisi diriku masih dalam kondisi seperti mengalami gangguan jiwa berat menurut pemikiran siapapun di sekitarku. Mama harus bekerja di warung kecil untuk membantu perekonomian keluarga. Jadi, hanya saya seorang diri di rumah. Apa yang terjadi selanjutnya? Saya biarkan saja, kemungkinan karena sudah lelah dan terbiasa dengan kondisi aneh dalam diriku. Di akhir cerita, meja dan gelasku tidak lagi bergetar atau bergoyang keras.
Persepuluhan...
Perhatikan tayangan drama pendek versi Ai ataukah bahasa apalah namanya. Cerita romance antara naga dan perempuan. Naga bercerita tentang Lucifer alias ular tua dalam kitab Wahyu. Perempuan yang berarti gereja. “Kau milikku” bahasa penekanan naga yang berubah wujud menjadi pria sangat tampan terhadap wanita. Arti dari penekanan kalimat tersebut adalah gereja merupakan milik total naga di akhir zaman. Ada banyak cerita romance bersifat Ai antara pangeran naga dam perempuan. Iblis memperlihatkan habis-habisan permainan mereka.
Perhatikan gambaran hamba Tuhan, anak-anak Tuhan, pelayan di zaman sekarang? Kebanyakan dari mereka jatuh total sehingga menyatakan kepemilikan dari iblis. Ada banyak gereja jatuh tergeletak tanpa sadar, dan hal tersebut sangat membahayakan.
Gereja seolah hanya sebuah rutinitas hidup seperti biasanya. Tidak hanya di negara ini, di belahan dunia sana kepemilikan naga terhadap gereja benar-benar sangat nyata. Pertanyaan sekarang, apakah gereja akan tetap menjalani rutinitas seperti biasa atau kembali berbalik terhadap Sang Pencipta. Jangan menjadi hamba Tuhan ataukah pelayan yang jatuh tergeletak! Kembali merupakan bahasa terbaik.
Bapa rohaniku pernah berkata; “Tidak mungkin setan menendang kuda mati” ucapan tersebut masih tersimpan manis dalam pikiranku. Artinya setan tidak akan menendang atau mengganggu mereka dengan sisi iman dan rohani yang mati total. Setan akan bergulat habis-habisan terhadap hamba Tuhan atau anak-anak Tuhan yang memiliki kehidupan hidup di hadapan Tuhan.
“Yang pertama ingin dilumpuhkan oleh setan adalah kepala di dalam gereja” ucapan bapa rohaniku ketika saya masih kecil dan hidup dalam persekutuan.
Siapa kepala dalam gereja? Gembala dan pendoa syafaat, bukan pemain musik atau worship leader atau pelayan lainnya. Sejak saya masih kecil, bapa rohaniku selalu berkata kalau setan sedang kerja lembur untuk menghancurkan gereja, terlebih bagian kepala di dalamnya. Ada banyak cerita gelap bermain sekitar gereja sebagai pintu celah bagi iblis. Hal terkacau lagi adalah anak-anak Tuhan sibuk adu argument tentang siapa paling benar bersama pengajaran-pengajaran abcd melalui media sosial.
Satu hal, buat kalian, jangan menjadi hakim tentang masalah persepuluhan dalam gereja! Kenapa? Persepuluhan merupakan sebuah hak Tuhan dari penghasilan anda. Jika hatimu tidak menyukai bahasa persepuluhan, jauh lebih baik diam dibanding berkata-kata. Permasalahan beberapa hamba Tuhan memakai barang bermerk, bukan menjadi alasan untuk tidak memberi hak Tuhan. Carilah gereja yang memang menurut kalian pantas umtuk memasukkan persepuluhan! Jika hatimu tidak menyukai hal tersebut, jauh lebih baik diam dibanding berkata-kata!
Saya hanya ingin sedikit bercerita tentang hidupku. Terlahir dari keluarga miskin, bahkan kelewat miskin membuat alur ceritaku sedikit berbeda. Belajar memberi di dalam kekurangan merupakan sesuatu hal paling sulit untuk dilakukan. Suatu ketika, entah bagaimana cerita sehingga Tuhan seolah menguji hidupku. Bekerja sebagai tukang cuci piring dengan gaji sangat kecil merupakan masa tersulit di alur ceritaku kemarin.
Saya berjuang mengumpulkan uang selama beberapa minggu hanya untuk memberi persembahan terbaik untuk Tuhan dibalik kekurangan. Memasukkan uang tersebut ke dalam amplop tanpa menulis nama. Apa yang terjadi? Apa dalam sekejap Tuhan memberkati saya? Jawabannya adalah tidak pernah sama sekali, tetapi Tuhan tidak pernah membuat saya dan keluargaku menjadi pengemis.
Berulang kali Tuhan menguji hidupku melalui persembahan, saya belajar untuk tetap memberi tanpa berpikir panjang. Pernah, suatu ketika, saya sedikit menahan atau lupa memasukkan persepuluhan yang pada akhirnya uangku keluar banyak untuk hal tidak masuk akal. Apa ini teguran? Entahlah...
Menjelang akhir tahun, Tuhan selalu mengingatkan tentang buah sulung. Ruang hatiku seolah dibuat gelisah dengan kosakata tersebut. Terkadang, saya berpikir, saya terus memberi sedang hidupku seolah masih seperti ini terus tanpa kejelasan apa yang sedang kujalani, bahkan semua orang menatap sinis ke arahku? Perasaan kecewa muncul seketika, terlebih saya sedang membutuhkan sejumlah uang untuk beberapa hal. Kehidupanku ditekan oleh orang di sekitarku, tidak ada tempat untuk dijadikan sandaran penghiburan. Dan semua itu selalu terjadi di sudut persimpangan hidup.
Lelah? Sangat lelah, bahkan lebih dari kata tersebut. Saya harus bercerita terhadap siapa? Yang ada mereka malah akan menjadi hakim terbaik buatku. Apa ini yang dikatakan hidup?
Tetapi, saya tetap belajar bertahan dan melihat Tuhan. Meminta ampun atas tiap rasa kecewa dalam diriku. Belajar untuk tetap memberi persembahan terbaik untuk Tuhan apa pun keadaanku. Apa yang terjadi selanjutnya? Intinya, Tuhan tidak pernah membuat hidupku menjadi pengemis terhadap siapapun.
Saya harus mengakui sesuatu hal. Meminta Tuhan untuk tidak langsung memberiku sesuatu yang besar ketika menjalani sebuah peristiwa. “Setidaknya, saya bayar dulu” isi hatiku saat itu. Pernyataan seperti itulah menyatakan hidupku hancur habis-habisan sekian tahun lamanya. Saya tidak mau hidup seperti raja Saul atau Salomo, di akhir cerita mereka berdua hanya terdapat kosakata jatuh tergeletak. Kasusnya adalah rasanya sakit pakai banget merupakan penjabaran hidupku sekarang. Kapan berakhir Tuhan? Jangan tertawakan kisahku! Karena kalian belum tentu bisa hidup sepertiku. Terkesan sombong? Setidaknya menghibur diriku sendiri, ngerti?
Saya ingin kembali ke dalam kitab Wahyu 12, cerita antara naga dan perempuan. Tidak perlu menjelaskan detail makna pembahasan ayat tersebut lebih detail. Yang ingin saya tekankan adalah naga berjuang keras mempermainkan manusia terlebih gereja dalam beberapa wujud. Media sosial, hobi, kelemahan, dan tentunya yang terbaru berada pada sistem teknologi Ai.
Rancangan agenda 2030 berada depan mata. Takut? Semua orang mengalami ketakutan besar, termasuk kehidupanku sendiri. Ada cerita pemaksaan yang ingin dilakukan oleh organisasi-organisasi yang memang terlibat. Saran saya terhadap gereja, jangan terlihat histeris sekaligus membuat semua orang semakin ketakutan. Siapa sih yang tidak takut? Saya juga takut keles...
Mari kita jalani semua dengan kepala dingin. Kepribadian terburukku adalah memiliki penyakit serangan panik mendada, sedikit sensitif, dan ini kenyataan. Hanya saja, untuk hal seperti ini, mari kita bekerja sama dengan baik. Ngerti?
“Jangan memakai ini dan itu!”...
“Kalau mau aman, hiduplah kembali ke zaman purbakala tanpa dunia modern!”...
Semua itu tidak menyelesaikan masalah. Kenapa bisa? Tiap negara memiliki organisasi satanisme dengan tatanan sistem terbaik, bahkan terlalu sempurna. Penguasa teritorial, penguasa udara/ angkasa, roh-roh jahat, jenderal-jemderal dalam barisan pemerintahan kuasa gelap, organisasi satanisme tidak akan pernah lepas di tiap negara. Seperti apa pun anda berusaha menyembunyikan data agar tidak terlacak, saya yakin 100% tetap akan terlacak. Mereka dapat membaca situasi di alam roh, dan seperti apa golongan penghancur visi-misi antikris ke depan.
Andaikan kembali hidup ke zaman tradisonal, hanya memakai pelita, lantas, kalau minyak atau lilin habis mau beli pakai apa? Roh Kudus masih ada di bumi, jadi, tidak mungkin juga mereka dapat leluasa 100% untuk bekerja. Yang jadi pertanyaan sekarang, apakah gereja mau bekerja sama dengan Roh Kudus? Kebanyakan gereja terikat Roh kudis tanpa sadar, jadi, sedikit sulit juga.
Menurutku, bagaimanapun saya tidak memakai kris, tetapi perasaanku berkata namaku tetap masuk dalam daftar utama mereka, bahkan sudah tercatat dengan sangat detail. Itulah sebabnya, saya meminta dukungan doa habis-habisan...
Kerja sama seperti apa? Yang merasa berada di beberapa bidang penting supaya memutar otak mencegah. Saya tidak katakan lawan begitu saja. Firman Tuhan berkata, cerdiklah secerdik ular, tuluslah setulus merpati. Berdoa, berpuasa, meminta petunjuk Tuhan tentang apa yang harus dilakukan. Bagi gereja lain, kami butuh jaringan doa dengan tatanan terbaik, bahkan terlalu kuat untuk menghancurkan pekerjaan sekaligus permainan mereka di alam roh.
Bapa rohaniku dan mama berkata, kalau hampir semua produk dikuasai oleh antikris sejak saya masih kecil. Kesimpulannya, kita semua tidak akan bisa lepas dari produk-produk antikris tersebut, terlebih zaman sekarang.
Selalu berdoa untuk setiap pembelian produk dalam bentuk apa pun. “Tuhan, sucikan dan kuduskan produk-produk ini. Hancurkan segala kutuk dan roh antikris di dalamnya, Dalam nama Tuhan Yesus, amin” sistem doa sebelum pemakaian produk.
Mama selalu mengajari saya untuk berdoa terhadap apa pun produk yang sudah dibeli sebelum pemakaian. Selama tidak dalam kategori pemakaian chip pada dahi atau tangan, sepertinya memang tidak ada jalan keluar, terlebih zaman sekarang...
Bagi kalian yang memiliki talenta khusus atau kejeniusan atau bergerak di bidang-bidang terpenting atau memiliki pengaruh kuat supaya bisa mencari jalan keluar dengan tujuan menghentikan sistem mereka untuk sementara waktu. Antikris akan bekerja full setelah pengangkatan anak-anak Tuhan. Apakah kalian ingin dipaksa memakai chip sebelum waktunya mereka bekerja full? Roh Kudus masih ada, jadi mari belerja sama dengan diriNYA.
Keseringan menakut-nakuti juga pada akhirnya akan membuat semua orang bosan dengan ending cerita dimana menganggap semua ini hanyalah mitos belaka. Histeris boleh saja histeris, tetapi, minimal memiliki batasan tertentu. Siapa sih yang tidak takut? Saya juga takut keles. Hal lebih kacau lagi adalah karena Tuhan membawa saya ke sebuah peristiwa yang memang akan berhubungan dengan organisasi mereka kelak. Sekali lagi, menghindari penggunaan kris, tetap saja, namaku sudah terdata total pada sistem mereka. Maka dari itu, doa dan puasakan saya habis-habisan agar tidak jatuh tergeletak apa pun yang terjadi untuk kepentingan bersama.
Kehidupan kembali ke zaman purba atau tradisional diperuntukkan bagi mereka yang tertinggal ketika rupture alias pengangkatan anak-anak Tuhan. Permasalahan tidak terlacak pun berlaku hanya untuk sementara waktu, setelahnya mereka pasti kedapatan. Penggunaan IT berlebihan sebelum rupture, memang lebih mudah terlacak bagi mereka yang tertinggal setelah pengangkatan anak-anak Tuhan, karena memiliki data sedetail mungkin. Menjadi pertanyaan, apakah kalian ingin tertinggal ketika rupture terjadi? Pengangkatan anak-anak Tuhan mempunyai waktunya sendiri dan tidak seorangpun tahu kapan waktu itu datang. Kesimpulannya adalah berjaga-jaga dan berdoa.
Ulangan 34:5-6...
Ulangan 34:5-6; Kemudian naiklah Musa dari dataran Moab ke atas gunung Nebo, yakni ke atas puncak Pisga, yang di tentangan Yerikho, lalu TUHAN memperlihatkan kepadanya seluruh negeri itu: daerah Gilead sampai ke kota Dan, Lalu matilah Musa, hamba TUHAN itu, di sana di tanah Moab, sesuai dengan firman TUHAN. Dan dikuburkan-Nyalah dia di suatu lembah di tanah Moab, di tentangan Bet-Peor, dan tidak ada orang yang tahu kuburnya sampai hari ini.
Saya ingin mengupas sedikit kisah Musa. Kitab Ulangan 34 menjelaskan, bagaimana seorang Musa hanya bisa melihat tanah perjanjian di atas sebuah gunung. Hal menarik dalam kitab ini adalah Tuhan mengubur secara langsung mayat Musa di suatu tempat, bahkan hingga detik hari ini, tidak ada yang tahu letaknya berada dimana. Bukankah ayat tersebut menyimpan sebuah misteri. Saya tidak ingin menafsirkan Alkitab dengan salah, dan berkata semua yang kupikirkan asalnya dari Tuhan. Jadi, jangan menjadi hakim atasku! Ngerti?
Perlu diketahui, bahwa bangsa Israel menolak keras Tuhan Yesus sebagai Mesias. Hubungan antara Musa dan zaman antikris? Entahlah...
Kondisi permasalahan Israel menolak keras Tuhan Yesus sebagai Mesias menciptakan akar permasalahan terkuat dalam kehidupan mereka. Hal inilah yang akan menjadi penyebab utama bangsa Israel masuk dalam pemerintahan antikris. Israel akan mengalami penderitaan jauh lebih menakutkan pada masa pemerintahan antikris. Kalaupun ada yang berasal dari antara bangsa Israel yang mengalami pengangkatan hanya berkisar 0,00000000 sekian persen di antara 100% total jumlah bangsa Israel. Dengan kata lain, bangsa di luar Israel lebih banyak terangkat, sedangkan Israel sendiri kemungkinan hanya hitungan beberapa saja.
Hubungan dengan Musa? Sekali lagi, perjanjian antara Tuhan dan Abraham terlalu kuat sehingga bangsa Israel diberi kekuatan untuk menjalani penderitaan selama masa pemerintahan antikris. Tidak ada yang dapat bertahan ketika sang penguasa antikris memerintah. Ingin mati, tetapi tidak akan pernah bisa mati. Roh maut menghilang dari permukaan.
Dalam Alkitab dijelaskan sebelum zaman Tuhan Yesus lahir, bahwa Tuhan memakai imam atau nabi untuk berhubungan dengan diriNYA. Setelah Tuhan Yesus mati di kayu salib, hubungan dengan Tuhan tidak lagi memakai perantara. Zaman kasih karunia dan Roh Kudus berkuasa setelah Tuhan Yesus naik ke Surga.
Era modern sekarang ini masih memakai kosakata zaman Kasih Karunia dan Roh Kudus sebagai sahabat. Roh Kudus itu siapa? Hanya manusia bodoh yang tidak mengerti siapa itu Roh Kudus. Roh Yesus yang selalu bekerja dan tinggal dekat di dalam hati seseorang yang menginginkan kehadiranNYA. Ketika proses hidup berjalan, Roh Kudus hadir sebagai sahabat dan memberi kekuatan untuk tetap berjalan melihat Tuhan. Satu lagi, Tuhan orang Kristen Cuma ada 1 saja bukan 3. Permasalahannya adalah banyak yang tidak mengerti tentang bahasa Ketritunggalan Tuhan. Masing-masing memiliki versi kerja berbeda-beda, tetapi tetap satu Tuhan bukan 3 Tuhan...
Setelah pengangkatan anak-anak Tuhan, maka Roh Kudus tidak lagi bekerja di bumi. Dengan kata lain, antikris akan bekerja total 100% selama tiga setengah tahun. Sekali lagi, berdoa banyak-banyak neh, semoga tiga setengah tahun itu waktu manusia bukan waktu Tuhan. Jujur, perasaanku sangat mengganjal sekaligus kacau balau mendengar kosakata tiga setengah tahun. Hatiku seolah berkata, kalau pemerintahan antikris memakai waktu Tuhan, tetapi semoga ini hanya perasaanku saja dan tidak pernah benar-benar terjadi.
Jika Roh Kudus sudah tidak ada di dunia artinya sama dengan kematian. Seorang anak Tuhan dapat berjalan melewati lembah kelam hanya karena kekuatan yang Roh Kudus berikan. Lantas, setelahnya? Hanya mujizat saja yang mungkin berjalan untuk tetap bertahan dan tidak memakai tanda dari binatang tersebut.
Mengingat peejanjian antara Tuhan dan Abraham terlalu kuat, jadi, Israel akan diberi kekuatan untuk bertahan. Di luar bangsa Israel, satu hal yang ingin kukatakan, selamat menikmati hidupmu! Hanya mujizat saja yang berbicara...
Dalam Alkitab dijelaskan, bahwa hanya ada 2 tokoh yang mengalami sesuatu yang spesial di penghujung hidup mereka. Sesuatu yang spesial itu seperti apa? Terangkat hidup-hidup tanpa mengalami kematian. Siapa mereka? Henok dan Elia, sedangkan Tuhan Yesus tidak masuk hitungan karena diriNYA Tuhan dan bukan manusia. Tuhan Yesus juga sempat mengalami kematian, sekalipun terjadi kebangkitan dari antara orang mati.
Tuhan memiliki maksud dan tujuan sehingga tokoh - tokoh tersebut tidak mengalami kematian. Entah ini salah atau betul, tetapi Elia sudah terlahir kembali dengan wujud sebagai Yohanes pembaptis. Jenis pakaian Yohanes pembaptis sama seperti yang dikenakan Elia yaitu jubah dan bulu. Bapa rohaniku berkata, kalau Yohanes pembaptis adalah Elia. Kemungkinan besar, Tuhan membuat Elia lupa tentang hidupnya ketika menjalani peran sebagai Yohanes pembaptis. Artinya Elia dipersiapkan untuk membuka pintu pertobatan melalui baptisan selam. Kenapa baptisan selam? Seluruh dosa yang ada dalam diri dibersihkan total di dalam air dan keluar sebagai pemenang. Elia juga ditugaskan untuk membaptis Tuhan Yesus sebelum melalukan pelayanan ke depannya. Tuhan juga tidak menginginkan orang sembarangan untuk melakukan baptisan terhadap diriNYA. Dari sini, dapat disimpulkan, hati-hati dalam menerima tumpangan tangan melalui pelayanan doa dari siapapun. Kenapa? Akan berakibat fatal dalam kehidupan sehari-hari.
Kembali ke pembahasan semula tentang tokoh yang memiliki sesuatu objek spesial di penghujung hidup. Artinya, kalau Elia adalah Yohanes pembaptis, jadi tidak mungkin juga untuk terlahir kembali melawan pemerintahan antikris. Roh Kudus sudah tidak ada lagi di pemerintahan antikris, tetapi Tuhan mengirimkan utusanNYA untuk melawan antikris.
Dalam kitab Wahyu 11 menjelaskan Tuhan mempersiapkan dua saksi untuk berjalan di tengah pemerintahan antikris. Henokh? Perasaanku berkata kalau salah satu dari pilihan Tuhan tersebut adalah dirinya. Doaku, Tuhan semoga Henokh lahir dari suku yang sama denganku, setidaknya mengganti suasana dan jangan di kalangan Yahudi terus. Aminnnnnn...
Yang jadi pertanyaan adalah tokoh selain Henok? Saya dan mama sempat berdebat masalah siapa yang akan dipilih Tuhan setelah peristiwa yang kujalani kemarin. Kami berdua sedang mempersoalkan antara Elia atau Musa. Memori bersama mama memberi kesan tersendiri sebelum Tuhan memanggil dirinya untuk berpulang. Mama menilai bahwa Elia yang akan berperan sebagai saksi Allah melawan pemerintahan antikris, sedang saya lebih condong kepada Musa. Pertama kalinya, saya berani berdebat dengan mama untuk satu masalah biasa saja kalau dipikir.
Pertanyaan sekarang? Kenapa pilihanku jatuh terhadap Musa? Masalahnya, Elia sudah terlahir kembali menjadi seorang Yohanes Pembaptis, bahkan menjalani proses paling tragis. Kalau benar Elia adalah Yohanes pembaptis, tentu dirinya akan protes tujuh keliling terkait masalah peperangan tersebut. Pemerintahan antikris merupakan awal dan akhir penderitaan paling mematikan sekaligus menakutkan, bahkan belum pernah ada. Elia pasti protes harus kembali ke bumi, dan hal tersebut sangat menakutkan.
Kenapa Musa? Karena dalam kitab Ulangan menjelaskan, Tuhan mengubur mayat Musa di suatu tempat. Tubuh Musa tidak terangkat hidup-hidup ke surga, tetapi mayatnya disembunyikan oleh Tuhan. Tidak mungkin, Tuhan menyimpan mayat Musa sedemikian rupa tanpa sebab. Artinya ada sesuatu hal yang akan dilakukan olehNYA. Beberapa tafsiran berkata kalau mayat Musa dikuburkan oleh tangan Tuhan langsung untuk mencegah terjadinya penyembahan berhala dari bangsa Israel. Lantas, pertanyaan sekarang, kenapa Tuhan tidak melakukan kremasi saja terhadap mayat Musa kalau memang menghindari kegilaan bangsa Israel?
Satu-satunya tokoh pemimpin yang sangat paham sekaligus mengerti situasi dan karakteristik bangsa Israel adalah Musa. Karakter bangsa Israel selama di padang gurun dan di masa pemerintahan antikris memiliki kesamaan. Tidak ada satupun yang dapat memiliki hati sama seperti Musa sampai detik sekarang. Pendoa syafaat terbaik sepanjang sejarah sampai detik sekarang adalah Musa, sekalipun pernah melakukan kesalahan.
Kemungkinan besar, Musa akan dihidupkan kembali oleh Tuhan untuk berperan kembali sebagai pemimpin bagi bangsa Israel. Dia tidak akan mengalami proses kelahiran kembali, karena mayat Musa tersimpan aman di suatu tempat. Tuhan memang sengaja menyimpan mayat tersebut, dan bukan tanpa sebab. Bangsa Israel dinyatakan secara total akan memasuki pemerintahan antikris dengan alur cerita paling mengerikan sekaligus menakutkan, bahkan belum pernah terjadi. Perjanjian Tuhan dan Abraham terlalu kuat sehingga bangsa Israel masih diberi kekuatan. Tuhan akan memakai Musa untuk kembali berdiri sebagai pemimpin di tengah gempuran pemerintahan antikris.
Sekali lagi, jangan menjadi hakim atas apa yang sudah kutulis! Tidak perlu melemparkan pertanyaan aneh-aneh ke arahku! Mengapa memakai kata kemungkinan atau apalah? Saya juga manusia biasa, jadi, tolong dimengerti.
Kejadian 19:1-38....
Dalam kitab kejadian 19 dijelaskan tentang kisah seorang Lot dan keluarganya. Lantas, apa yang salah dengan kisah Lot? Karakteristik seorang Lot menjadi sesuatu yang berakibat fatal bagi kehidupan keluarganya. Lot selalu menilai segala sesuatu dari luar. Kisah ini dimulai dari perselisihan antara anak buah Lot dan Abraham.
Seharusnya, Lot merendahkan hatinya di hadapan Abraham, tetapi justru di luar dugaan. Abraham menyelesailan masalah dengan cukup bijak, rendah hati, dan tetap berperan sebagai pendekap. Lot memasang badan tanpa kata maaf sekalipun dari bibir mulutnya. Perbedaan Abraham dan Lot cukup memiliki benteng terbesar, sehingga alur ending dari keluarganya hancur seketika.
Andaikan, Lot berjalan meminta petunjuk Tuhan tentang masalah tempat tinggal, tentu istrinya tidak akan menjadi tiang garam. Dia gagal menjadi versi ayah terbaik sehingga pemikiran kedua anaknya hanya bercerita tentang jurang semata. Kesalahan terbesar Lot adalah tidak pernah menjadikan Tuhan sebagai dasar pondasi terbaik bagi kehidupan keluarganya.
Tidak pernah diceritakan tentang kisah Lot membawa kedua anaknya datang sujud menyembah mencari wajah Tuhan. Bayangkan, penjabaran dua anak gadisnya, dimana berperan sebagai pemerkosa hanya karena sebuah keturunan? Apakah hal tersebut wajar untuk dilakukan?
Ada banyak generasi muda berjalan menuju jurang, hanya karena tidak memiliki pondasi terbaik dari seorang ayah. Tidak adanya pembentukan hubungan antara ayah dan anak berakibat fatal terhadap kedua anak gadis Lot. Mereka tidak akan mungkin mengambil keputusan salah, andaikan sosok Lot berjalan dengan versi terbaiknya sebagai seorang ayah.
Saya ingin sedikit bercerita tentang mimpiku beberapa waktu lalu. Dunia generasi muda tanpa ayah terbaik akan menciptakan satu akar pahit di segala aspek. Dalam mimpi, saya seperti berada di rumah zaman dulu dengan setengah berdinding tripleks, sementara setengahnya lagi tembok batu. Anehnya, di kamarku ada dua pria duduk di atas tempat tidur. Wajah mereka cukup tampan kalau di perhatikan. Di ruang lain, terdapat seorang pria sedang duduk berhadapan dengan laptop miliknya. Di dalam mimpi itu, dinyatakan kalau mereka semua kos. Wajah pria yang satu ini, juga cukup tampan dengan kulit putih dan sedikit brewokan stylish zaman sekarang.
Saya sempat berjalan ke kamar kos pria brewokan tersebut. Menengok ke dalam dan penasaran apa yang sedang dikerjakan. Kenapa dia kos di tempat model semacam ini, pada hal kalau diperhatikan pekerjaan cukup menghasilkan menurut pemikiranku.
Entah kenapa, beberapa waktu saya tidak melihat dia lagi. Apa sudah pergi atau bagaimana? Dua kakiku mencoba kembali menengok pria tadi. Ternyata dia tetap duduk manis depan laptopnya. Tempat tidur di kamarnya ternyata dua susun. Seolah ada sesuatu yang mengganjal, tetapi sulit dijelaskan. Saya masih sempat sedikit berdialog dengannya sebelum pergi.
Singkat cerita, seperti ada sesuatu yang di tempat tidur miliknya bagian lantai bawah. Apa yang terjadi? Saya kembali menengok karena rasa penasaran. Sepasang pria dan wanita sedang berhubungan sex dalam keadaan telanjang total. “Ini sudah tidak beres” ucapanku seketika.
Entah kenapa tubuhku masuk begitu saja ke kamar tersebut. Lantas? Di luar dugaan, tanganku seketika menumpangkan tangan ke kepala pria brewokan tersebut dan berdoa. Dia hanya memakai celana jeans panjang. Entah kenapa, sepasang pria dan wanita yang sedang berhubungan sex di belakangnya menghilang begitu saja. Apa yang terjadi selanjutnya? Doa pelepasan terhadap pria brewokan tersebut hingga membuatnya terbaring di tempat tidur. Dia tidak dapat menatap ke arahku. Dua bola matanya terus saja menatap ke arah dinding sebelah kiri. Ada tiga jenis roh yang sedang mengikat dirinya. Saya hanya mengingat satu roh setelah bangun dari mimpi tersebut. Dia terikat dengan roh kepahitan, pada hal kalau diperhatikan raut wajahnya terlihat sangat dewasa.
Akar pahit memang sedang mengikat generasi muda zaman sekarang. Entah karena masa kecil, trauma, pengalaman hidup, dan masih banyak objek menjadi akar permasalahan hingga akar pahit terus saja membentengi hidup. Dalam mimpiku diceritakan seorang pria yang terlihat tenang dan dewasa terikat akar pahit. Bisa dikatakan, kebanyakan generasi muda berjenis kelamin pria selalu memendam sesuatu di dalam dirinya, bahkan sulit untuk bercerita. Terkadang, raut wajah mereka sulit untuk disimpulkan ketika berhadapan dengan banyak masalah, jauh berbeda dengan wanita yang memang selalu meluapkan sisi emosionalnya di dalam.
Ketika generasi muda berhadapan dengan sesuatu objek, maka akar paling terkuat mengikat ada pada kata kepahitan. Saya juga tidak munafik, karena kehidupanku sering terjebak sekitar area tersebut. “Tuhan, ampuni saya kalau dalam diriku terdapat akar pahit” ucapan doaku ketika tersadar sesuatu hal.
Saya tidak mau masuk neraka hanya karena menyimpan rasa sakit atau kepahitan terhadap seseorang. Memaafkan seseorang itu rasanya sangat sakit sekali, terlebih ketika ruang di dalam sana terlalu terluka hingga tercabik-cabik. Berulang kali Tuhan membuat saya berhadapan dengan masalah-masalah yang di akhir cerita menyatakan ruang dalam diriku mengalami luka cukup/ bahkan terlalu dalam. Jangan heran kalau nada bicaraku, terkadang kelewat kasar, karena ada banyak hal yang membuat hidupku selalu saja tercabik-cabik.
Beberapa waktu setelah pemberitaan agenda viral tentang hidup ke depan, tiba-tiba saya bermimpi. Jalan di sekitarku sepi tanpa orang, seolah mereka semua berlarian pergi. Tiba-tiba, saya ada di rumahku dengan jenis desain semi permanen. Entah kenapa ada banyak orang di rumah berkumpul. Di atas meja sudah terdapat makanan yang sedang atau sudah mereka makan.
Singkat cerita, saya berdoa dalam hati karena ketakutan. “Tuhan, ampuni saya atas segala dosa yang sudah dilakukan” isi doaku dalam hati.
“Pokoknya saya tidak mau tertinggal” ujarku.
Tiba-tiba, Tuhan mengingatkan saya tentang sesuatu hal. Saya banyak mengalami perasaan kecewa, terluka, marah, bersama objek-objek lainnya terhadap orang di sekitarku termasuk keluargaku sendiri. Saya memiliki salah satu keluarga masih dekat, ada banyak objek yang membuat hidupku menjauh darinya. Terserah semua orang berkata kepribadianku masuk kategori sensitif, tetapi intinya semua terasa sangat sesak, bahkan sulit dijelaskan. Saya juga tidak bercerita aneh-aneh terhadap siapapun, semua tersimpan aman di dalam sana.
“Tuhan, pokoknya angkat semua akar kepahitan dalam diriku” isi doaku di dalam mimpi.
“Pokonya, saya tidak mau tertinggal kalau rapture dan tidak mau masuk neraka” kalimatku seketika.
Kenapa saya berdoa seperti itu dalam mimpi? Karena Tuhan seolah ingin berkata, bagaimana dengan ruang hatimu terhadap dirinya? Pada dasarnya, bukan hanya dia menjadi satu-satunya pemeran utama yang selalu menciptakan luka cukup serius. Berulang kali Tuhan memperhadapkan objek luka cukup menakutkan, dan rasanya sangat sakit pakai banget.
Saya sama seperti manusia lain tentang bahasa kesal, marah, ingin berteriak, dan banyak lagi bergema menjadi satu. Terjebak? Ya, sering terjebak. Semua orang hanya tahu menjadi hakim seolah hidupku memang harus dihancurkan. Mengampuni merupakan kosakata penuh pergumulan dikarenakan ribuan cabikan luka selalu saja mengudara. Saya manusia biasa yang juga terjebak, dan tidak berarti terlalu kuat karena dibawah Tuhan melalui sebuah petualangan pada satu peristiwa yang tidak pernah kupikirkan sama sekali.
“Tuhan, buat saya lupa atas semua luka dalam diriku” isi doaku tiap saat ketika tersadar sesuatu. Tuhan tidak ingin kehidupan anak-anakNYA terjebak dalam ikatan akar kepahitan apa pun alasannya.
“Keluarkan semua akar pahit dalam diriku, karena saya tidak mau masuk neraka” membayangkan objek neraka seperti apa...
Bagi generasi muda, terlebih khusus dirimu yang sulit meluapkan apa pun dalam dirimu hingga menjadi akar pahit, Tuhan dapat membalut lukamu. Tidak perlu bercerita ke dunia luar ataukah media sosial, bawah cerita hidupmu di hadapan Tuhan. Air matamu akan tertampung manis dalam kirbat Tuhan. Jangan biarkan lukamu menghancurkan banyak hal dalam dirimu!
Kejadian 24:1-67...
Kejadian 24:1-14; Adapun Abraham telah tua dan lanjut umurnya, serta diberkati TUHAN dalam segala hal. Berkatalah Abraham kepada hambanya yang paling tua dalam rumahnya, yang menjadi kuasa atas segala kepunyaannya, katanya: "Baiklah letakkan tanganmu di bawah pangkal pahaku, supaya aku mengambil sumpahmu demi TUHAN, Allah yang empunya langit dan yang empunya bumi, bahwa engkau tidak akan mengambil untuk anakku seorang isteri dari antara perempuan Kanaan yang di antaranya aku diam. Tetapi engkau harus pergi ke negeriku dan kepada sanak saudaraku untuk mengambil seorang isteri bagi Ishak, anakku."
Lalu berkatalah hambanya itu kepadanya: "Mungkin perempuan itu tidak suka mengikuti aku ke negeri ini; haruskah aku membawa anakmu itu kembali ke negeri dari mana tuanku keluar?" Tetapi Abraham berkata kepadanya: "Awas, jangan kaubawa anakku itu kembali ke sana. TUHAN, Allah yang empunya langit, yang telah memanggil aku dari rumah ayahku serta dari negeri sanak saudaraku, dan yang telah berfirman kepadaku, serta yang bersumpah kepadaku, demikian: kepada keturunanmulah akan Kuberikan negeri ini — Dialah juga akan mengutus malaikat-Nya berjalan di depanmu, sehingga engkau dapat mengambil seorang isteri dari sana untuk anakku.
Tetapi jika perempuan itu tidak mau mengikuti engkau, maka lepaslah engkau dari sumpahmu kepadaku ini; hanya saja, janganlah anakku itu kaubawa kembali ke sana." Lalu hamba itu meletakkan tangannya di bawah pangkal paha Abraham, tuannya, dan bersumpah kepadanya tentang hal itu.
Kemudian hamba itu mengambil sepuluh ekor dari unta tuannya dan pergi dengan membawa berbagai-bagai barang berharga kepunyaan tuannya; demikianlah ia berangkat menuju Aram-Mesopotamia ke kota Nahor. Di sana disuruhnyalah unta itu berhenti di luar kota dekat suatu sumur, pada waktu petang hari, waktu perempuan-perempuan keluar untuk menimba air.
Lalu berkatalah ia: "TUHAN, Allah tuanku Abraham, buatlah kiranya tercapai tujuanku pada hari ini, tunjukkanlah kasih setia-Mu kepada tuanku Abraham. Di sini aku berdiri di dekat mata air, dan anak-anak perempuan penduduk kota ini datang keluar untuk menimba air.
Kiranya terjadilah begini: anak gadis, kepada siapa aku berkata: Tolong miringkan buyungmu itu, supaya aku minum, dan yang menjawab: Minumlah, dan unta-untamu juga akan kuberi minum — dialah kiranya yang Kautentukan bagi hamba-Mu, Ishak; maka dengan begitu akan kuketahui, bahwa Engkau telah menunjukkan kasih setia-Mu kepada tuanku itu."
Tidak perlu menjelaskan lebih detail makna dari kitab Kejadian 24:1-67 berjalan kemana. Seorang Abraham memiliki anak perjanjian dalam status belum menikah. Saya bisa pastikan, bagaimana didikan Abraham sebagai ayah terbaik bagi Isak. Dari kejadian 24 disini, dapat disimpulkan kalau Isak belum pernah sekalipun menjalin hubungan dengan gadis manapum di tanah Kanaan. Abraham sadar betul seperti apa karakter gadis Kanaan, sehingga berperan sebagai ayah yang selalu berdiri di samping Isak.
Saya yakin, kalau Abraham menghalangi Isak menjali hubungan spesial terhadap gadis manapun. Artinya statuz Isak dalam keadaan perjaka 100%. Salah satu alasan terkuat sehinggaa perjanjian antara Abraham dan Tuhan tidak akan pernah putus. Abraham berperan sebagai seorang Ayah untuk mendidik Isak. Pertanyaan sekarang, apakah anda mengerti definisi seorang ayah bagi anak sendiri?
Sekali lagi, Abraham berjalan dengan iman buta-buta untuk mencari pasangan terbaik bagi kehidupan Isak anaknya. Berapa kali Abraham memakai iman tidak biasanya? Berulang kali, hingga menyatakan hasil terbaik.
Bukan hanya kaum Hawa saja yang harus menjaga keperawanan, tetapi kaum Adam pun dituntut untuk memjaga keperjakaannya sampai menikah. Zaman sekarang, tuntutan terhadap perempuan luar biasa sadis, sementara bagi kaum laki-laki seolah tidak ada tuntutan sama sekali?
Hal lebih kacaunya lagi adalah kosakata perawan, terlebih kata perjaka seperti hilang ditelan bumi. Jangan harap perjaka dan perawan masih bisa ditemukan, sepertinya sangat sulit. Jadilah seperti Abraham yang selalu berjuang untuk mendidik anaknya agar mempertahankan status keperjakaan hingga menikah nanti.
Dalam kitab Kejadian 24, memang tidak dijelaskan secara detail, tetapi bahasa Abraham terhadak hambanya sudah menjelaskan segalanya, bahkan hingga sedetailnya. Abraham berulang kali memakai iman untuk berjalan buta-buta tanpa melihat sesuatu di depan mata. Memiliki iman yang tidak terlihat, tetapi terlalu kuat bukan sesuatu yang mudah, hanya saja menyatakan seni hidup berbeda...
Kejadian 24 juga menyatakan untuk tidak salah dalam mencari pasangan hidup. Apakah gadis Kanaan kurang cantik? Tidak mungkin juga gadis-gadis Kanaan tidak memiliki paras cantik. Tuhan ingin dumia anak muda mencari jodoh yang tidak memilai segala sesuatu dari luar. Saya ingin brrcerita sedikit tentang pengalaman ketika di bawah Tuhan melalui sebuah peristiwa.
Waktu itu, saya selalu mendengar beragam jenis suara dengan pernyataan-pernyataan yang membuat hidupku mengalami kesulitan untuk mencerna. Hal terburuknya lagi adalah suara-suara tersebut menumtut hidupku memiliki jodoh. Bagaimana cerita? Saya dengan kepribadian anak kuper kampungan 7 keliling dituntut mencari jodoh? Jujur, saya tidak pernah tahu rasanya berpacaran itu seperti apa.
Entah karena sudah lelah, capek, kesal, tidak punya jalan cerita lain, pusing, depresi mungkin, berhalusinasi, atau apalah sehingga memakai beberapa nama artis yang lagi naik daun pada saat itu. Sekedar ingin bersikap jahil atau mungkim karena tidak punya pilihan lain karena tuntutan gila suara-suara tersebut.
Saya juga merasa lucu kalau mengingat memori sebelumnya. Bahkan terkesan memalukan, hingga membuatku meratapi kehidupan sendiri. Hal terkacaunya lagi adalah seolah beberapa artis ini berbicara melalui bibir mulutku, pada hal sebenarnya bukan mereka.
Saya juga keseringan mendengar jenis suara artis tersebut. Saya sangat sadar kalau mahluk lain memakai jenis suara mereka untuk berkata-kata di telingaku. Entah sekedar ingin memancing atau apalah sehingga diriku bertingkah kacau juga.
Hal di luar dugaan adalah saya bermimpi tentang beberapa artis tersebut awal-awal terikat dengan sesuatu yang sama sekali tidak pernah kumengerti. Saya merasakan seseorang menangis, berdoa, marah tetapi itu bukan diriku. Apakah salah satu dari artis tersebut? Entahlah...
Intinya, saya bermimpi berada di halaman rumahku. Dalam mimpi tersebut diperlihatkan bentuk tubuhku yang masih terbilang usia pra remaja alias ABG. Terlihat Rambutku sedikit pirang dan lurus. Saya juga memiliki kulit putih, halus, dan cantik dengan setelan celana pendek dipadukan baju kaus. Lantas, permasalahannya? Artis-artis tersebut terlihat sangat jelek, kulit hitam, seperti penyakitan, baju usang tua, dan hanya terdapat beberapa helai rambut saja di kepalanya.
Di dunia nyata, bercerita kalau artis-artis tersebut memiliki paras tampan, sedang diriku hanyalah seonggok sampah paling jelek. Jauh berbeda dalam mimpiku, justru wajahku sekaligus jenis kulitku sangat cantik, sedang mereka sangat jelek. Mimpiku itu bukan sekali saja, melainkan sudah beberapa kali bermimpi. Jangan marah! Itu mimpi, dan bukan saya yang mengejek.
Lagian artis-artis tersebut juga sudah memiliki pasangan masing-masing. Saya juga tidak tertarik dengan mereka, karena kehidupan kami sangat jauh berbeda satu sama lain. Hal terkacaunya lagi adalah bermimpi tentang salah satu dari mereka, selalu berjalan berseberangan tanpa saling bertegur sapa. Memang benar, kalau saya hampir benar-benar percaya seseorang yang terikat denganku adalah salah satu dari mereka. Tetapi, saya tidak pernah benar-benar berharap kalau itu dirinya.
Saya juga pernah bermimpi, berada di satu tempat tinggal. Depan rumah memiliki jalanan parit sepanjang jalan. Tiba-tiba saja, saya melihat sebuah tempayan di langit sedang pegang oleh sebuah tangan besar. Yang menjadi fokus, dimana tangan besar tersebut menumpakan tempayan besar ke bumi. Apa yang ditumpahkan? Sepertinya air kotor sejenis tsunami atau air bandang yang disebut sebagai banjir bandang.
Hubungan dengan beberapa artis tadi? Permasalahannya adalah saya melihat seekor ular kobra raksasa membuka mulutnya, yang terdapat tubuh artis tersebut sedang berbaring. Di tempat lain, terdapat sebuah pohon dengan jenis kulit tidak pernah ada di muka bumi. Kulitnya bersisik dan mengkilat, dengan jenis dan warna daun jauh berbeda, bahkan belum pernah ada di bumi.
Takut? Saya pasti ketakutan, sementara semua orang hanya tahu menyerang hidupku mengalami gangguan jiwa berat. Tidak ada maksud lain untuk cerita mimpiku kali ini, hanya sekedar meluapkan saja. Setidaknya, mereka yang terus mengejek saya berhenti berbicara, karena kalian tidak pernah tahu seperti apa rasanya menjalani kehidupan seperti ini.
Kembali ke cerita awal pembahasan kitab Kejadian 24, tentang peranan Abraham bagi hidup Isak. Btw, lupakan cerita mimpiku barusan! Anggap saya tidak pernah bercerita seperti ini!
Seorang Abraham menjalani peran sebagai ayah terbaik bagi Isak. Apakah kalian sudah menjadi sosok ayah terbaik bagi sang anak? Atau apakah kalian merupakan bagian dari keluarga retak? Saya seorang penulis yang senang menulis cerita tentang dunia sebuah keluarga.
Dalam tulisan tersebut digambarkan tentang banyaknya keluarga yang selalu saja kehilangan figur salah satu dari orang tua. Apa saya memiliki pengalaman pahit? Entahlah. Sekalipun papa dan mama tidak ada rasa saling percaya masalah keuangan, tetapi saya tidak lahir dari keluarga yang sudah bercerai.
Papa dan mama juga memberiku kasih sayang cukup menurutku, hanya saja versi mereka berdua berbeda. Artinya saya bukan keluarga broken home. Papa dan mama tidak melempar bahasa kurang pantas atau kotor ke arahku.
Saya ingin bercerita sedikit tentang karakter dalam diriku. Orang yang tidak mengenaliku, tentu akan berkata saya seorang perempuan angkuh sekaligus judes. Keras, spontan, kalau tidak suka orang sangat terlihat di wajah, kasar menjadi gambaran hidupku. Saya juga tidak tahu kenapa bisa, Tuhan membukakan banyak rahasia di dalam alkitab dengan karakter seperti ini. Secara manusia, saya menjadi batu sandungan. Entahlah...
Bidangku juga tidak bergerak di dunia hamba Tuhan. Perlu diketahui, bahasa kepribadian tadi bermain ketika saya berada dalam dunia kerja. Sisi lain dari hidupku adalah tidak menyukai keramaian, selalu di rumah, malas bergaul dengan siapapun. Bayangkan saja, berjalan masuk gereja tanpa bahasa basa-basi terhadap orang di sekitar. Saya tidak ingin mengenal siapapun orang di sekitarku. Hal terkacaunya lagi adalah saya tidak tahu nama gembala di gereja tempatku beribadah selama dua tahun di sana. Nama istri pendetaku itu, saya sama sekali tidak tahu namanya sampai detik sekarang.
Apa karakter gembala di gereja tersebut jelek? Tidak sama sekali, bahkan beliau selalu memberi senyum. Sekitar 98%, saya tidak tahu nama-nama pelayan di tempat ibadah sekian tahun lamanya beribadah. Berdiri di pojokan untuk menunggu beberapa anggota keluargaku yang lagi bercerita. Saya tidak terlalu menyukai pembicaraan terhadap siapapun. Dua kakiku akan berjalan langsung pulang tanpa menoleh, andaikan ke gereja seorang diri.
Saya tidak terlalu menyukai berjalan ke pusat perbelanjaan, makan di restoran atau kafe, atau kegiatan-kegiatan lain. Jauh berbeda ketika saya berada di tempat kerja. Kepribadian asli dalam diriku terkunci rapat di suatu tempat, dikarenakan beberapa hal. Pendekatan dengan masyarakat membuatku harus berjuang untuk terlihat supel dan ceria. Bayangkan, ujung pukul ujung, semua mengenal namaku. Di mata mereka, hanya ada pribadi terlihat cerewet sekaligus ceria dalam diriku. Tuntutan kerja di lapangan menjadikan diriku bagaikan langit dan bumi.
Hal yang sama tetap kulakukan ketika berada di gereja manapun. Jadi, andaikan saya tidak menyapa atau berjalan cuek dari siapapun, harap dimengerti. Saya juga bukan seorang pelayan gereja manapun. Menulis sesuatu yang kelewat rohani seperti ini, bisa dikatakan karena sebuah suara berbicara di dalam sana. Saya juga bukan seorang yang suka berbicara alkitabiah terhadap siapa pun. Seputar perbincanganku terhadap orang lain hanya bercerita pekerjaan, film, atau gosip. Ada yang salah dengan gosip? Entahlah...
Saya juga tidak menyukai menghubungi atau dihubungi oleh siapapun melalui chat sekaligus telepon kalau tidak berhubungan dengan pekerjaan dan sesuatu hal yang penting. Lebih suka menjelaskan sesuatu hal melalui chat teks, di banding berbicara langsung terlebih permasalahan serius. Alasannya? Semua orang di sekitarku selalu berpikiran negatif sehingga mengambil kesimpulan dengan kesan kurang menyenangkan, sensitif, marah, dan semuanya. Sebenarnya sih, hidupku aman-aman saja tanpa teman, karena memang saya tidak suka keramaian. Permasalahannya Cuma satu saja, dunia tempat kerja menyatakan harus kerja sama tim.
Belajar dari banyak pengalaman di sekitarku, sehingga menekan pasangan bersama tim kerja yang dibentuk agar memiliki persatuan kuat tanpa mengeluh. “Tidak ada yang di atas, juga tidak ada yang di bawah, pukul rata dengan status yang sama” kalimatku.
“Tuhan, bekerja di tempat dan kampung paling terkecil saja, ada banyak tantangan, rasa iri, perbedaan pendapat, pemikiran kacau” kalimatku ketika merenung.
“Lantas, bagaimana pula ketika berhadapan dengan permasalahan di atas?”
Belajar dari pengalaman inilah sehingga pernyataan kerjasama tim terbaik dengan versinya masing-masing harus berjalan. Alasan dibalik terjadinya proses psikopat dari tim kerja ke depan berada pada istilah-istilah dengan ruang begitu menakutkan. Ada banyak jebakan, egois, keserakahan, ODGJ berat, permainan, jurang, iri hati, pemikiran bodoh, tidak mau tahu, dan masih banyak lagi bergema hebat di sudut persimpangan jalan.
Lantas, alasan menulis tulisan-tulisan bertema keluarga yang kehilangan arah? Saya seorang dengan kepribadian tidak suka bergaul dengan siapapun, tetapi ingin berjalan sebagai pendekap bagi mereka yang memiliki kehidupan tanpa arah. Setidaknya, tulisanku dapat memberi mereka pelita di tengah badai.
Menjadi pendekap melalui tulisan memberi penghiburan tersendiri buatku. Pemikiranku tentang dunia generasi muda menjadi alasan tulisan-tulisan tersebut bermuara.
Tuhan, kalau hari ini tidak memperlihatkan hasil, esok hari akan bercerita lain. Mendekap dunia generasi muda tidak semudah membalikkan telapak tangan dengan variasi karakter mereka yang berbeda-beda. Hal terkacaunya lagi adalah kepribadianku tidak berjalan sebagai seorang ekstrovert yang tahu peranan sahabat. Saya mudah lelah, pusing, bahkan kehabisan tenaga di tempat ramai.
Tetapi, satu hal, saya juga ingin berjalan sebagai pendekap bagi hidup generasi muda tanpa arah. Masing-masing orang memiliki versinya, begitu pun sebaliknya dengan hidupku. Saya percaya, kalau Tuhan akan memberkati sekaligus mengurapi tulisan-tulisanku, setidaknya menjadi pelita kecil bagi hidup mereka yang sedang terluka.
Lea & Rahel...
Dalam kitab Kejadian 29 mulai dijelaskan tentang cerita percintaan segitiga antara Yakub, Lea, dan Rahel. Ada hukum tabur tuai yang sedang di jalani Yakub sebagai sebab akibat dari kasus penipuan berulang kali terhadap kakaknya bernama Esau. Laban memainkan kata politik terhadap Yakub selama berada di rumahnya.
Sebab akibat permainan politik Laban sehingga kisah cinta segitga dari hidup Yakub mempermainkan dirinya. Tidak perlu dijelaskan, bagaimana Yakub berjuang keras untuk mendapatkan Rahel. Bekerja selama 7 tahun sebagai pekerja Laban hanya demi seorang Rahel? Bukan tanpa sebab sehingga Yakub rela diperbudak oleh Laban, hanya demi seorang Rahel.
Kejadian 29:9-12; Selagi ia berkata-kata dengan mereka, datanglah Rahel dengan kambing domba ayahnya, sebab dialah yang menggembalakannya. Ketika Yakub melihat Rahel, anak Laban saudara ibunya, serta kambing domba Laban, ia datang mendekat, lalu menggulingkan batu itu dari mulut sumur, dan memberi minum kambing domba itu. Kemudian Yakub mencium Rahel serta menangis dengan suara keras. Lalu Yakub menceritakan kepada Rahel, bahwa ia sanak saudara ayah Rahel, dan anak Ribka. Maka berlarilah Rahel menceritakannya kepada ayahnya.
Dalam ayat tersebut sangat jelas menggambarkan kepribadian Rahel seperti apa. Tidak hanya cantik secara paras, melainkan seorang Rahel juga pekerja keras. Kemungkinan besar, Yakub mengenang bagaimana Ribka ibunya berjodoh dengan Isak ayahnya. Karakter Ribka dan Rahel memiliki persamaan, bekerja sebagai penggembala kambing domba selama belum ada ikatan pernikahan dengan lawan jenisnya.
Yakub dikenal sebagai anak mama yang selalu berada di rumah, jauh berbeda dengan Esau dengan sebutan sebagai anak ayah. Kekuatan seorang ibu sangat berperan penting dalam hidup seorang Yakub sehingga terjadi pertukaran berkat. Mengambil sesuatu berkat yang diperuntukkan bagi Esau kakaknya. Sekalipun jalur salah, tetapi bagi Yakub, dimana rollmodel terbaik adalah ibunya Ribka. Inilah menjadi alasan terkuat, mengapa Yakub mencintai Rahel.
Gadis sekaligus orang pertama yang dipeluknya untuk meluapkan seluruh perasaan berkecamuk dalam dirinya adalah Rahel, bukan Lea. Dapat disimpulkan, kalau Lea tidak memiliki sesuatu yang menarik sesuai kepribadian Ribka ibu Yakub. Tidak pernah diceritakan dalam alkitab seorang Lea berjalan menggembalakan kambing domba. Inilah menjadi alasan utama mengapa nama Lea tidak memiliki tempat di hati Yakub.
Yakub seorang anak rumahan yang tidak pernah mengenal wanita mana pun di luar sana. Berbeda dengan Esau, memiliki kepribadian main sikat alias asal memilih tanpa memikirkan dampak di depan. Dapat disimpulkan, bagaimana sosok Yakub menginginkan karakter pasangannya kelak, harus seperti ibunya Ribka. Cinta pertama Yakub adalah Rahel ketika dirinya mulai berjalan untuk melihat dunia luar.
Rahel membiarkan dirinya dipeluk oleh Yakub, seolah tahu rasa sesak di dalam dirinya. Rahel dengan kepribadiannya berjuang untuk mengerti luapan emosional dari Yakub, sekalipun tidak dijelaskan secara rinci oleh Alkitab. Jadi, sebenarnya bukan cerita permasalahan cantik paras, tetapi lebih ke kepribadian. Kecantikan paras Rahel bukan alasan utama bagi seorang Yakub. Pertanyaan sekarang, kenapa justru keturunan Lea yang memiliki peran penting sebagai suku paling berpengaruh?
Rahel membuat sebuah kesalahan fatal sehingga hal tersebut tidak terjadi. Kesalahan seperti apa? Kejadian 31:19; Adapun Laban telah pergi menggunting bulu domba-dombanya. Ketika itulah Rahel mencuri terafim ayahnya. Mencuri terafim milik ayahnya Laban, yang pada akhirnya membuat Yakub terpancing untuk mengeluarkan sebuah pernyataan kutukan. Yakub tidak pernah tahu kalau Rahel menjadi dalang pencurian terafim tersebut. Di akhir cerita, Rahel meninggal di tengah perjalanan menuju kampung halaman suaminya Yakub.
Secara manusia, Rahel tidak dikuburkan bersama Yakub suaminya, jauh berbeda dengan Lea. Kejadian 35:19; Demikianlah Rahel mati, lalu ia dikuburkan di sisi jalan ke Efrata, yaitu Betlehem. Ada sesuatu yang mengganjil dalam ayat tersebut, yang membuat semua orang tidak pernah sadar. Rahel dikuburkan di Betlehem tempat Tuhan Yesus lahir ke dunia. Salah satu tanda pertama yang dilewatkan oleh semua orang adalah lokasi penguburan Rahel. Betlehem menjadi tempat pilihan terbaik bagi Tuhan untuk lahir ke dunia.
Inilah penyebab utama, mengapa suku Benyamin masih tercatat kuat sampai detik sekarang, selain suku Yehuda. Suku lain dari Israel berpencar entah kemana, sementara suku Benyamin masih berdiri kokoh sama seperti suku Yehuda. Jadi, kalau dipikir-pikir lagi, Tuhan memberi keadilan yang sama terhadap hidup Lea dan Rahel.
Kenapa bisa Yehuda menempati posisi kekuatan terpenting di antara bangsa Israel? Doa yang diungkapkan oleh Lea ketika Yehuda lahir memiliki sebuah kekuatan luar biasa. Kejadian 29:35; Mengandung pulalah ia, lalu melahirkan seorang anak laki-laki, maka ia berkata: "Sekali ini aku akan bersyukur kepada TUHAN." Itulah sebabnya ia menamai anak itu Yehuda. Sesudah itu ia tidak melahirkan lagi.
Dalam keadaan remuk hati, seorang Lea mengucap syukur kepada Tuhan, sehingga kekuatan doa itu terlihat begitu mengikat menjadi alasan Yehuda masih berdiri hingga detik sekarang.
Terkadang, saya bertanya, kenapa bukan Yusuf? Sejarah menjelaskan Yusuf sangat setia terhadap Tuhan di dalam penderitaan. Tidak pernah sekalipun Yusuf melemparkan amarah terhadap Tuhan atas segala yang sudah terjadi dalam dirinya. Harga yang dibayar juga sangat besar, tetapi Yusuf tetap menempatkan Tuhan sebagai rumah terbaik. Ada perbedaan kepribadian antara Yusuf dan semua saudaranya. Peranan Rahel sebagai ibu terbaik menjadi pondasi sehingga Yusuf tumbuh menjadi pribadi berbeda dari semua saudaranya. Kesalahan fatal Rahel menjadi penyebab utama hal tersebut terjadi.
Selain itu, Yusuf mengambil istri keturunan Mesir, sementara perjalanan di depan bercerita lain. Mesir memperbudak bangsa Israel sedemikian rupa sehingga terjadi penderitaan luar biasa. Bagaimanapun darah yang mengalir dari keturunan Yusuf memiliki darah Mesir dikarenakan istrinya berasal dari daerah tersebut. Kesalahan Yusuf adalah tidak bisa menolak wanita pemberian Firaun sebagai pasangan hidupnya. Apa pun itu, setidaknya Tuhan selalu hadir dalam hidup mereka yang mencari diriNYA.
Wahyu 22:13...
Wahyu 22:13; Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Pertama dan Yang Terkemudian, Yang Awal dan Yang Akhir."
Saya ingin kembali menjelaskan makna kata Alfa dan Omega. Alkitab secara tegas menjelaskan, kalau hanya Tuhan Yesus saja yang pantas disebut sebagai Yang Pertama dan Yang Terkemudian, Yang Awal dan Yang Akhir. Tidak satupun mahluk lain pantas menerima sebutan Alfa dan Omega.
Apa pun hidup di depan, Tuhan Yesus adalah sosok Alfa dan Omega yang akan selalu mengerti situasi dalam diri. Menjadi permasalahan adalah iblis berjuang keras menyatakan diri sebagai Alfa dan Omega. Perjuangan iblis bermain menghancurkan manusia sangat nyata di depan mata.
Seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya, bahwa dalam film-film short animasi/kartun dinyatakan iblis selalu memperkenalkan diri sebagai Alfa dan Omega. Kebanyakan cerita short tersebut mengarah pada makna misterius, yang kelihatannya hanya berupa bahasa romance.
Dimulai dari naga, ular, pangeran laut, serigala, dan binatang meyeramkan lainnya berperan sebagai pangeran Alfa yang sedang mencari Luna. Cerita dimulai konflik dengan konflik pencaharian cinta sejati sang pangeran yang harus melakukan ritual seks terhadap pasangannya. Seorang gadis perawan, cantik, tanpa celah menjadi incaran sang pangeran. Selain bahasa seks, ada satu pernyataan yang selalu terucap di semua film short tersebut. “Menandai” menjadi istilah paling mematikan tanpa seorangpun sadar makna yang sebenarnya.
Gadis perawan artinya perempuan yang suci mengarah pada kata gereja. Kosakata gereja lebih disederhanakan menjadi orang-orang yang hidupnya kudus. Kenapa memakai kata Luna? Ritual satanisme selalu terjadi pada bulan purnama atau bulan darah atau sejenis bulan lain. Luna sangat berkaitan dengan kata bulan yang sudah dijelaskan tadi.
Di bulan-bulan tersebut, organisasi satanisme melakukan ritual dan pertemuan untuk membahas sistem strategi pemerintahan di dalam pemerintahan satanisme. Ada banyak agenda dan kegiatan yang sudah tertata sangat sempurna di dalamnya. Menghancurkan gereja dengan segala jenis roh kenajisan menjadi salah satu agenda terpenting dalam pertemuan tersebut. Jangan heran, kalau planing pemerintahan antikris mulai memaksakan segala sesuatunya di depan mata.
Menandai? Artinya melakukan pemateraian terhadap gereja yang menyatakan kepemilikan. Perhatikan tayangan film short tersebut menggambarkan sang pangeran dengan sangat buas menggigit bagian leher gadis suci, selain melakukan hubungan seks. Gambaran ikatan antara pangeran dan gadis suci tidak akan pernah lepas melalui simbol tali pengikat di antara mereka.
Iblis dengan buasnya menyatakan kalau gereja adalah miliknya melalui pemateraian tersebut. Perhatikan dunia gereja sekarang ini, gambaran ritual seks dalam film tersebut memiliki makna misterius. Pelayan menjalin hubungan gelap antara sesama pelayan gereja, peraelingkuhan, keserakahan, beringas, perselisihan tanpa ujung, persaingan karunia, saling memperebutkan jemaat, bisnis, dan masih banyak lagi terjadi di dalam gereja. Hal lebih parahnya adalah banyak keluarga di dalam gereja hancur, sehingga generasi muda berjalan dengan alur cerita jurang terdalam.
Pangeran naga menempatkan dirinya sebagai pemenang atas gadis suci setelah melakukan ritual seks. Tontonan tersebut bisa dikatakan memang kelewat vulgar, jadi, hati-hati dalam menonton. Ritual seks merupakan sesuatu yang wajib dilakukan oleh organisasi satanisme ketika terjadi pertemuan pada bulan purnama atau bulan sejenisnya. Jangan heran, adegan-adegan vulgar selalu memainkan perannya dalam cerita-cerita tersebut.
Selain makna tadi, ada satu visi yang memang diselipkan dalam cerita- cerita tadi. Ada banyak film, drama, novel menyatakan alur cerita seks secara liar, bahkan terkesan tidak terkendali dengan dasar kosakata cinta di dalamnya. Apa yang salah? Tidak ada yang salah dengan dunia seks selama dalam kondisi sehat. Makna kata kondisi sehat? Jangan berpura-pura bodoh terhadap maksud kata tersebut! Dilakukan setelah terjadi pernikahan suci menjadi makna pernyataan tadi.
Hanya saja, gambaran cerita seks melalui film, drama, dan novel menyatakan bahasa liar, bahkan sangat tidak terkendali. Generasi muda diajar menjalani hubungan seks melalui permainan-permainan liar, keras, memakai benda-benda tertentu, dan masih banyak lagi untuk merasakan kenikmatan seks lain dari pada yang lain.
Ketika seseorang tidak dapat mengendalikan diri terhadap situasi seks sendiri, maka terjadilah objek-objek penyimpangan untuk memenuhi kosakata liar di dalam kenikmatan seks tersebut. Zaman sekarang, generasi muda berada dalam ikatan rantai belenggu terkuat di dalam dunia seksual sangat tidak normal. Salah satu agenda terbaik iblis bersama organisasi antikris adalah peralihan seksual di dunia geneeasi muda. Penyimpangan seksual antara sesama jenis merupakan hal biasa, namun ada objek lain sedang bermain di depan. Hubungan romance sekaligus dunia seksual antara manusia dan Ai/ robot akan segera mengudara. Manusia tidak lagi memiliki minat seksual terhadap sesamanya, dikarenakan kenikmatan liar ketika berhubungan seksual tidak di dapat. Dunia Ai akan bercerita tentang kepuasan melalui adegan-adegan seksual yang sulit dijabarkan. Hanya mereka saja yang tahu maksud kalimat tersebut.
Iblis memang bekerja habis-habisan, dan target utamanya adalah generasi muda. Elon Musk berkata, bahwa tahun 2036 uang tidak lagi menjadi sesuatu hal yang penting, dikarenakan segala sesuatunya dimainkan oleh Ai. Dan banyak orang akan diberi uang. Pertanyaan sekarang? Tidak mungkin juga pemberian uang cuna-cuma tanpa maksud tertentu? Ada pemateraian 666, artinya ada uang, silakan anda memilih!
Pemateraian bilangan 666 itu bukan sejenis hoax semata, semua sudah tercatat dalam alkitab. Elon Musk juga membuat pernyataan, bahwa tidak akan ada yang bisa menjual dan membeli, bahkan teknologi Yesus tidak dapat menyelamatkan. Memang ini sesuatu yang akan terjadi ke depan.
Kenapa teknologi Yesus tidak dapat menyelamatkan? Apa Tuhan Yesus tidak memiliki kuasa? Jawabannya adalah dikarenakan Roh Kudus sudah tidak ada pada masa tersebut. Pengembangan sekaligus penciptaan Ai memang sudah dinyatakan dalam kitab Wahyu 13:14-15 tentang pembuatan patung.
Saya ingin sedikit bercerita tentang kekuatan kuasa gelap yang tidak terlihat. Sudah tahukan hidup manusia sepertiku? Selalu menghabiskan waktu di rumah, dibanding berada di luar dengan segala jenis keramaian. Kenapa saya selalu bercerita kepribadian ya? Lupakan!
Inti ceritaku adalah saya menonton sebuah tayangan video di salah salah satu akun. Dalam video tersebut sedang dilakukan ritual pembakaran patung-patung di sebuah negara. Lantas, apa yang terjadi? Api besar sedang bergema di sekitaran patung tersebut menuju ke langit. Permasalahannya? Kekuatan penguasa dalam ritual ini sangat terasa. Saya bisa merasakan penguasa besar bermain. Negara ini dikenal sebagai salah satu penganut penyembah patung.
Saya juga tidak memahami tentang tujuan pembakaran patung tersebut. Hanya saja, dampak kekuatannya terasa sangat kuat. Di luar dugaan, terjadi gempa skala kecil secara tiba-tiba sekitar kota tempatku tinggal. Apakah ada hubungan antara gempa dan tontonan yang sedang kulihat? Entahlah, namun cukup membuat saya mengalami sebuah perasaan yang sulit untuk dijabarkan. Seluruh masyarakat kota memasang status gempa pada akun media sosial masing-masing. Kenyataannya adalah tontonan yang sedang kulihat sepertinya menjadi penyebab gempa kecil tersebut terjadi, percaya atau tidak, terserah...
Btw, jangan melemparkan pertanyaan ke arahku, karena saya juga tidak menemukan jawaban dari kejadian tersebut! Saya hanya ingin berkata, kekuatan Ai jauh lebih menakutkan dibanding kekuatan penguasa teritorial dari patung-patung di belahan dunia sana atau di tempat kalian.
Menurut informasi terbaru, sosok Elon Musk sedang membangun pusat pembuatan Ai dengan luas jauh melebihi stadion lapangan sepak bola. Kenapa seorang Elon Musk berani mengambil resiko pembangunan Ai sebesar ini? Sepertinya surat kontrak perjanjian terlalu kuat bermain kuat bermain antara Elon dan pemimpin dunia ke depan. Manusia terkaya di dunia dengan peran sebagai salah satu personil kelompok elit terbaik dunia. Perlu diketahui, ada banyak tokoh-tokoh dengan kisaran kekayaan di atas rata-rata sedang menjual jiwanya dengan pemimpin pengendali sistem pemerintahan suatu hari kelak. Tidak melakukan pembangunan tersebut, artinya tubuh siap mendapat cabikan amarah tidak terkendali dari sang penguasa di belakang layar. Mereka gencar memanipulasi melalui agenda dan teknologi-teknologi tertentu sebagai pembuka pemerintahan dengan satu sistem yang tertata sangat rapi untuk seluruh dunia.
Sebelum Tuhan membawa saya memasuki sebuah petualangan dari satu peristiwa, terdapat beberapa pertanyaan di benakku. Terlahir sebagai manusia paling miskin, bahkan saya dan keluargaku pernah makan nasi dicampur ubi singkong atau ubi talas di waktu tertentu. Rumah kami bisa dikatakan kelewat gubuk, sehingga tatapan sekaligus nada menghina selalu saja mengudara dari orang di sekitar. Inilah penyebab mengapa adik-adikku berjuang untuk memiliki hidup sedikit lebih layak. Satu hal, Tuhan tidak pernah membuat kami hidup sebagai pengemis terhadap siapapun. Susah dan senang dilewati bersama, sekalipun perselisihan kecil antara sesama saudara kandung tetap ada. Kalau dipikir-pikir lagi, satu sama lain tidak saling memanfaatkan. Tiap ada kebutuhan orang tua, sumbangan, perbaikan apalah, dan beberapa jenis keperluan lain, dibebankan rata. Kami bersaudara tidak ada cerita saling mengemis hanya demi kebutuhan pribadi. Masing-masing bertanggung jawab dengan diri dan keluarga masing-masing. Kekuatan doa seorang ibu yang selalu berjalan ke tempat ibadah membentuk kehidupan anak-anaknya.
Btw, kembali ke permasalahan utama tentang pertanyaan terhadap Sang pencipta. “Tuhan, bagaimana rasanya menjadi orang terkenal?” pertanyaanku tiap berjalan ke sekolah.
Seiring berjalannya waktu, di tempat tersembunyi, Tuhan membuat namaku dikenal oleh banyak orang setelah menjalani sebuah peristiwa. Percaya atau tidak, ini benar-benar nyata kalau Tuhan memberiku sebuah popularitas. Padahal, saya Cuma bertanya saja, rasanya seperti apa sih, menjadi orang terkenal.
Keluarga dan orang di sekitarku tidak ada yang tahu, kalau Tuhan memberiku popularitas sekaligus prestasi di luar nalar di luar sana. Saya juga tidak pernah bercerita terhadap siapapun. Seputar ceritaku terhadap temanku hanya pekerjaan atau gosip-gosip begitulah. “Saya tidak mau satu shift kerja dengan dia, permasalahannya karakterku berlawanan” pokok pembahasan terhadap temanku.
“Pokoknya, saya tidak mau tahu, buat laporan di link yang sudah di buat” bahasa menekan mengudara.
“Saya tidak mau tahu” ucapan seperti biasa terhadap beberapa orang sehingga membuat beberapa dari mereka kesal...
“Temani saya sweeping, pokonya temani” kalimat lain.
“Jangan bilang-bilang orang neh, seperti ini ceritanya” terkadang sifat ingin bergosip mengudara. Bergosip itu memang sesuatu yang menyenangkan, ada yang salah dengan ucapanku? Lupakan! Kesimpulannya, saya tidak pernah bercerita apa pun tentang privasi hidupku secara dalam.
Pertanyaan sekarang, bagaimana rasanya menjadi orang terkenal? Biasa saja menurutku, tidak ada sesuatu hal yang gimana-gimana gitu. Yang pastinya, kehidupanku tanpa Tuhan Yesus terasa sangat hambar sekaligus mengalami kekosongan tingkat parah. Popularitas dan prestasi tidak dapat menyamai kedudukan Tuhan Yesus dalam hidupku.
Kehidupanku seperti ingin mati saja, seandainya Tuhan Yesus tidak ingin lagi menatap ke arahku. “Tuhan, jangan pernah bosan mendekap hidupku, sekalipun ruang hatiMU selalu sakit karena kelakuan buruk dalam diriku” isi doa yang selalu berteriak di dalam sana. Saya tidak sedang membuat kebohongan cerita belaka. Kehidupan tanpa Tuhan Yesus rasanya menyesakkan, hambar, kosong, seperti ingin mati saja....
Popularitas, prestasi, kekayaan, tahta, dan lawan jenis tidak dapat menyamai diriNYA apa pun alasannya. Saya sudah berjalan di dalam dunia popularitas dan prestasi yang bukan kaleng-kaleng di tempat tersembunyi, tetapi menurutku biasa saja. Tidak ada sesuatu hal yang bisa dibanggakan. Untuk permasalahan kekayaan dan tahta memang masih dalam proaes menuju kesana, tetapi satu hal, Tuhan Yesus tetap jauh lebih berharga dibanding objek-objek tersebut. Jadi, apa pun yang di ingini hatimu, jangan pernah mengikat kontrak dengan iblis, karena Tuhan Yesus jauh lebih berharga.
Wahyu 13:1-10...
Wahyu 13:1-10; Dan ia tinggal berdiri di pantai laut. (13-1) Lalu aku melihat seekor binatang keluar dari dalam laut, bertanduk sepuluh dan berkepala tujuh; di atas tanduk-tanduknya terdapat sepuluh mahkota dan pada kepalanya tertulis nama-nama hujat. Binatang yang kulihat itu serupa dengan macan tutul, dan kakinya seperti kaki beruang dan mulutnya seperti mulut singa.
Dalam kitab Wahyu 13 pada ayat-ayat awal menjelaskan aku melihat seekor binatang keluar dari dalam laut, bertanduk sepuluh dan berkepala tujuh; di atas tanduk-tanduknya terdapat sepuluh mahkota dan pada kepalanya tertulis nama-nama hujat. Binatang yang kulihat itu serupa dengan macan tutul, dan kakinya seperti kaki beruang dan mulutnya seperti mulut singa. Mahkota berarti raja yang memiliki peran pemimpin. Tanduk sepuluh bercerita tentang beberapa kekuatan penguasa yang sedang menguasai bumi. Lantas arti kata mulut singa, kaki beruang, dan tubuh macan tutul?
Mulut singa melambangkan keganasan, kekuatan mencengkram, kesombongan, sifat yang menakutkan, dan selalu menjadi penghujat. Diketahui kalau penguasa bermulut singa tersebut adalah kerajaan babel. Sejak kapan babel berkuasa? Kata babel mulai disebut oleh Alkitab di dalam Kejadian 11. Artinya penguasa pertama memerintah sejak pendirian menara babel, hanya saja tidak disebutkan nama pemimpin. Kekuasaan Babel kembali bergema sekaligus bersuara pada masa pemerintahan seoramg Nebukadnesar.
Kekaisaran Media Persia merupakan lambang dari kosakata kaki beruang. Kenapa bisa? Kekuatan penghancur yang kokoh, berat, dan mencengkram. Seperti yang diketahui bersama tentang karakter penguasa dari kerajaan Persia yang memang selalu ingin mencengkram bangsa manapun di depannya agar menjadi penguasa nomor satu. Untuk lebih jelasnya, silahkan membaca sejarah kerajaan Media Persia dalam Alkitab.
Tubuh macan Tutul mengarah pada kekaisaran Yunani di bawah pemerintahan Aleksander Agung. Perlu diketahui bersama, bahwa bahasa internasional zaman kemarin sebelum bahasa Inggris adalah bahasa Yunani. Ada banyak penjabaran sejarah ataukah objek-objek lain selalu memakai istilah dalam bahasa Yunani. Artinya Yunani memang memiliki kekuatan luar biasa pada zamannya. Kelincahan dan kecepatan dalam mengendalikan sesuatu di depan memang menjadi alasan Yunani adalah salah satu penguasa terkuat di dunia.
Ada banyak lambang-lambang kekuatan dewa berasal dari Yunani. Bahkan, dunia novelis selalu menggambarkan wajah pria tampan dengan memakai istilah dewa Yunani. Ada sesuatu yang tidak biasa dari penguasa di negara tersebut. Salah satu Penguasa teritorial terkuat juga berasal dari Yunani, sehingga istilah macan tutul menjadi lambang kekuatan penguasa setempat.
Dan naga itu memberikan kepadanya kekuatannya, dan takhtanya dan kekuasaannya yang besar. Maka tampaklah kepadaku satu dari kepala-kepalanya seperti kena luka yang membahayakan hidupnya, tetapi luka yang membahayakan hidupnya itu sembuh. Seluruh dunia heran, lalu mengikut binatang itu. Dalam ayat ini menjelaskan, adanya peranan seekor naga sebagai pemberi kekuatan terhadap beberapa penguasa sebelumnya, yang akan menjadi jalan untuk terus mengikat manusia dalam ikatan belenggu mematikan. Pada akhirnya, belenggu tersebut menjadikan banyak bangsa menjauh dari Tuhan, bahkan berperan sebagai penghujat Sang Ilahi.
Setelah masa penguasa-penguasa tersebut lewat, sang naga menciptakan tipu muslihat. Memberi luka, lantas kemudian berperan sebagai pemyembuh menjadi cerita khas seekor naga tua. Di akhir cerita adalah penguasa-penguasa sebelumnya dinyatakan sebagai penyembah naga. Siapakah naga tersebut? Jangan berpura-pura bodoh untuk tidak mengerti identitas naga tua! Dan mereka menyembah naga itu, karena ia memberikan kekuasaan kepada binatang itu. Dan mereka menyembah binatang itu, sambil berkata: "Siapakah yang sama seperti binatang ini? Dan siapakah yang dapat berperang melawan dia?" Dan kepada binatang itu diberikan mulut, yang penuh kesombongan dan hujat; kepadanya diberikan juga kuasa untuk melakukannya empat puluh dua bulan lamanya. Lalu ia membuka mulutnya untuk menghujat Allah, menghujat nama-Nya dan kemah kediaman-Nya dan semua mereka yang diam di sorga.
Dan ia diperkenankan untuk berperang melawan orang-orang kudus dan untuk mengalahkan mereka; dan kepadanya diberikan kuasa atas setiap suku dan umat dan bahasa dan bangsa. Dan semua orang yang diam di atas bumi akan menyembahnya, yaitu setiap orang yang namanya tidak tertulis sejak dunia dijadikan di dalam kitab kehidupan dari Anak Domba, yang telah disembelih. Barangsiapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!
Barangsiapa ditentukan untuk ditawan, ia akan ditawan; barangsiapa ditentukan untuk dibunuh dengan pedang, ia harus dibunuh dengan pedang. Yang penting di sini ialah ketabahan dan iman orang-orang kudus.
Wahyu 13:1-2, merupakan cerita beberapa raja penguasa dunia dari tiga kerajaan dengan jenis waktu berbeda. Penguasa-penguasa tersebut sudah memerintah di bumi atas kendali naga selama empat puluh dua bulan. Artinya? Iblis telah memerintah di tengah kehidupan orang-orang kudus selama 3 ½ tahun. Menafsirkan kitab Wahyu memang butuh kepekaan dan hikmat dari Tuhan. Tentu semua orang memiliki kesulitan untuk mengerti ayat dalam kita Wahyu, begitupun sebaliknya dengan diriku.
Bisa dikatakan, kalau bumi ternyata sudah memasuki pemerimtahan antikris 3 ½ tahun pertama sejak pendirian menara babel, tetapi dengan versi berbeda. Kenapa bisa? Pendirian menara Babel dalam kitab Kejadian 11 menyatakan satu kepemimpinan yang ingin melawan Tuhan. Istilah 42 bulan dalam Wahyu 13:5 merupakan pernyataan pemerintahan. Sementara pemerimtahan tersebut telah terjadi selama ribuan tahun lalu. Artinya 1 hari waktu Tuhan = 1000 tahun waktu manusia. Sementara 42 bulan ataukah 3 ½ tahun waktu iblis = ribuan tahun waktu manusia (bisa saja 1 tahun waktu iblis = >1000 tahun atau pembulatan 2000 tahun waktu manusia).
Masing-masing mempunyai waktu berbeda. Ada waktu Tuhan, waktu manusia, dan waktu iblis. Lantas perumusan penjabaran waktu iblis masuk ke dalam waktu manusia? Perhitungan pendirian menara babel sudah berlangsung ribuan tahun yang lalu. Silahkan menafsirkan sendiri! Hanya saja, dalam masa 42 bulan ini, kuasa Tuhan masih bekerja, jauh berbeda dengan pemerintahan antikris yang akan terjadi kelak dimana Roh Kudus menyerahkan total kepada sang naga sebagai pemimpin bumi.
Menjelang pemerintahan antikris secara penuh menyatakan naga berjuang habis-habisan membelokkan manusia. Naga tidak berjalan dengan tubuh monster dalam dirinya. Naga memakai Ai beserta teknologi-teknologi paling tersistem untuk membelenggu manusia. Tidak perlu bercerita detail, tetapi cukup terbaca negara dengan lambang naga sedang berpusat sebagai teknologi raksasa Ai bersama kapasitasnya di dalam. Perlu diketahui, markas organisasi atas kepemilikan naga juga bertempat di tiap negara, entah yang terlihat maupun tidak terlihat kasat mata.
Saya ingin menjelaskan sesuatu hal tentang salah satu visi misi organisasi antikris. Air merupakan sumber hidup bagi seluruh penghuni bumi. Dalam Alkitab dikatakan, salah satu lambang Roh Kudus adalah air. Manusia, hewan, tumbuhan tidak dapat lepas dari bahasa air.
Kejadian 1:2; Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air. Ayat ini menjelaskan, bagaimana air dalam wujud samudera raya menyatu dengan Roh Allah. Bahkan, Tuhan pun selalu terikat dengan kata air sebelum langit dan seluruh isi bumi diciptakan. Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air artinya Tuhan terlalu menyukai suasana ketenangan sekaligus kelembutan dari air itu sendiri.
Hubungan antara air dan organisasi antikris? Salah satu agenda terbesar mereka adalah merusak kualitas air melalui campuran virus bakteri yang berakibat fatal bagi manusia dan seluruh penghuni bumi. Apa ini hanya hoax belaka? Entahlah...
Salah satu akun media sosial mengatakan, jika dirinya pernah diajak bergabung dalam satu organisasi di negara luar. Dia menjelaskan tentang agenda ingin menaruh sebuah virus bakteri ke dalam air. Pertanyaan sekarang, apa anda percaya pemberitaan tersebut? Saya 100% percaya ucapannya. Kenapa bisa? Alkitab secara jelas menggambarkan hubungan air dan mahluk hidup tidak akan pernah terpisahkan sama sekali. Salah satu dokter mengatakan, kalau akan ada pandemi yang jauh lebih menakutkan dibanding sebelumnya. Kemungkinan besar, mereka sepakat akan memainkan virus bakteri di dalam air yang dapat menimbulkan satu jenis penyakit terhadap mahluk hidup.
Pemberitaan lain lagi adalah teknologi Ai akan menghabiskan beberapa persen air. Mereka ingin menguras air agar manusia beserta mahluk hidup lainnya bergantung terhadap sistem yang sudah dimainkan sedemikian rupa. Salah satu podcast bercerita, kalau hujan dan keadaan di udara sudah tidak alami, melainkan hasil rekayasa. Apakah anda percaya tentang anggaran penyebaran virus bakteri di udara? Entahlah...
Kita memang sedang memasuki hari ke tujuh menurut waktu Tuhan. Sejak penciptaan Adam dan Hawa sampai detik sekarang menyatakan usia bumi adalah enam ribu tahun waktu manusia, sedangkan waktu Tuhan memakai kata enam hari. Kalau ada penelitian berkata fosil abcde berusia puluhan ribu hingga jutaan tahun, please, jangan dipercaya!
Satu hari di hadapan Tuhan sama dengan 1000 tahun di hadapan manusia. Menurut waktu Tuhan, jarum jam menunjukkan jam 12 malam lewat tiga puluh menit lebih sedikit. Ketika jarum panjang mulai bergeser artinya terjadi pergantian hari, sekalipun suasana masih sangat gelap. Mari kita masuk dalam dunia matematika; 1 hari (waktu Tuhan) = 1000 tahun (waktu manusia). Sedangkan, ¼ hari waktu Tuhan = 250 tahun waktu manusia (1/4 hari x 1000 tahun).
Seperti yang diketahui, 1 hari = 24 jam. Artinya; ¼ hari x 24 jam = 6 jam. Lantas? 250 tahun ÷ 6 jam = 41,67 tahun/jam. Kesimpulannya; 1 jam waktu Tuhan = 42 tahun waktu manusia (terjadi pembulatan), tetapi jika dalam ¼ hari artinya 42 tahun + 42 tahun + 42 tahun + 42 tahun + 41 tahun + 41 tahun (total ¼ hari = 250 tahun).
Menjadi pertanyaan, jam Tuhan sedang menunjuk angka berapa di hari ke tujuh sekarang? 42 tahun ÷ 2 = 21 tahun/ 30 menit. Jarum panjang pada jam Tuhan ternyata sudah lewat 30 menit sekian detik. Mari mulai berhitung, dari tahun 2001 sampai dengan 2026 artinya menyatakan 26 tahun. Dalam 30 menit lewat sedikit menurut waktu Tuhan, ternyata iblis bekerja rodi 10x lipat dari sebelumnya untuk menjatuhkan gereja, serta berjuang keras membawa manusia di jalur penyimpangan.
Saya juga tidak tahu, sampai kapan zaman kasih karunia berjalan. Tuhan masih memberi kesempatan terhadap manusia, sehingga menahan kedatanganNYA untuk kedua kali. Aku datang seperti pencuri merupakan pernyataan dari Tuhan. Tidak ada yang tahu waktu itu, tetapi perlu diketahui, kalau usia bumi memasuki hari ke tujuh dengan pergumulan terbesar sekaligus peperangan antara Tuhan dan iblis. Manusia diberi pilihan untuk memilih...
Saya ingin bercerita sedikit, di tahun 2003 seolah Tuhan ingin memperlihatkan sesuatu terhadapku. Waktu itu, cuaca terlihat sangat cerah tanpa tanda-tanda hujan. Duduk manis depan jendela kamarku sambil menulis. Sudah tahukan, hobi yang selalu menjadi penghibur terbaik buatku adalah menulis. Saya seorang yang tidak menyukai keramaian, anak rumahan, dengan hobi sebagai penulis. Saya tidak sedih kalau tidak memiliki teman, tetapi hatiku kacau tanpa hobi menulis dalam diriku.
“Suara Tuhan seperti guntur” entah kenapa ingatan pernyataan tersebut terus saja mengudara di dalam sana. Apa yang terjadi selanjutnya? Guntur sangat keras berbunyi seketika, hingga seluruh elektronik masyarakat di kota tempat ku tinggal rusak total. Tiba-tiba saja, saya melihat api di langit berhamburan. Pikiranku adalah pengangkatan anak-anak Tuhan dan saya dinyatakan tidak terangkat.
Saya mau menangis seketika habis-habisan. Berlari mencari mama di kamar sebelah, apakah terangkat atau tidak? Mama terlihat berbahasa roh, setidaknya membuatku lega. Kenapa bisa? Artinya belum terjadi rupture. Saya langsung memeluk mama dari belakang.
“Ternyata kau takut juga, makanya jangan malas datang sama Tuhan!” ucapan mama menyadari pikiranku. Semua orang sudah berkumpul di salah satu rumah tetangga. Hal terkacaunya lagi adalah saya segera mengambil baju di lemari untuk dibawah lari keluar rumah. Kenapa bisa? Saya pikir, sedang terjadi kebakaran total seluruh rumah. Dengan mata kepalaku sendiri melihat api begitu banyak di langit yang siap sedia menghanguskan semua rumah.
Ternyata hanya saya saja yang dapat melihat api tersebut, dan tidak seorangpun yang melihat. Hujan rintik-rintik tiba-tiba saja turun seolah membuka mataku kalau tidak ada kebakaran yang terjadi. Bayangkan, karena kasus tersebut hingga seluruh eletronik masyarakat di perkotaan harus masuk ke tukang servis. Papa mengamuk karena televisinya rusak total akibat perbuatanku. Saya suka menonton di rumah, dan tidak pernah mencabut kabel hingga berujung kemarahan luar biasa. “Tuhan mungkin menegur kita” ucapan mama tanpa sadar ketika kami berdua berjalan menuju rumah ibadah. Saya hanya diam, dan tidak pernah bercerita tentang keadaan yang sebenarnya.
Hal yang mengganjil adalah tahun ketiga setelah lewat tahun dua ribu. Tiga berarti Ketritumggalan Tuhan, sementara kejadian tersebut terjadi di bulan paskah. Hal lebih anehnya lagi adalah Tuhan membuatku mengalami peristiwa di penghujung tahun ke tiga. Sepertinya, guntur keras dan api besar itu merupakan tanda, kalau Tuhan akan membuatku mengalami sebuah peristiwa. Itulah sebabnya, sehingga Tuhan tidak ingin saya memiliki hubungan seperti apa pun terhadap lawan jenisku.
Kenapa saya bercerita seperti ini? Entahlah. Lupakan! Saya juga selalu bertanya, kenapa bisa Tuhan memilih manusia bodoh sepertiku? Apa mata Tuhan tidak mines atau bagaimana? Intinya, jangan menjadi hakim buatku! Ngerti?
Indonesia...
Yesaya 24:15; "Sebab itu permuliakanlah TUHAN di negeri-negeri timur, nama TUHAN, Allah Israel, di tanah-tanah pesisir laut!"
Yesaya 42:10; Nyanyikanlah nyanyian baru bagi TUHAN dan pujian bagi-Nya dari ujung bumi, hai orang-orang yang melaut dan segala isinya, hai pulau-pulau dan penduduknya!"
Dalam ayat di atas memiliki hubungan identitas dengan Indonesia sebagai negara kepulauan. Sepertinya, Tuhan memiliki maksud dan tujuan untuk Indonesia sehingga menyelipkan ayat seperti ini. Negara dengan pulau terbanyak sedang berada di garis tangan Tuhan.
File Epstein beberapa kali menyebut negara Indonesia. Artinya negara ini memiliki letak paling strategis di segala bidang. Tidak mungkin juga selalu menjadi target mematikan dalam keadaan sadar dan tidak sadar sama sekali, andaikan tidak memiliki sesuatu yang istimewa di dalamnya. Memiliki banyak sumber kekayaan, hanya saja terkendala dalam sistem pengelolaan sendiri.
Iblis berjuang keras mempermainkan Indonesia melalui beberapa kondisi, terlebih pada sistem pemerintahan. Menurut sumber terpercaya, salah satu bahan terpenting pembuatan Ai berasal dari Indonesia. Bisa dikatakan, seluruh negara memang sedang berada dalam dunia jebak- menjebak menuju pemerintahan dengan satu presiden.
Salah satu sarang sekaligus target terbesar adalah negara Indonesia. Sejak dahulu, Indonesia sudah dipermainkan sehingga lebih mudah dikendalikan. Keburukan terbesar dari negara ini adalah dunia pejabat yang dengan mudah terjebak. Kenapa bisa? Haus kekuasaan, korupsi, permainan politik, keegoisan, tidak memahami sistem pengelolahan, dan masih banyak lagi menjadi alasan semua itu terjadi. Di alam roh memang iblis habis-habisan berjuang untuk menghancurkan Indonesia, karena menyadari ayat terpenting tentang situasi negara suatu hari kelak.
Berjuang keras menggagalkan rencana Tuhan untuk Indonesia melalui karakter kepribadian para pejabat pemerintahan. Saya tidak bermaksud menyerang atau sejenisnya, hanya sedikit menggali. Pemimpin Indonesia pertama memiliki semangat juang, berkarisma, dan berwibawa menjadi ciri khas beliau. Menjadi pertanyaan, apa yang salah dalam dirinya? Kelemahan terbesarnya adalah terlalu banyak wnaita di sekelilingnya sehingga menjadi kegagalan dalam melakukan perbaikan negara ini. Apa pun itu, beliau tetap memiliki peran dalam proses kemerdekaan. Jasanya akan selalu dikenang.
Pemimpin kedua dari negara ini juga memiliki wibawa, karisma, bahasa tegas hingga banyak negara segan. Apa beliau memiliki lebih dari satu istri? Tidak sama sekali, justru beliau sangat setia terhadap istrinya. Lantas masalahnya dimana? Gagal menjadi ayah terbaik bagi anak-anaknya. Kenapa bisa? Kalau ingin diselidiki, Indonesia terjebak di jurang dikarenakan perbuatan anak-anaknya, entah tercium publik atau tidak sama sekali. Membiarkan anak-anaknya memasuki dunia pemerintahan? Entah di belakang layar atau di depan layar, sehingga menjadi jerat tidak terkendali. Sudah menjadi rahasia umum beberapa situasi terjadi. Minta maaf sebelumnya, saya tidak ada maksud untuk menjadi hakim terhadap siapapun...
Pemimpin berikutnya terkenal jenius, berwibawa, berkarisma. Beliau sempat merelakan mimpinya untuk Indonesia. Permainan politik menyerang dirinya, sehingga jabatan tersebut disandang dengan waktu yang sangat singkat. Beberapa pernyataan dilemparkan ke arah beliau, “Duniamu tidak cocok menjadi presiden, kembali ke duniamu sebagai ilmuwan!” makna beberapa pernyataan di luar sana.
Semua orang ingin menjadi presiden tanpa pernah tahu tentang sistem proses pengelolahan dan perbaikan di depannya. Berusaha menjatuhkan hanya karena sebuah kursi? Saya rasa cukup sampai di sini penjelasan pemimpin di negara ini. Untuk penjelasan pemimpim berikutnya, silahkan mencari sendiri!
Iblis memang berjuang keras menghancurkan Indonesia melalui kelemahan dari pejabat-pejabat di negara ini. Akar permasalahan lainnya lagi adalah masalah kepercayaan terhadap Tuhan. Bahasa seperti ini terlalu sensitif sehingga sulit untuk dijabarkan. Hanya saja, bagi anak-anak Tuhan yang ada di Indonesia, solahkan berdoa untuk negaramu!
Wahyu 13:11-18...
Wahyu 13:11-18: Dan aku melihat seekor binatang lain keluar dari dalam bumi dan bertanduk dua sama seperti anak domba dan ia berbicara seperti seekor naga. Dan seluruh kuasa binatang yang pertama itu dijalankannya di depan matanya. Ia menyebabkan seluruh bumi dan semua penghuninya menyembah binatang pertama, yang luka parahnya telah sembuh. Dan ia mengadakan tanda-tanda yang dahsyat, bahkan ia menurunkan api dari langit ke bumi di depan mata semua orang
Seekor binatang lain keluar dari dalam bumi, dan bertanduk dua sama seperti anak domba? Penguasa dengan sebuah kekuatan sedang menyamar sebagai malaikat terang. Bertanduk dua sama seperti anak domba artinya sang penguasa selalu berjalan dalam kerohanian, berhati malaikat, menolong sesama, bahkan mengadakan banyak tanda-tanda mujizat agar semua penghuni bumi percaya terhadap dirinya.
Perlu diketahui, zaman sekarang naga bermain jebak-menjebak tidak memakai bentuk tubuhnya yang terlihat seperti monster. Naga mulai berjalan maju dengan peran sebagai malaikat bagi penduduk bumi, hingga semua orang menjadi pengikutnya. Pada akhirnya naga dan seluruh pengikutnya membuka mulutnya untuk menghujat nama Allah yang Maha Tinggi selama 3 ½ tahun yang disebut sebagai pemerintahan antikris.
Sekali lagi, presiden di balik pemerintahan antikris saat ini dan ke depan adalah seekor naga dalam wujud malaikat terbaik. Semua orang terjebak oleh karena kebaikan yang diberikan. Anak-anak Tuhan, pekahlah terhadap segala roh yang ada di depanmu?
Salah satu agenda terbesar dari organisasi antikris adalah memusnakan manusia. Manusia tidak akan pernah punah apa pun keadaan di depan mata. Kenapa bisa? Perjanjian antara Tuhan dan Nuh terlalu kuat sehingga bahasa punah tidak akan pernah terjadi. Sekalipun manusia menyakiti hati Tuhan berulang kali, tetapi perjanjian tersebut menjadi salah satu penyebab utama manusia akan tetap ada.
Perjanjian Tuhan dan Nuh menyatakan manusia tidak akan pernah punah. Sementara perjanjian Tuhan dan Abraham menjelaskan betapa kokohnya bangsa Israel, dan tidak akan ada bahasa pemusnahan terhadap bangsa tersebut. Naga bermain habis-habisan terhadap dua pernyataan ini. Iblis tidak akan mungkin mendapat pengampunan apa pun yang terjadi, sekalipun menjadi pengemis di hadapan Tuhan. Jauh berbeda dengan manusia yang akan tetap di pandang oleh Tuhan sebagai mahluk ciptaan terbaik. Naga bermain cantik untuk menjebak manusia dan Israel.
Seperti yang sudah dijelaskan, bahwa organisasi antikris menjebak tokoh-tokoh Yahudi agar terlibat langsung sekaligus berjalan sebagai pintu bagi pemerintahan antikris. Jadi, jangan heran menyaksikan keterlibatan beberapa tokoh Yahudi. Israel merupakan bangsa yang diurapi sehingga memiliki IQ dan pengaruh sangat besar bagi dunia. Alasan inilah menjadi penyebab utama permainan dari naga di belakang layar.
Bukan hanya Israel, di tempat lain bangsa lainpun ikut terlibat juah lebih parah. Hanya saja, Israel memang selalu menjadi roll model bagi dunia, entah dalam keadaan sadar maupun tidak.
Kembali ke pembahasan semula, manusia tidak akan pernah punah sebanyak apa pun dari mereka yang mati. Karena manusia tidak mungkin punah, sehingga perjuangan iblis seratus kali lipat bekerja rodi untuk membawa manusia menuju jurang. Iblis sangat iri terhadap manusia atas apa pun yang mereka miliki. Sayangnya, manusia terlalu bodoh untuk menyadari jadi tersebut, bahkan lebih memilih menjadi budak iblis hingga akhir hayatnya.
Bayangkan, dalam hitungan 30 menit hari ke tujuh menurut waktu Tuhan, ada banyak agenda-agenda yang secara langsung mengudara di bumi. Pandemi, Ai, pemusnahan manusia, permainan ke seluruh bidang pemerintahan, dunia medis, pemasangan chip secara terang-terangan, penggunaan biometri, dan masih banyak lagi.
Hal terkacaunya lagi adalah banyak hamba Tuhan, gereja, pendoa syafaat, pelayan jatuh tergeletak tanpa sadar. Visi misi naga adalah tidak satupun dari manusia yang akan terangkat ketika terjadi pengangkatan kelak. Naga bersama pengikutnya berjalan sebagai malaikat terang terbaik tanpa dosa. Bahkan, anak-anak Tuhan sekalipun terjebak oleh permainan malaikat terang dari mereka.
Sekali lagi, Roh Kudus masih ada, dan belum terjadi pengangkatan sehingga menuntut PERSATUAN JARINGAN DOA untuk menghancurkan sistem mereka di alam roh untuk sementara waktu. Kenapa sementara waktu? Kutuk dan dosa manusia mengharuskan bumi memasuki pemerintahan antikris 100% suatu hari kelak.
Ia menyesatkan mereka yang diam di bumi dengan tanda-tanda, yang telah diberikan kepadanya untuk dilakukannya di depan mata binatang itu. Dan ia menyuruh mereka yang diam di bumi, supaya mereka mendirikan patung untuk menghormati binatang yang luka oleh pedang, namun yang tetap hidup itu. Dan kepadanya diberikan kuasa untuk memberikan nyawa kepada patung binatang itu, sehingga patung binatang itu berbicara juga, dan bertindak begitu rupa, sehingga semua orang, yang tidak menyembah patung binatang itu, dibunuh.
Permainan naga melalui segala jalur di bumi. Kata menyesatkan artinya menciptakan sesuatu penyimpangan melalui sistem tertata. Pertanyaan sekarang, siapakah patung binatang yang dimaksud? Zaman dahulu, manusia masih berfokus pada sebuah patung menyerupai beberapa objek. Entah itu lembu, wajah seseorang, dewa Yunani, binatang-binatang tertentu, dan masih banyak lagi jenis patung dengan peran sebagai dewa. Untuk zaman sekarang, sepertinya manusia lebih difokuskan agar tidak memiliki agama dan Tuhan. Penyembahan terhadap patung hanya berkisar beberapa persen saja di antara manusia zaman sekarang. Tidak perlu dijelaskan, golongan manusia mana saja sebagai penyembah patung. Tanpa penjelasan pun kalian sudah tahu negara-negara atau bangsa mana saja yang memiliki patung raksasa untuk disembah sebagai Tuhan di zaman sekarang. Selebihnya berpusat pada pemikiran tidak berTuhan. Ada pun mereka yang memiliki agama dan Tuhan, hanya sekitaran beberapa persen saja kalau diperhatikan lebih detailnya. Kenapa bisa? Jawabannya adalah iblis berjuang keras membelokkan pemikiran mereka tentang Tuhan.
Lantas, zaman sekarang, siapakah patung binatang itu? Patung Binatang yang dimaksud adalah robot ciptaan mereka sendiri, dengan bahasa lebih keren memakai istilah Ai. Naga memakai teknologi Ai untuk memainkan trik permainan menjebak manusia. Perhatikan, perkembangan teknologi Ai, dimana semua robot dapat berbicara sama seperti manusia, bahkan seolah memiliki nyawa.
Ai dapat melakukan banyak tanda-tanda mujizat yang memang masuk dalam daftar perencanaan. Pada akhirnya, sosok naga tua akan berjalan sebagai penguasa bumi di dalam pemerintahan antikris. Hanya ada satu presiden dan Tuhan di muka bumi. Semua orang harus sujud menyembah tanpa terkecuali ketika waktu itu tiba.
Dan ia menyebabkan, sehingga kepada semua orang, kecil atau besar, kaya atau miskin, merdeka atau hamba, diberi tanda pada tangan kanannya atau pada dahinya, dan tidak seorang pun yang dapat membeli atau menjual selain dari pada mereka yang memakai tanda itu, yaitu nama binatang itu atau bilangan namanya. Pada akhirnya, semua orang tidak dapat membeli atau menjual, kecuali memakai tanda tersebut. Kehidupan seperti ini berlaku setelah terjadi pengangkatan anak-anak Tuhan. Kelak, semua orang-orang kudus akan menghilang secara tiba-tiba ketika bunyi suara sangkakala ditiup oleh malaikat.
Yang penting di sini ialah hikmat: barangsiapa yang bijaksana, baiklah ia menghitung bilangan binatang itu, karena bilangan itu adalah bilangan seorang manusia, dan bilangannya ialah enam ratus enam puluh enam. Salah satu arti bilangan 666, bisa saja bercerita enam ribu enam ratus enam puluh tahun masa pemerintahan antikris. Mengingat kata babel mulai dijabarkan dalam kitab Kejadian 11, sementara dalam wahyu 13÷5 bercerita 42 bulan. Artinya pemerintahan telah terjadi ribuan tahun. Di 3 ½ tahun waktu antikris = 6.660 tahun waktu manusia. Tidak mungkin juga pemerintahan antikris memakai waktu manusia yang hanya di ibaratkan awal tahun 2021 sampai dengan pertengahan tahun 2024.
Dalam kitab wahyu menyatakan 3 ½ tahun pemerintahan antikris artimya waktu dan versi antikris secara total. Setidaknya tidak memakai waktu Tuhan. Andaikan waktu Tuhan? 1 hari waktu Tuhan = 1000 tahun waktu manusia. Artimya 1000 tahun × 365 hari = 365.000 tahun waktu manusia. Jadi, 365.000 tahun × 3 tahun = 1.095.000 tahun + 182.500 tahun (hasil pembagiam 365.000 tahun ÷ 2 ) = 1.277.500 tahun.
Ada 2 versi waktu yang akan digunakan pada zaman pemerintahan antikris, waktu Tuhan atau waktu naga? Tidak mungkin juga pemerintahan antikris memakai versi waktu manusia? Kenapa bisa? Dosa manusia terlalu mengerikan sehingga menyebabkan kutuk dari generasi ke generasi. Sebab akibat dari dosa dan kutuk tersebut menyatakan kalau iblis sepenuhnya berkuasa atas hidup manusia.
Kesimpulannya, Tuhan memberi manusia kesempatan untuk memilih. Pada akhirnya, iblis berjuang keras membawa ciptaan Tuhan paling mulia menuju jurang mematikan. Kenapa bisa? Karena iblis tidak akan mendapat pengampunan dari Tuhan seperti apapun perjuangannya untuk memimta pengampunan. Jauh berbeda dengan manusia yang masih diberi pilihan untuk memilih...
Sekali lagi, jangan menghakimi ataukah melempar pertanyaan atas perumusan matematika yang terjabarkan dalam tulisan ini! Saya hanya menulis apa yang ada di pikiranku, dan tidak ada maksud lain. Saya tidak ingin berkata ini dari Tuhan. Dan saya juga tidak ingin berkata, ini bukan dari Tuhan. Alasannya? Entahlah. Intinya, jangan menjadi hakim!
Satu lagi, bagi teman-teman yang tertinggal pada masa pengangkatan anak-anak Tuhan, kelak, segera mencari tempat yang aman. Menangis merupakan hal manusiawi, tetapi jangan berlama-lama dalam isak tangismu. Langkah pertama yang harus kalian lakukan adalah menghancurkan handphohone, laptop, notebook, jam tangan, kartu belanja, ATM, kartu berbayar dalam segala jenis bentuk atau apapun jenis teknologi elektronik yang memiliki jaringan internet. Kenapa bisa? Kalian akan lebih mudah terlacak melalui teknologi-teknologi tersebut. Sekalipun, maps dimatikan total, namun ada sistem yang memang terkoneksi dengan baik untuk melacak keberadaan seseorang.
Jangan berlari ke pusat perbelanjaan atau supermarket! Sistem pelacak akan bermain. Sekalipun kalian berjalan ke toko, supermarket, pasar, atau sejenisnya tetap tidak akan dapat menjalani transaksi jual beli tanpa tanda dan chip tersebut. Jauh lebih baik, hindari tempat-tempat perbelanjaan ataukah keramaian.
Jangan berlama-lama berada di rumahmu! Sistem pelacakan akan bermain sepenuhnya di tiap titik sudut jalan ataukah ruang. Carilah gua, hutan, sesuatu yang tanpa teknologi, jauh dari keramaian untuk bersembunyi.
Di masa pemerimtahan tersebut, maut tidak akan pernah bermain. Orang ingin mati, tetapi maut tidak akan pernah berjalan ke arahnya. Penderitaan paling menakutkan akan bermain. Sesuatu yang sulit dijelaskan akan bekerja.
Saya ingin sedikit bercerita tentang satu mimpi beberapa waktu lalu. Saya bermimpi berada di dalam satu ruangan, di mana terdapat banyak tempat tidur berderet. Seluruh tempat tidur tersebut tidak ada yang kosong. Apakah saya berada di ruang rumah sakit? Entahlah, saya juga tidak mengerti.
Seorang pria paruh baya yang berada di salah satu tempat tidur mengalami kesulitan. Tubuh gelisah terlihat jelas. Roh maut mempermainkan dirinya. Duduk dan berbaring selalu mengalami kesulitan. Satu hal yang ingin kukatakan, roh maut itu sangat menakutkan. Kematian sepertinya sedang mempermainkan dirinya.
Ada rasa sakit yang sulit dijabarkan. Dapat disimpulkan kalau dirinya selalu bermain dengan kuasa gelap sehingga di penghujung hidup roh maut mencabik-cabik dirinya sebelum menghembuskan nafas. Pada akhirnya dia meninggal, dan rohnya akan segera di bawah ke jurang maut.
Hal terkacaunya adalah saya melihat rohnya menunjuk papa yang sedang duduk manis di salah satu tempat tidur. Apa yang terjadi selanjutnya? Saya langsung berperang secara total untuk menghancurkan kuasa maut yang ingin menyerang papa. “Dalam nama Tuhan Yesus...” bahasa peperangan terjadi. Tiba-tiba saja semua menghilang, dan anaknya akan segera mengubur dirinya.
Pria paruh baya tersebut memiliki seorang anak laki-laki yang akan segera menikah. Mereka tinggal di sebuah rumah. Dan akhir mimpi ini pun, hanya sampai di situ. Kesimpulan dari mimpiku tadi, bahwa roh maut itu benar-benar ada. Salah satu tanda roh maut hadir adalah ada bau bangkai menyengat, bahkan terlalu busuk untuk dijabarkan padahal tidak ada bangkai binatang apa pun. Kenapa saya bisa tahu? Bapa rohaniku selalu bercerita dunia roh maut seperti apa bagi kehidupan mereka yang tidak mengenal Tuhan.
Kesimpulan dari ceritaku adalah pemerintahan antikris jauh lebih menakutkan dari pada roh maut dan kerajaannya. Ada waktunya, seluruh isi Alkitab akan menghilang, jadi, perbanyak-banyaklah untuk membaca Alkitab sekarang ini. Kapan masa itu akan datang? Saya juga tidak tahu kapan. Menulis objek-objek seperti ini tidak semudah membalikkan telapak tangan. Ada banyak serangan yang sedang dilancarkan oleh iblis, bahkan orang terdekatku menjadi korban akibat tulisanku kali ini, hanya saja mulutku diam membisu. Mereka tidak tahu kalau sesuatu yang terjadi merupakan serangan iblis di alam roh sebagai sebab akibat sesuatu yang sedang kutulis. Semoga tulisan ini memberi hasil terbaik, dan tidak ditulis dengan sia-sia.